11 Cara Menjadi Influencer Instagram

Wajar saja kalau kamu merasa jatuh hati kepada beberapa influencer yang kamu ikuti di media sosial. Kamu mengikuti postingan mereka, serta sering berinteraksi dengan mereka.

Jangan heran kalau influencer marketing dengan cepat menjadi salah satu media beriklan paling efektif bagi banyak brand.

Pada 2020, belanja influencer marketing di Instagram diperkirakan mencapai 2,3 miliar Dolar. Influencer dengan 50.000-80.000 pengikut bisa menghasilkan $200 atau sekitar 2,8 juta Rupiah per postingan.

Seiring makin banyaknya brand beralih ke Instagram untuk mempromosikan produk atau jasanya, influencer Instagram sepertinya menjadi profesi baru dengan peluang besar.

Cara menjadi populer di Instagram

Membuat website

Tunggu dulu. Kenapa butuh website, padahal kamu sedang berusaha jadi populer di Instagram?

Website adalah rumahmu di internet. Itulah tempatmu menonjolkan kreativitas, gaya, dan segala hal spesial tentangmu, tanpa terikat peraturan atau kebutuhan platform mana pun.

Misalnya, salah satu caramu mengulik kreativitas di websitemu adalah dengan memilih ekstensi domain yang unik.

Bila bergelut di bidang teknologi, kamu bisa memilih ekstensi .TECH. Bila bidangmu di eCommerce, maka .STORE bisa jadi pilihan tepat.

Nah, kalau mau lebih kreatif lagi, coba pertimbangkan .SPACE, atau jika ingin yang luwes sekaligus unik, maka .ONLINE pas sekali untukmu.

Memilih niche yang tepat

Memilih niche yang tepat merupakan keputusan penting sebelum mulai menjadi influencer Instagram. Idealnya, pilihan niche-mu berangkat dari kecintaan, minat, serta pengetahuanmu.

Agar sukses menjadi influencer Instagram, kamu perlu mengunggah konten asli dan menarik secara rutin. Kalau tidak mencintai bidang itu atau tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang hal itu, mempertahankan momentumnya sangatlah sulit.

Misalnya, kalau ingin membahas tentang fashion, kamu harus menampilkan gaya pribadi tertentu. Influencer fashion yang populer berbelanja fashion secara rutin, menghadiri acara-acara fashion, serta menawarkan tips gaya unik bagi audiensnya.

Kalau hanya punya kecintaan pasif terhadap fashion, maka sulit bagimu bersaing dengan mereka yang bernapas, makan, dan tidur bersama fashion.

Menentukan target audiens

Wajib bagimu untuk memahami target audiensmu sebaik-baiknya. Satu lompatan besar untuk menjadi influencer Instagram berskala besar adalah dengan menjadi micro-influencer (mereka yang pengikutnya sekitar 3.000-10.000 akun).

Kamu perlu meluangkan waktu memahami dan membangun persona ideal para pengikutmu. Kamu perlu tahu dengan gamblang segala tentang mereka, mulai dari kesukaan, demografi, lokasi, pendapatan, pola pengeluaran, dan lainnya.

Sambil memahami audiensmu, kamu pun harus memikirkan brand-brand yang berkaitan dengan niche-mu. Tujuan sebagian besar influencer Instagram adalah menghasilkan uang dari postingan Instagram.

Misalnya, ada beberapa brand di industri makanan. Setiap brand punya identitas berbeda, beragam jenis makanan, dan target audiens yang berbeda.

Nah, kamu perlu menyelaraskan persona audiensmu itu dengan brand-brand yang tepat, agar bisa berpadu dengan sempurna.

Membuat bio Instagram yang menarik

Setelah merumuskan niche-mu, dan menentukan audiens yang kamu sasar, luangkanlah waktu untuk membuat bio yang menarik. Terlepas brand atau pengikut yang akan membacanya, bio menarik akan memberi kesan baik dalam benak pengunjung akunmu.

Bio ini harus betul-betul sesuai denganmu dan unik. Biomu wajib mencantumkan kata kunci yang digunakan oleh audiens niche-mu.

Bila memiliki website atau blog, sertakan juga tautannya di biomu. Kamu pun perlu mencantumkan alamat email dan detail lainnya agar pengikut atau brand bisa langsung berinteraksi denganmu.

Menggunakan caption dengan bijak

Biasanya, pembuat konten pada feed Instagram memposting lebih banyak gambar dan sedikit narasi. Namun, para influencer tak lagi hanya mengandalkan gambar semata agar bisa terhubung dengan audiensnya.

Kini, mereka juga memanfaatkan caption untuk berbagi kisah menarik yang melengkapi gambar atau videonya.

Dulu, caption Instagram boleh saja sekadar kalimat pendek dan konyol sebagai pemanis gambarnya. Namun kini, banyak yang bisa kamu lakukan dengan caption-mu itu.

Misalnya, coba tuliskan cerita yang kuat pada setiap postinganmu. Kata-kata yang tepat dapat membangun hubungan emosi dengan audiensmu. Selalu akhiri caption itu dengan pancingan call-to-action, sebab inilah yang membantu menaikkan engagement.

Baca juga: 5 Tombol Call-to-Action yang Akan Membuat Penjualan E-commercemu Meroket

Sitebeat Website Builder

Instafeed yang konsisten

Sembari membuat postingan pribadi, kamu perlu tetap menjaga agar temanya tetap konsisten. Dengan begini, seluruh Instafeed-mu akan tampak senada. Misalnya, pastikan seluruh gambarmu beresolusi tinggi.

