8 Cara Cerdas Bisnis Kecil Menjaga Konsistensi Brand

Sebagai bisnis, tujuan utamamu adalah menarik calon pelanggan dan menjadikannya pelanggan sungguhan. Caranya, kamu meningkatkan daya tampil melalui media sosial, email, website perusahaan, dan lainnya. 

Voila! Langsung jadi terkenal, kan?

Tidak juga, sih.

Mengepos blog atau mengirim email ke pelanggan itu mudah. Namun, terus menerus mengubah desain, pesan, dan nuansa suara membuatmu tenggelam di tengah lautan pesaing. 

Intinya, kamu bakal dilupakan – titik. 

Bisnis terbaik selalu konsisten. Mereka punya gaya editorial, panduan desain, dll. 

Teruslah membaca ini untuk belajar lebih lanjut mengenai konsistensi brand – dan bagaimana kamu bisa menerapkannya di bisnis kecil atau startupmu.

Konsistensi Brand: Kenapa ini penting bagi semua bisnis?

Konsistensi brand meliputi mengurus tampilan, nada, dan rasa brandmu yang serasi. 

Mungkin kamu hanya memikirkan foto profil, palet warna, dan lainnya harus sama – memang benar. Namun, itu juga termasuk bahasa, gambar, suasana, serta hal lainnya yang serupa.

Coba lihat Apple sebagai contohnya. 

Website, akun Facebook, dan akun Instagram brand global tersebut menampilkan rona penggambaran yang sama, jenis huruf dan warna minimalis, serta pesan-pesan lugas. 

Semuanya halus dan lihai – serta ingin seluruh dunia mengetahuinya.

Kenapa konsistensi brand penting?

Bukan hanya brand besar yang perlu punya konsistensi dalam branding. Bisnis kecil pun bisa mendapatkan manfaat berikut:

    • Membedakanmu dari para pesaing. Ini menorehkan gambaran berbeda dan mudah dikenali.
    • Membangun pengakuan. Konsumen mengingatmu saat mencari barang dan layanan yang sesuai niche-mu.
    • Memberimu kepribadian. Orang yang memahami kepribadianmu bisa berhubungan denganmu lebih baik.
    • Membangun kepercayaan. Orang tahu yang mereka nantikan dari brandmu, sehingga mereka lebih mudah yakin dan percaya kepadamu.

Bagaimana Menjaga Konsistensi Brand di Platform Berbeda

Setelah kamu tahu kenapa dan apa konsistensi brand itu, sekarang waktunya belajar bagaimana caranya.

Definisikan brandmu dulu

Cara terbaik agar brandmu konsisten adalah membuat standar tentang brandmu.

Sebagai awalnya, tanyakan pertanyaan ini kepada dirimu:

  • Tinjauan. Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan?
  • Misi. Apa tujuanmu? Bagaimana kamu ingin membantu pelangganmu?
  • Posisi unik. Apa yang membedakanmu dari para kompetitor?
  • Nilai. Keyakinan apa yang menggerakkanmu sebagai sebuah bisnis?
  • Kepribadian Brand. Kalau brandmu orang, seperti apa kepribadiannya?
  • Suara Brand. Kalau brandmu orang, bagaimana caranya berbicara kepada audiensmu?

Menciptakan buku panduan brand

Besar kemungkinan, kamu bukan satu-satunya yang membangun konsep brand ini. Ada timmu juga. Bahkan, bisa jadi pihak ketiga – seiring kamu mulai tumbuh dan mengembangkan kemitraan. 

Nah, kamu perlu menyediakan panduan untuk menyamakan visi. Inilah peran buku panduan brand. 

Buku Panduan Brand berisi pedoman penyajian brandmu melalui seluruh materi yang ada.

Permudah semua orang yang terlibat mengakses buku panduan brand ini kapan pun mereka memerlukannya. Lebih bagus lagi, buat PDF-nya dan bagikan ke semua pihak yang menyentuh brandmu.

Berikut yang perlu kamu sertakan dalam buku panduan brandmu:

Pesan Brand

Elemen-eleman yang mendefinisikan brandmu mengatur pesan brandmu.

