Cara mendapatkan proyek freelance

10 Cara Mudah Mendapatkan Proyek Lepas (Freelance) Pertamamu

Klien adalah sumber utama untuk proyek freelancemu. Kebanyakan proyek freelance menyebutkan bahwa mendapatkan klien pertama adalah sebuah tantangan.

Tidak perlu khawatir. Kami siap membantumu.

Cara Mendapatkan Klien Freelance Pertamamu

Tidak ada klien yang akan mempekerjakan freelancer tanpa melihat hasil kerja mereka terlebih dahulu karena terlalu berisiko.

Maka dari itu, freelancer pada umumnya menunjukkan hasil kerja mereka di portofolio online.

Freelancer berpengalaman biasanya lebih memilih membuat portofolio pada websitenya sendiri. Mereka paham pentingnya memiliki platform untuk portofolio mereka. Tak hanya itu, mereka juga bisa mem-branding portofolio mereka dengan alamat web yang unik.

Jika kamu tertarik untuk membangun website untuk portofoliomu sendiri dalam waktu singkat, cobalah Sitebeat.

Permudah calon klien untuk menemukan dirimu secara online dan menilai apakah kamu orang yang tepat untuk proyek mereka. Perbarui profil media sosialmu dan buat portofolio online.

Profil LinkedIn

Perbarui profil LinkedIn-mu dan minta referensi dari orang-orang yang pernah bekerja denganmu. Sertakan tautan portofolio onlinemu di bagian pengalaman bekerja.

Profil Facebook

Perbarui pengalaman kerja di profil Facebook-mu untuk menunjukkan bahwa kamu adalah freelancer di bidangmu. Tambahkan tautan ke portofolio onlinemu. Kemudian, umumkan ini di timeline dengan tautan atau contoh foto hasil kerjamu.

Profil Twitter

Perbarui deskripsi profil Twitter-mu untuk menunjukkan bahwa kamu adalah seorang freelancer. Gunakan tagar yang menunjukkan bidangmu. Misalnya, penulis lepas bisa menggunakan tagar #freelancewriter. Ini memudahkanmu untuk ditemukan. Kemudian, tambahkan tautan ke portofolio online-mu.

Lalu, post tweet yang mengumumkan bahwa kamu tersedia untuk proyek freelance.

Sebagian besar forum pekerjaan mengharuskanmu untuk bersaing dengan freelancer lainnya, jadi penting untuk memiliki profil yang menunjukkan keahlian dan pengalamanmu.

Berikut adalah platform freelance yang paling populer:

Upwork

Awalnya dikenal sebagai Elance-oDesk, Upwork adalah salah satu platform freelancing terbaik dunia di mana suatu usaha dapat mempekerjakan talent lokal atau mancanegara. Pada 30 Juni 2018, ada total 2 miliar proyek yang dipasang di platform ini, dengan 375.000 pekerja lepas dan 475.000 klien di lebih dari 180 negara. Pekerjaan yang tersedia berkisar dari web development hingga admin support, sehingga semua jenis freelancer dapat bergabung.

Toptal

Jika kamu seorang software developer, designer, pakar keuangan, atau manajer proyek dengan pengalaman yang luas, kamu juga dapat menemukan pekerjaan lepas di Toptal. Platform freelance yang berbasis di California ini hanya menjanjikan talent-talent elit untuk klien. Mereka memiliki proses penyaringan yang ketat di mana mereka hanya memilih 3% pelamar teratas.

Folyo

Folyo adalah platform freelance untuk industri kreatif seperti desainer grafis, desainer front-end, desainer UX, desainer web, ilustrator, dan desainer logo. Tim Folyo menyaring lebih dari 10.000 proyek setiap harinya dan mengirimkan lima hingga 20 proyek per minggu kepada anggotanya.

Fiverr

Fiverr adalah pasar online di mana suatu usaha dapat membeli dan freelancer dapat menjual layanan mereka. Gig—atau pekerjaan freelance satuan—memiliki harga yang dimulai dari $5, sesuai namanya. Layanan yang ditawarkan meliputi grafik dan desain, digital marketing, penulisan dan penerjemahan, video dan animasi, musik dan audio, pemrograman dan teknologi, bisnis, serta hiburan dan gaya hidup.

Behance

Situs jaringan yang dimiliki oleh Adobe ini adalah situs di mana pekerja kreatif dapat membangun, menunjukkan, dan mempromosikan portofolio mereka secara online. Situs ini juga berfungsi sebagai kolam rekrutmen di mana 12 juta pekerja kreatif seperti desainer grafis, fotografer, art director, dan lainnya dapat menemukan pekerjaan.

