Sitebeat Loader

Bicara dengan konsultan website kami

Harap berikan informasi detailmu dan tim Sitebeat akan menghubungimu!

Terima kasih

anggota tim Sitebeat akan segera menghubungimu atau hubungi kami sekarang melalui:

oleh Anggun Prameswari

23 Desember 2020

Panduan Marketing 5 mnt

Mau Bikin Blog? Ini Hal-Hal yang Perlu Kamu Ketahui

Kamu mungkin bertanya-tanya, memangnya bikin blog masih ada gunanya?

Di jagat maya, setiap orang bisa menemukan banyak informasi dengan mudah. Salah satu medianya adalah melalui blog. Sejak booming di era 90-an, blog berkembang dengan pesat.

Banyak orang menulis di blognya sendiri, dan menjadi pembaca setia di blog orang lain. Masalahnya, setelah beberapa dekade kemudian, apakah bikin blog masih perlu?

Pengguna internet di Indonesia pada 2020 sudah mencapai 196,7 juta pengguna. Namun, pertumbuhan ini juga diiringi dengan perkembangan platform media sosial.

Orang-orang gemar menulis status via Facebook dan Twitter, memasang caption sebagai pelengkap foto di Instagram, atau menyimak konten audio dan video melalui Spotify, Youtube, dan TikTok.

Banyak orang mengira membuat blog tak semenarik dulu lagi. Salah satu alasannya, konten tulisan panjang dianggap tidak sesuai dengan attention span pembaca digital yang makin pendek.

Ini membuat konten-konten yang bersifat audio dan video semakin diminati. Namun, bukan berarti aktivitas blogging jadi padam dan tidak laku lagi. Blog ternyata masih tetap banyak peminatnya.

Kenapa blog tetap diminati?

Berikut beberapa poin kenapa media blog tetap disukai banyak orang:

Media menyampaikan gagasan

Menulis mampu mengasah caramu berpikir kritis dan sistematis. Dengan menulis di blog, kamu punya ruang untuk berbagi ide. Gagasan yang kamu bagikan pun bisa bermanfaat bagi orang lain.

Blog menyediakan ruang cukup panjang agar kamu bisa menuliskan idemu secara lengkap dan informatif. Ruang ini saat ini belum bisa disediakan oleh platform micro-blogging seperti Facebook atau Twitter.

Membangun jaringan

Tak jarang, kamu bisa dikenal orang berkat blogmu. Misalnya, kamu berbagi artikel mengenai parenting dan dibaca banyak orang tua di luar sana.

Atau kamu yang tertarik dengan topik kesehatan, rutin membaca blog seorang penggiat diet dan olah raga tertentu untuk menambah wawasan.

Interaksi-interaksi seperti ini berpotensi untuk memperluas pertemanan dan jaringan, dan bisa jadi peluang bisnis di masa depan.

Memamerkan portofolio

Penerjemah lepas memajang cuplikan terjemahan yang telah diterbitkan. Penulis mengunggah cerpen atau puisinya.

Desainer grafis, fotografer, arsitek, penata interior, pengarah gaya, chef, dan masih banyak profesi atau bisnis lain yang bisa memanfaatkan blog sebagai etalase portofolio mereka.

Dengan satu alamat URL saja, kamu bisa merangkum semua portofolio terbaikmu untuk dikirimkan ke calon klien. Kebayang praktisnya, kan?

Mencari uang

Salah satu cara mendulang Rupiah melalui blog adalah dengan memasang AdSense. Namun, kamu juga bisa dibayar melalui ulasan berbayar, misalnya saat meng-endorse produk tertentu.

Selain itu, blogmu bisa dimanfaatkan untuk memajang konten soft-selling bisnismu atau meningkatkan trafik ke website utamamu.

Tips Membuat dan Mengelola Blog

Kalau kamu belum punya blog dan tertarik untuk membuat blog, poin-poin berikut layak kamu simak sebelum melangkah lebih jauh.

Tentukan tujuan membuat blog

Semua diawali dengan niat. Buat apa sih kamu membuat blog? Tujuan yang jelas akan memudahkanmu membuat perencanaan ke depannya.

