6 Tren Desain Web yang Bakal Muncul di 2020 (+ 3 yang Bakal Menghilang)

2020 hampir tiba. Tahun baru artinya tren website baru.

Mengikuti tren merupakan cara terbaik untuk mengimbangi keinginan pelanggan yang selalu berubah.

Nah, sekarang waktunya mendandani websitemu dan memberinya tampilan terkini.

Lanjutkan membaca agar tahu desain web apa yang bakal ngetren dan apa yang bakal ketinggalan zaman di 2020.

Desain Web yang Bakal Ngetren dan Jadul di 2020

Yang jadul: Image sliders

Slider gambar (atau disebut juga carousel) memberi websitemu tambahan faktor wow. Slider ini bagus sekali untuk bercerita dan memuat lebih banyak konten pada satu ruang.

Sayangnya, slider tidak bekerja dengan baik saat dilihat melalui seluler. Dengan hanya 1% pengunjung yang melihat lebih dari slide pertama, slider menjadi tak sepadan.

Memuat slider juga butuh waktu, sehingga bisa membuat para pengunjung frustrasi.

Yang ngetren: Video header

Tetap menarik perhatian pengunjung merupakan tantangan bagi banyak pemilik website. Alih-alih menggunakan slide yang membosankan dan statis, buatlah video yang memikat.

Video merupakan tren website yang sedang tumbuh. Jadi, nantikan fitur ini sebagai acuan desain untuk 2020 dan seterusnya.

Tak usah berlebihan menambahkan animasi hebat pada videomu. Ini hanya akan menjadikan videomu sebagai sesuatu yang mengganggu, dan ditambah lagi, butuh biaya besar.

Pikirkan sesuatu yang modern dan minimalis. Cobalah gerakan linear, ruang kosong, jenis huruf yang lebih besar, dll.

Tarik lebih banyak perhatian dengan video latar. Lihat  apa yang dilakukan Harry Potter Wizards Unite pada website mereka:

Video latar memberi nuansa dan memperkenalkan brandmu dengan cara yang menarik.

Kamu bisa menambah dan menyesuaikan video pada website Sitebeatmu menggunakan Fitur Video. Ini alternatif yang sangat bagus untuk penggemar gambar dan slider.

Yang jadul: Gambar stok yang basi dan sering digunakan

Tak ada yang bilang foto stok itu tren yang nyaris mati. Foto stok sebenarnya sempurna bagi mereka yang berbudget terbatas. Dan selalu ada katalog foto stok yang banyak untuk dipilih.

Meski demikian, bijaklah dalam memilih foto-fotomu.

Kamu tahu maksudnya kan? Sesering apa kamu melihat foto seseorang entah siapa mengacungkan jempol? Atau sering kali berkata “aku pernah melihat dia sebelumnya” kepada wanita ini?

Foto-foto stok yang basi, dibuat-buat, dan terlalu sering digunakan tak ada gunanya bagi brandmu. Sebaliknya, carilah gambar yang relevan dan terbaru.

Untuk melacak apakah gambarmu pernah tampil online, gunakan  TinEye. Kamu cukup mengupload sebuah foto, dan TinEye akan menunjukkan daftar website mana saja yang menggunakan fotomu itu.

Yang ngetren: Desain grafis flat

Desain minimalis sedang naik daun secara offline dan online. Tak ada yang menyiratkan minimalis lebih baik dari desain grafis flat.

Desain grafis flat menekankan elemen seperti warna-warna berani, bayangan, dan efek gradien untuk menarik pengguna. Brand-brand besar seperti Apple dan Microsoft telah mengadaptasi tren ini selama bertahun-tahun, dan tak ada tanda-tanda akan berhenti.

Mainkan desain grafis flat dengan realisme. Ini menciptakan efek 3D dan sentuhan futuristik bagi websitemu.

Yang jadul: Sans Serif Regular

Sans Serif adalah tipe huruf yang paling sering digunakan untuk tipografi digital. Ini karena hurufnya mudah dibaca dan dapat digunakan untuk apapun. Sans serif juga cocok dengan warna dan latar berbeda.

Namun, layaknya tren dalam daftar ini, sans serif pun berkembang. Kini teks jadi lebih berani dan lantang, dan kamu bisa tebak, berdesain minimal.

Yang ngetren: Tipografi dengan Huruf Tebal

Visual sederhana tetapi mencolok dengan teks tebal: kombinasi kuat ini menarik seluruh perhatian dengan tepat.

Sebagaimana yang disampaikan di atas, Sans Serif sedang mempercantik diri. Dan websitemu bisa menyesuaikan dengan jenis huruf yang besar dan tebal untuk menyampaikan pesanmu.

Kamu juga bisa memadukan sedikit drama dengan satu kata dalam huruf tebal. Atau, bila kamu sedang merasa ceria, tambahkan sentuhan warna untuk benar-benar membuat mata terpaku pada teksmu.

Ayo kita ulas: Ikuti tren lain berikut untuk 2020:

Desain modern minimalis

Minimalisme makin lama makin populer. Gaya ini terus berkembang baik seiring tuntutan untuk desain web yang ramah pengguna.

Desain minimalis cukup menyajikan tiga hal – lebih banyak ruang putih, lebih sedikit warna, dan lugas. Ini memberikan tampilan halus dan profesional pada websitemu.

Desain adaptif/Ramah Seluler

Dunia semakin memanfaatkan seluler, maka begitu pula dengan websitemu.

Desain yang ramah seluler lebih dari sekadar tren. Ini cenderung akan bertahan – selamanya.

Desain ramah seluler membantumu masuk ke pasar yang sangat besar. Untungnya, ini tak melibatkan coding yang rumit. Kebanyakan pembuat website membuatnya siap-pakai untuk seluler, yang artinya websitemu secara otomatis menyesuaikan layar yang berbeda.

Gambar yang disesuaikan

Berinvestasilah pada ilustrasi asli yang paling baik menyampaikan pesan brandmu. Kamu bisa menggunakannya untuk logo dan grafis website lainnya.

Pastinya, gambar yang bisa disesuaikan ini berarti biaya tambahan. Kamu butuh seniman ahli untuk membuat gambar grafis dari nol. Atau kamu bisa memotret foto, lalu menyesuaikannya dengan perangkat editor foto gratisan.

Nah, sudah semuanya!

2020 akan menjadi tahun yang hebat untuk desain web! Dengan keahlian tingkat lanjut pada gambar, warna, dan tipografi – pasti akan sangat menyenangkan mendesain ulang websitemu.

Ingatlah untuk tetap tahu tren terbaru sembari mengingat brandmu. Beberapa di antaranya mungkin tak sesuai dengan pesan brandmu.

Ingin lebih banyak inspirasi desain? Simak beberapa panduan yang membantu berikut ini:

 

Skip to section

downloadable-content_close

Join Us

Dapatkan wawasan terbaru dan terkini seputar teknologi digital untuk membantu mengembangkan bisnismu

Skip to section

BONUS CONTENT