10 Tips Marketing Konten yang Wajib Diketahui Pemilik Bisnis Kecil

Mungkin menurutmu marketing konten hanya menulis beberapa postingan blog dan mempublikasikannya di website, lalu berharap trafik naik.

Sayangnya, ini lebih dari itu.

Marketing konten adalah strategi membuat, mempublikasikan, menyebarkan, dan mengatur konten secara online.

Tak seperti iklan bergaya lama, konten yang kamu pasang ada tujuannya: menyediakan informasi relevan, berharga, dan bisa diandalkan bagi audiens.

Memangnya Marketing Konten Berguna?

Dari majalah digital Real Business milik Xerox, hingga pernyataan marketing Content 2020 dari Coca Cola — kita melihat brand-brand besar jor-joran mengembangkan marketing konten di mana-mana.

Dari konten yang mereka bagikan, brand-brand ini membuat heboh dan pada akhirnya menciptakan calon pelanggan baru.

Sebagai pemilik bisnis kecil, mungkin kamu penasaran apakah marketing konten ada gunanya.

Jawaban cepatnya? Ya.

Marketing konten membantumu membangun identitas brand yang kuat dan memberimu kesempatan membagikan keahlian dalam topik-topik niche-mu — menonjolkanmu di antara pesaing lainnya. Ini bahkan membantu menciptakan calon pelanggan baru untuk bisnismu—lebih banyak calon pelanggan, lebih banyak potensi penjualan! 

Dan percaya tidak, semua keuntungan itu tak butuh dana besar?

Bila ini semua memantik minatmu, bacalah beberapa tips berguna dalam membuat rencana marketing konten yang sukses.

Tips Marketing Konten untuk Membuat Bisnis Kecilmu Melejit

Kami telah menyebutkan ini terus-menerus dalam postingan kami: Selalu tetapkan tujuan saat membuat rencana marketing apa pun.

Sebuah tujuan ini memberikan arah bagi strategi marketing konten — inilah kompasmu. Ini juga membantumu mengetahui apakah ada perkembangan.

Dalam menciptakan tujuan marketing konten, camkan dua kategori: tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

Tujuan jangka pendek, dari namanya sendiri, diselesaikan dalam waktu singkat – mungkin hitungan hari atau minggu. Ini adalah kemenangan-kemenangan yang dihasilkan secara rutin dalam waktu yang relatif singkat. Ini meliputi, dan tak terbatas pada:

  • Trafik website lebih tinggi
  • Konversi berbayar lebih tinggi
  • Tingkat interaksi lebih baik di media sosial

Sementara itu, tujuan jangka panjang bisa butuh berbulan-bulan atau bahkan tahunan untuk dicapai. Biasanya ini gambaran besar yang ingin dibentuk brandmu. Berikut beberapa contohnya:

  • Meningkatkan kesadaran brand
  • Peringkat mesin pencari yang lebih baik
  • Basis pelanggan yang setia

Tujuan jangka panjang dan pendek ini saling membantu. Biasanya, tujuan jangka pendek mendukung yang jangka panjang. Karena itu, menetapkan keduanya sangatlah penting agar rencana marketing kontenmu berhasil.

Langkah fundamental dalam menciptakan rencana marketing konten adalah mengenal audiensmu. Membuat konten yang lebih personal dan bisa dirasakan pembacamu jadi lebih mudah.

Mulailah dengan menetapkan audiens sasaranmu.

Dan jangan, jangan bilang kamu ingin menyasar semua untuk menjangkau seluruh lapisan. Bahkan bisnis terbesar pun tak bisa melakukannya.

Agar bisa mengidentifikasi audiens targetmu, tanyakan dirimu: Siapa pelangganmu? Kenapa mereka membeli darimu?

Nah, bayangkan kamu punya bisnis kafe.