Amati jaringan profesionalmu. Minta siapa pun yang pernah bekerja sama denganmu untuk memberikan rekomendasi di LinkedIn (jika mereka memiliki akunnya). Jika relevan dengan bidang freelancemu, tambahkan rekomendasi tersebut di webmu.

Klien lebih memilih untuk mempekerjakan freelancer yang direkomendasikan oleh seseorang yang mereka kenal. Ini meningkatkan peluangmu untuk mendapatkan proyek pertama.

Manfaatkan jaringan pribadi dan profesional dan beri tahu mereka tentang kariermu sebagai freelancer. Mereka bisa saja merekomendasikan ke calon klien yang sedang membutuhkan layananmu.

Kamu masuk ke Facebook dan melihat ada orang yang merekomendasikan sebuah halaman kepadamu. Ternyata, itu freelancer lain. Apa yang kamu lakukan? Apa kamu memandang rekan freelancer ini sebagai kompetisi dan ancaman?

Komunitas freelancer adalah komunitas yang sangat erat. Jadi, jangan takut untuk berhubungan dengan freelancer lain di daerahmu.

Hadiri seminar freelancer, sesi networking dan acara lain di mana kamu dapat bertemu dan terhubung dengan freelancer lainnya. Tanyakan bagaimana mereka memulai karier mereka dan dapat mewujudkan ide-ide mereka. Siapa tahu ada yang akan merekomendasikanmu ke klien mereka.

Jangan ragu menawarkan layananmu secara gratis untuk klien non-profit dan organisasi amal. Pertimbangkan juga untuk memberikan proyek secara gratis sebagai bonus untuk para pemimpin industri strategis di bidangmu.

Jangkau calon klienmu dengan tawarkan untuk menulis blog atau membuat contoh homepage untuk mereka tanpa komitmen untuk mempekerjakanmu. Jika mereka suka hasil kerjamu, sekali proyek freelance saja sudah bisa membuat mereka menjadi klien langgananmu.

Tidak perlu khawatir, karena paling tidak kamu dapat memasukkan hasil kerjamu tersebut ke dalam portofolio, bahkan jika kamu tidak dibayar. Kamu juga dapat meminta testimonial dan referensi setelah selesai. Fakta bahwa kamu sudah memberikan layanan gratis untuk organisasi amal dan mendapatkan testimoni dari tokoh-tokoh kunci di industrimu akan membuatmu terlihat bagus.

Kamu sudah memberi tahu klien segala hal tentang dirimu dan apa yang dapat kamu lakukan untuk mereka. Namun, ketika saatnya melenggang, buat semuanya menjadi tentang mereka. Berusahalah untuk memahami tantangan bisnis mereka dan jelaskan bagaimana kamu dapat memberikan solusi.

Jika perlu, gunakan jargon bisnis untuk menunjukkan kamu telah meluangkan waktu untuk memahami industri mereka dan tidak hanya menawarkan solusi generik.

Pastikan kamu terlindungi secara hukum dan finansial dengan memasukkan semuanya ke dalam kontrak. Pastikan kontrak tersebut mencakup ketentuan dasar—timeline, harga, bentuk pembayaran, penalti untuk keterlambatan pembayaran, dan syarat dan ketentuan untuk pekerjaan tambahan.

Setelah membuat kesepakatan, ajukan yang terbaik dan berusahalah untuk mengesankan klien dengan hasil kerjamu. Periksa kembali persyaratan proyek untuk memastikan kamu memahami apa yang dibutuhkan. Ajukan pertanyaan jika kamu masih belum mengerti.

Jika kamu dapat melakukan lebih dari yang diminta klien—seperti mengirimkan lebih awal dari tenggat waktu—itu bagus.

Intinya: Ulangi langkah-langkah tersebut dan terus ambil tawaran kerja

Satu-satunya cara untuk mendapatkan klien lebih banyak adalah… terus mengambil tawaran freelance. Semakin banyak klien yang kamu ambil dan semakin tinggi jam terbangmu, semakin terbiasa kamu dengan pekerjaan lepas. Jadi, setelah mendapat klien pertama, teruslah berusaha!

Mendapatkan klien pertama adalah sebuah tantangan. Tapi, begitu kamu berhasil, itu bisa menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam karier freelance-mu. Siapkan strategi, tekunlah dalam berupaya, dan kamu akan segera menemukan klien impianmu.

downloadable-content_close

Checklist Utama Online Branding untuk Freelancer

DOWNLOAD

BONUS CONTENT

Artikel Lainnya