Bisa jadi kamu membuat blog untuk wadah berekspresi semata. Tentu nuansa blog dengan tujuan itu akan berbeda bila kamu ngeblog untuk memamerkan portofolio atau menghasilkan pendapatan.

Tips: Tulis tujuanmu di atas kertas. Ini akan membantumu tetap fokus setiap kali merasa mentok atau kehilangan arah saat mengelola blog.

Tentukan target pembaca dan konten

Setelah kamu tahu tujuanmu, maka lebih mudah menentukan target pembaca dan konten yang kamu siapkan. Ini berkaitan erat dengan niche blogmu. Apa itu niche? Niche adalah topik khusus yang menjadi benang merah konten-kontenmu.

Kalau kamu ingin membuat blog untuk memamerkan portofolio sebagai ilustrator, maka konten-kontenmu berisi foto atau gambar karyamu, dilengkapi cerita singkat mengenai karya itu.

Selain itu, kamu juga bisa membuat konten berupa cara menggambar sesuatu dengan video timelapse, review alat gambar favoritmu, atau rekaman testimoni klien yang puas dengan layananmu.

Tips: Agar kontenmu dinamis, kamu bisa memadukan berbagai format konten. Bangun keterikatan emosi antara kontenmu dengan pembaca. Kamu bisa menggunakan gambar dan foto yang sesuai, audio singkat, dan video yang unik agar kontenmu tidak mudah dilupakan.

Asah keterampilan menulis

Ada banyak cara agar kamu bisa mengasah keterampilan menulis. Ini bisa dipelajari dari mengamati pola penulisan blog-blog sukses yang sudah ada. Selain itu, kamu juga perlu memahami karakter pembaca konten blogmu.

Mereka suka yang formal, santai, atau perpaduan keduanya? Sesuaikan pula dengan karakter pribadi dan niche yang kamu tawarkan. Bila karakter pribadimu cenderung ceria, hindari pola kalimat terlalu formal dan gunakanlah kata-kata yang lebih santai.

Tips: Proses ATM – Amati, Tiru, dan Modifikasi bisa jadi metode tepat untuk mengasah kemampuan menulismu.

Pilih media ngeblog yang digunakan

Saat ini banyak platform blogging yang tersedia. Ada yang gratis, ada yang berbayar. Ada yang templatenya sudah disediakan, ada pula yang butuh keahlian desain khusus. Semua tentu tergantung kebutuhanmu (Ingat, kembali ke poin 1).

Bila tujuanmu bikin blog adalah untuk personal branding, bisnis, atau memamerkan portofolio, maka kamu butuh website dengan domain yang unik. Kamu bisa memanfaatkan layanan pembuat website maupun domain yang tersedia di Sitebeat.

Tips: Pilih nama domain yang unik serta mudah diingat dan dieja agar pembaca tidak “nyasar” saat akan mengunjungi blogmu.

Sitebeat Domain

Buat timeline 

Ada kalanya kamu jenuh atau bingung ingin membuat konten seperti apa. Untuk menghindari hal ini, kamu perlu membuat timeline. Kamu bisa membuat perencanaan setahun, yang diperinci dalam rencana bulanan.

Tentukan dalam sebulan, berapa kali kamu akan mengunggah konten. Bisa jadi seminggu sekali, atau dua kali. Lalu tentukan pula subtema yang kamu angkat pada tanggal-tanggal posting yang ditentukan.

Dengan begini, kamu bisa melakukan riset dan persiapan konten yang sesuai. Nilai lebih dari pembuatan timeline ini: Kamu bisa lebih disiplin ngeblog!

Tips: Gunakan tanggal-tanggal penting atau tanggal cantik sebagai tanggal peluncuran konten. Misalnya niche blogmu adalah tentang pendidikan anak, kamu bisa meluncurkan konten spesial pada saat tahun ajaran baru, hari anak nasional, atau hari guru.

Kesimpulan

Tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai membuat blog. Walau berbagai platform media sosial terus berkembang, blog tetap dibutuhkan.

Kamu harus tetap jeli mempelajari dan memadukan tren yang berkembang, sekaligus mengasah kemampuan menulismu, agar blogmu selalu menarik.

Sitebeat Website Builder

Join Us

Dapatkan wawasan terbaru dan terkini seputar teknologi digital untuk membantu mengembangkan bisnismu.



Bonus Content