Pelanggan targetmu bisa jadi semuanya, karena sebagian besar dari kita minum kopi. Namun, untuk mempersempitnya, fokuslah pada demografi spesifik—seperti mahasiswa usia 18 sampai 20, atau pekerja muda usia 21-35.

Ambil langkah lebih jauh dengan menciptakan persona dari setiap pelanggan.

Buat daftar sifat mereka – usia, jenis kelamin, pekerjaan, perilaku, kegelisahan, aspirasi, dan semacamnya. Ini akan membantumu memikirkan konten yang sesuai dengan mereka.

Berikut contoh persona untuk bisnis kafemu. Tambahkan lebih banyak bagian semaumu, selama bisa membantu menjelaskan seperti apa pelangganmu.

Nama Maria
Usia 25 tahun
Gender Perempuan
Pekerjaan Senior account manager
Lokasi Jakarta, Indonesia
Perilaku
  • Menghadapi tenggat dan beban rutinitas di kantor.
  • Sering menggunakan internet untuk berkomunikasi dengan manager dan klien, serta meriset tren penjualan.
  • Istirahat singkat dengan browsing media sosial.
  • Membeli kopi di kafe terdekat setiap hari sebelum mulai bekerja.
Kegelisahan
  • Sadar membeli kopi di kafe setiap hari itu mahal dan percuma dalam jangka panjang.
  • Ingin tahu bagaimana menyeduh kopinya sendiri di rumah, tetapi bingung mau mulai dari mana.
  • Ingin tahu di mana bisa membeli kopi serbuk berkualitas tinggi dan terjangkau sebagai permulaan.
Aspirasi
  • Membuat kopi sendiri di rumah
  • Belajar tipe-tipe kopi berbeda dan bagaimana membuatnya

Fokus pada inbound marketing

Kamu lagi jalan kaki, tiba-tiba disodorkan produk di depan muka. Pernah mengalami ini, kan?

Itulah cara kerja marketing tradisional.

Dulu, metode marketing biasanya melibatkan penjualan produk atau jasa yang terang-terangan oleh seseorang. Sebut saja billboard, iklan radio dan TV, brosur dan poster, telepon penjajakan, dan lainnya. 

Sebagian besar orang menganggap ini menjengkelkan dan mengganggu, terlebih kalau mereka tak mau berurusan dengan produk itu.

Di sinilah inbound marketing mengubah permainannya.

Inbound marketing merupakan strategi yang tak menuntut pelanggan memperhatikan produk atau jasamu. Bahkan, fokusnya adalah menciptakan sesuatu yang sebenarnya mereka ingin perhatikan. Bagaimana? Dengan menciptakan konten relevan, berharga, dan bisa diandalkan.

Idealnya, marketing konten merupakan penerapan inbound marketing.

Buka lagi rencana marketing konten yang bertujuan menyediakan informasi berguna bagi audiensmu. Kembalilah ke personamu, lalu fokuslah pada kegelisahan dan aspirasinya. Bagaimana kamu meredakan kegelisahan itu? Bagaimana caramu mewujudkan aspirasi tersebut?

Rumuskan konten yang menjawab pertanyaan itu.

Saat kamu menyajikan konten yang menjadi solusi bagi masalah audiensmu, mereka akan memperhatikanmu. Mereka akan menganggapmu terpercaya dan kredibel. Biasanya, mereka cenderung akan berbisnis denganmu.

Putuskan konten apa yang akan dipasang

Marketing konten bukan hanya postingan blog, tetapi juga banyak tipe konten lainnya.

Manfaatkan tipe konten berbeda, dan jangan takut memadukannya! Menjadikan kontenmu beragam akan membuatnya dinamis dan bisa dinikmati audiens targetmu.