Pesan Brand adalah seluruh pesan yang kamu sampaikan kepada dunia. Bisa jadi itu produk atau layananmu, konten marketingmu, desainmu, dan lainnya. 

Pesan brandmu memikat audiens dan mengubah mereka menjadi pelanggan yang membayar.

Karena stafmu juga berinteraksi dengan audiens, pastikan mereka tahu dan paham pesan brandmu sepenuh hati.

Identitas Brand

Identitas Brand merupakan elemen visual brandmu. Anggap itu gaya personal brandmu.

Di sinilah peran logo, palet warna, jenis huruf, dan elemen desain lainnya. 

Logo

Kalau ada satu hal yang lebih dulu diingat orang, itulah logo. Pikirkan Nike. Bukankah logo wusss ikonik mereka langsung terbayang?

Buat logo yang menempel di ingatan dengan pedoman berikut:

  • Variasi Logo. Terkadang kamu perlu menyesuaikan logo demi kepentingan berbeda. Dari watermark gambar, ikon media sosial, header website, dan semacamnya. Buat daftar variasi ini dan jelaskan masing-masing gunanya.
  • Peletakan Logo. Kamu tak mau logomu berceceran di mana-mana. Pandu tim desainmu tentang penempatan yang tepat pada masing-masing jenis media (misalnya foto, gambar, dan video).

Palet Warna

Warna memberi dampak berbeda. Dengan itu. tentukan palet warna yang paling merefleksikan brandmu.

Tipografi 

Ya, jenis huruf berperan membentuk identitas brandmu. Setiap jenis huruf punya mood atau kepribadian berbeda. Maka, pilihlah yang mewakili brandmu dengan baik.

Untuk memulainya, berikut beberapa tipe tipografi berbeda yang bisa dipilih:

  • Jenis huruf Serif (misalnya, Times New Roman, Garamond). Tipe ini punya jangkar (atau kaki kecil) pada ujung setiap hurufnya. Gunakan tipe ini kalau kamu ingin membangkitkan tampilan klasik-tradisional.
  • Jenis huruf Sans serif (misalnya, Helvetica, Montserrat). Tak seperti jenis huruf serif, jenis huruf sans serif tak punya kaki kecil di ujung hurufnya, sehingga menghasilkan tepian yang halus. Gunakan tipe ini kalau kamu menginginkan rasa modern bagi brandmu.
  • Jenis huruf Script (misalnya, Lobster, Great Vibes). Tipe ini mirip huruf-huruf tegak bersambung yang diajarkan saat sekolah dasar. Jenis huruf ini mengantarkan alunan mewah nan feminin pada brandmu.
  • Jenis huruf pajangan (display). Tipe ini memiliki elemen spesial yang membedakannya dari ketiga tipe sebelumnya – bentuk tak biasa, garis dan bayangan, guratan tulisan tangan, dan lainnya. Gunakan tipe ini untuk membuat pernyataan berani!

Susun pedoman untuk masing-masing platformmu

Setiap platform marketing ada praktiknya sendiri. Yang sepertinya berhasil di marketing email, takkan berguna dalam landing pages. Sebagaimana juga, postingan media sosial takkan memiliki pedoman sama seperti blog.

Pertimbangkan ini untuk setiap platform yang kamu gunakan. Manfaatkan kekuatan masing-masing platform!

Mari kita ambil contoh media sosial:

  • Facebook. Sebagai salah satu saluran media sosial paling serbaguna, Facebook cocok untuk berbagi gambar, video, dan konten panjang. Ini juga menarik bagi orang dari segala usia, karena nyaris semua orang yang kita kenal menggunakan platform ini.
  • Instagram. Dengan keunggulan postingan visual, Instagram merupakan opsi sempurna untuk foto, grafis, dan video pendek. Fitur story-nya pun bekerja dengan baik untuk potret di balik layar.
  • Twitter. Berkat batasan 280 karakter, Twitter cocok untuk update cepat brandmu atau interaksi langsung dengan audiensmu.
  • Youtube. Sebagai platform video paling populer, Youtube menjadi pilihan ideal untuk video panjang. Bayangkan saja tutorial, podcast video, di balik layar, dll.
  • LinkedIn. Sebagai jejaring online bagi para profesional, LinkedIn adalah tempat untuk membangun kepemimpinan pemikiran dengan berbagi konten penuh wawasan sesuai niche-mu. Ini juga platform sosial hebat untuk pengumuman industri.