Kamu bisa menggunakan filter dan preset senada saat mengedit gambar-gambarmu. Hindari memposting gambar atau cerita secara spontan.

Sebaiknya pertimbangkan dulu sebelum memposting dan rencanakan bagaimana postingan itu akan sesuai dengan feed-mu.

Kalau ada gambar atau video keren, gunakan saja, tetapi jangan langsung diunggah. Luangkan waktu untuk mengedit dan menjadikannya konsisten, sesuai dengan karakter feed-mu.

Memilih tagar yang tepat

Kamu bisa menggunakan hingga 30 tagar dalam sekali postingan Instragram. Tagar yang tepat akan menggiring perhatian audiens ke postinganmu.

Banyak orang tergoda menggunakan tagar dengan volume pencarian tinggi. Namun, ini mungkin tak sesuai dengan postingan atau audiensmu.

Tagar seperti itu sifatnya kompetitif, dan postinganmu bisa jadi tenggelam begitu saja. Misalnya, tagar seperti #fashionblogger atau #foodblogger sifatnya sangat kompetitif.

Sementara itu, tagar niche seperti #ethnicfashionblogger atau #mediterraneanfoodblogger bisa membantumu tampak unggul di antara blogger-blogger lain di industrimu.

Cobalah akun bisnis

Akun bisnis Instagram dilengkapi fitur ekstra yang tak ada di akun pribadi. Misalnya, akun bisnis memiliki tombol call-to-action sehingga pengguna bisa menghubungi unit bisnismu atau membuat janji.

Dengan akun bisnis, kamu pun bisa mendapat masukan terperinci mengenai audiensmu, misalnya demografi mereka, waktu yang tepat untuk memposting konten, dan lainnya.

Kamu pun akan mendapat label di bawah nama tampilanmu yang bisa digunakan untuk menggambarkan bisnismu.

Akun bisnis memungkinkanmu menyasar audiens tertentu untuk memperluas jangkauan konten di sekitar target audiens. Selain itu, akun bisnis memungkinkan promosi berbayar untuk postinganmu.

Namun, opsi ini sebaiknya dipilih bila kamu yakin akan memperoleh pendapatan dari akunmu. Kecuali ada strategi jelas untuk memonetisasi basis pengikutmu, maka mengeluarkan uang untuk postingan berbayar mungkin bukanlah strategi terbaik.

Naikkanlah tingkat engagement-mu

Mengunggah IG story atau foto adalah salah satu cara menjadi influencer Instagram yang sukses. Yang tak kalah pentingnya adalah menjalin dan merespons pertanyaan dan komentar audiensmu.

Agar interaksi ini terus berkembang, sebaiknya kamu memposting di waktu-waktu audiensmu sedang aktif-aktifnya. Selain itu, kamu bisa menggunakan polling untuk mengarahkan engagement.

Stiker Instagram story (misalnya stiker pertanyaan, kuis, atau hitung-mundur) bisa mendongkrak engagement. Sticker juga bisa memberimu umpan balik atas kualitas postinganmu, dan menggunakannya untuk merencanakan strategi berikutnya.

Kamu pun sebaiknya bereksperimen dengan tipe konten yang lebih baru, misalnya Instagram Reels agar audiensmu tetap tertarik. Namun, untuk saat ini fitur tersebut belum bisa diaktifkan dan harus menunggu agar sepenuhnya berfungsi.

Buatlah profil yang representatif di mata brand

Walau butuh waktu untuk mendapatkan cukup pengikut demi menjaring perhatian pengiklan, kamu tetap perlu menjaga profilmu terbuka dengan banyak brand sejak awal.

Misalnya, luangkan waktu untuk membuat media kit Instagram yang menarik dan calon brand yang akan bekerja sama bisa mempelajarinya.

Media kit ini memberitahu brand tentang informasi influencer yang bersangkutan, termasuk jumlah pengikut, demografi audiens, pencapaiannya, serta kontak yang bisa dihubungi.

Selain itu, media kit juga mencantumkan rincian jenis-jenis kolaborasi yang ditawarkan. Nah, begitu jumlah pengikutmu cukup besar, kamu bisa mengirimkan media kit itu ke brand yang sesuai dengan niche-mu.

Fokuslah pada pertumbuhan organik

Meski mengeluarkan uang untuk membeli pengikut di Instagram bisa membantu, kamu perlu fokus pada pertumbuhan yang sifatnya organik.

Untuk itu, kamu perlu membuat postingan secara konsisten dan terus-menerus yang memberi nilai lebih kepada audiensmu.

Nah, saat kamu mulai menghasilkan uang, cobalah bagikan pendapatan Instagrammu itu dengan audiensmu dalam bentuk giveaway atau hadiah kontes.

Kamu pun perlu meluangkan waktu berinteraksi dengan audiensmu serta menjawab pertanyaan dan komentar sebanyak mungkin.

Pertimbangkan hal-hal pendukung yang menjadi perhatian audiensmu. Nah, bila kamu bisa memancing user-generated content (konten yang dihasilkan dari user atau pengguna, dalam hal ini Instagram), maka itu akan jadi nilai lebih.

Kesimpulan

Membangun basis pengikut yang menyayangimu dan secara aktif berinteraksi denganmu tidaklah mudah. Bagi audiens yang benar-benar terhubung denganmu, penting bagimu untuk menunjukkan sisi dirimu sebenarnya.

Ceritakan kisahmu dan bagikan momen-momenmu untuk membangun hubungan emosional bersama pengikutmu. Bila melakukannya secara konsisten, pada akhirnya kamu akan bisa membangun dan mengembangkan kelompok audiensmu sendiri.

Sitebeat Web Design