Mulailah dari kategori-kategori berperforma tinggi ini:

  • Postingan “Cara”. Panduan cara atau tutorial untuk melakukan sesuatu. Ini kesempatan hebat bagimu untuk menegaskan otoritas dan keahlian niche-mu.
  • Listicle. Cari tahu tentang “list articles,” Konten ini merupakan sebuah artikel yang menampilkan sebuah daftar, sehingga informasi lebih mudah-cerna bagi pembaca.
  • Studi kasus. Tampilkan pelanggan setiamu dan bagaimana bisnismu membantu memecahkan masalah mereka. Ini cara yang baik untuk menunjukkan kredibilitas usahamu kepada calon pelanggan. 
  • Infografis. Terkadang, terlalu banyak kata bisa sulit terbaca. Infografis menjadi cara yang menarik secara visual untuk memaparkan data, sehingga pembaca bisa lebih menghargainya.
  • Video. Video menyampaikan pesan dengan cara singkat, tetapi menghibur. Seperti infografis, video membuat visual kontenmu menarik – sekaligus enak didengar.
  • Pengumuman perusahaan. Kabari pelangganmu tentang rilis produk baru, acara, atau pengumuman apa pun yang terkait bisnismu.
  • Berita industri. Tuliskan acara terkini di tengah niche-mu untuk mengarahkan trafik ke websitemu.

Peta pikiran konten menjadi fondasi  untuk rencana kontenmu yang ekstensif. Ini juga membantu saat kamu kehabisan ide.

Untuk memulai peta pikiran konten, pikirkan payung topik yang ingin kamu olah. Pecah payung topik tersebut menjadi kelompok topik. Lalu, pecah kelompok topik ke pilar-pilar topik,  lalu dari sana menjadi subtopik.

Pada dasarnya, pecah setiap topiknya sedikit demi sedikit hingga menjadi spesifik dan cukup tertarget untuk dijadikan tulisan. 

Nah, ayo kembali ke bisnis kafemu.

Biasanya, payung topiknya berupa industri kopi. Pecah ini ke dalam beberapa kelompok topik, sehingga ada topik kopi, pastry, makanan penutup, dll. Untuk contoh kali ini, ayo pilih kopi.

Akhirnya, pecah topik itu ke subtopik. Mungkin kamu memiliki beberapa tipe kopi sesuai bahannya, tipe kopi sesuai hasil gilingan kopinya, dan banyak lagi.

Begitu sudah menentukan topik, cobalah tentukan format konten terbaik untuk diolah (Listicle? Infografis?). Lalu jabarkan dengan mempertimbangkan tujuan marketing dan perjalanan pembeli. Ini panduannya:

Kesadaran Pertimbangan Keputusan
  • Blog, postingan media sosial
  • Materi edukasi
  • Konten (video tutorial, tip-sheets, infografis)
  • Kuis
  • Studi kasus 
  • Lembar spesifikasi produk
  • Katalog
  • Testimoni
  • Coba gratis
  • Demo langsung
  • Panduan Pengguna
  • Newsletter

Buat kalender konten

Nah, kamu sudah punya jajaran topik untuk dijadikan konten. Kini waktunya membuat kalender konten.

Kalender konten memberimu pandangan menyeluruh atas rencana konten. Menjaga alur konten yang konsisten pun lebih mudah.

Tentukan jadwal untukmu membuat konten, sekaligus hari dan jam mempublikasikannya. Pastikan patuhi jadwal reguler dan ikuti setertib mungkin.

Dalam membuat jadwal posting, cari tahu kapan kamu bisa mendapat trafik tertinggi. Rata-rata postingan blog mendapat trafik tertinggi pada hari Senin sekitar pukul 11 siang. Manfaatkan yang paling bermanfaat bagimu!

Namun, jangan ragu menyesuaikan jadwalmu, bila memang lebih cocok. Uji jadwalmu secara rutin untuk menentukan kapan postinganmu mendapat trafik tertinggi

Selain itu, gunakan perangkat online untuk menjaga kalender konten. Untuk postingan blog, gunakan sistem managemen konten seperti WordPress. Untuk postingan media sosial, manfaatkan aplikasi seperti Hootsuite dan Buffer.