Jaga elemen fundamentalnya tetap sama

Walau masing-masing platform bekerja berbeda, kamu masih perlu menjaga beberapa elemen teks dan visual tetap sama agar brandmu tetap utuh.

Nama akun media sosial dan domain

Gunakan nama pengguna yang sama untuk semua saluran media sosialmu. Idealnya, itu selaras dengan nama domainmu. Audiens sasaranmu jadi lebih mudah menemukanmu secara online.

Foto profil

Gunakan logomu sebagai foto profil di seluruh saluran.

Kalau ada kampanye yang sedang berlangsung, buat desain yang disesuaikan, yang menampilkan logomu, lalu gunakan sebagai foto profilmu. Ini tak hanya memberi sorotan bagi logomu, tetapi juga mempromosikan kampanyemu.

Foto header

Facebook dan Twitter memungkinkanmu mengunggah foto header untuk mengubah profilmu. Gunakan kesempatan ini untuk mempromosikan kampanye terkinimu. Atau tampilkan kantor pusat bisnismu atau foto timmu untuk menambah sentuhan manusiawi pada brandmu.

Deskripsi profil

Deskripsikan brandmu. Sebagian besar platform memiliki batasan jumlah karakter, jadi mungkin kamu perlu menulis deskripsi dengan panjang berbeda. Pastikan konteksnya tetap sama.

Rencanakan kontenmu di awal

Mengatur konten di banyak platform serta memikirkan konsistensi brand pada saat bersamaan mungkin terasa menantang. 

Agar lebih efisien, rencanakan kontenmu di awal.

Ini akan memberimu pandangan menyeluruh atas kontenmu di seluruh platform, sehingga bisa dimonitor lebih mudah bila semuanya selaras. Sekadar memposting seadanya akan berujung konten yang terasa nggak nyambung.

Perangkat media sosial, seperti Hootsuite dan Buffer, menyederhanakan ini menjadi beberapa klik. Gunakan aplikasi-aplikasi ini untuk mengatur semua akun media sosialmu di bawah satu atap.

Selain itu, cobalah mengartikan ulang konten yang kamu unggah di satu platform – kemudian postinglah di platform lainnya.

Misalnya, bila kamu baru saja mengepos blog, ambil tautannya dan postinglah di Facebook. Lalu, ambil beberapa kutipan menarik dan postinglah di Twitter. Setelah itu, gunakan gambar yang ditampilkan dan pasanglah di Instagram dengan keterangan foto yang luwes.

Kamu tak perlu memanfaatkan semua platform (Catat di pedoman platformmu!). Pada akhirnya, lebih baik menggunakan tiga brand media sosial yang konsisten, dibandingkan tersebar di sepuluh media di mana-mana.

Kembangkan brandmu secara offline

Sejauh ini, kita membahas platform online. Namun, jangan lupakan yang offline.

Bila bisnismu berhubungan dengan jajaran real estate, toko fisik, layanan antar, dan semacamnya, maka kamu tahu kamu terus-menerus berinteraksi langsung dengan pelanggan. Kamu juga perlu mengurus sumber daya fisik.

Agar menjaga konsistensi brand sepenuhnya, jangan sekadar membatasinya pada platform online. Hubungkan juga dengan platform offlinenya.

Bicaralah kepada pelangganmu dengan kepribadian sama seperti materi marketingmu. Desain toko atau truk pengirimanmu sesuai dengan identitas brandmu. Operasikan bisnismu dengan menanamkan misi dan nilai di kepalamu.

Kesimpulan

Setelah tahu apa, kenapa, dan bagaimana konsistensi brand itu, pertanyaan terakhirnya, kapan?

Jawabannya hari ini. Hari ini dan seterusnya.

Pikirkan brandmu sepanjang waktu saat menangani platform-platform berbeda, dan kamu akan merasakan kesetiaan pelanggan yang tak ada duanya.