Kalau kamu punya audiens target yang wilayahnya spesifik, melokalisi kontenmu sangat penting.

Lokalisasi konten adalah penyesuaian konten dengan kekhasan lokal. Ini termasuk menerjemahkan konten ke bahasa setempat, sekaligus mengubah beberapa istilah yang spesifik dan sensitif bagi budaya dan gaya hidup mereka.

Tugas ini bisa jadi pelik. Satu tindakan salah bisa berujung menyinggung satu bagian audiens targetmu dan kehilangan mereka semua. Namun, ini pun tak perlu jadi rumit.

Jadi, bagian mana yang ingin kamu fokuskan saat melokalisasi konten?

Bahasa

Bahasa tak hanya memilih dari bahasa Inggris, Indonesia, Mandarin, dan lainnya. Ini juga termasuk mengubah ejaan kata, seperti lokalisasi (Amerika) ke lokalisasi (Inggris). Kamu juga perlu menilah ungkapan dan ekspresi yang mungkin berarti sesuatu di suatu wilayah, tetapi tidak di wilayah lain.

Gambar

Lokalisasi sebaiknya tak hanya mempengaruhi konten tekstual. Visualnya juga memperhatikan sensitifitas budaya dan gaya hidup audiens tragetmu.

Misalnya, burung hantu simbol kebijaksanaan di Amerika Serikat dan beberapa bagian Eropa. Namun, di budaya lainnya, ini bermakna kematian dan ilmu sihir.

Contoh lainnya adalah film Disney Inside Out. Salah satu adegannya menunjukkan karakter utama menunjukkan rasa jijik terhadap piza brokoli. Namun, di film versi Jepangnya, senimannya mengganti brokoli dengan paprika hijau. Paprika biasanya dianggap menjijikkan bagi anak Jepang, dibandingkan brokoli.

Desain dan tata letak

Ya, desain dan tata letak laman websitemu, infografis, video, dan tipe konten lainnya juga termasuk dalam lokalisasi konten.

Misalnya, budaya Barat membaca dari kiri  ke kanan, sementara budaya Timur Tengah dan Asia Timur membaca dari kanan ke kiri, atau atas ke bawah. Pertimbangkan ini saat mendesain konten yang mudah dibaca mereka.

Pikirkan juga kepekaan budaya saat memilih warna yang digunakan dalam desainmu.

Misalnya, warna hitam berarti intimidasi, kematian, dan duka bagi budaya Barat. Namun, itu diasosiasikan dengan kesehatan, kemakmuran, dan stabilitas di budaya Timur Jauh.

Lakukan pendekatan lebih cerdas untuk kata kuncimu

Mungkin kamu kaget saat tahu bahwa kata kunci generik dan umum tak selalu berhasil membantumu—kecuali brandmu terkenal.

Maka fokuslah pada kata kunci panjang dan terlokalisasi. Hanya sebagian kecil pasar yang menggunakannya, berarti persaingannya lebih sedikit dan kesempatannya berada di peringkat lebih tinggi pada hasil pencarian lebih besar.

Untuk bisnis kafemu, menggunakan kata “kafe” menghasilkan berderet-deret hasil pada mesin pencari. Kesempatanmu tampil di sana lebih kecil. Namun, dengan membuatnya lebih spesifik—anggap saja, “kafe di Jakarta”—hasil pencarian menjadi lebih spesifik dan kecenderunganmu tampil lebih besar.

Namun, jangan membuat kata kunci panjang yang pastinya konyol, seperti “Kafe di Jakarta dengan red velvet cheesecake dan caramel macchiato”. Tak bisa kamu bayangkan ada orang yang mengetik itu di mesin pencari, kan?

Agar lebih mudah, manfaatkan perangkat riset kata kunci online. Google Keyword Planner, Keyword Tool, KWFinder, dan Moz Keyword Explorer adalah beberapa contohnya.