Panduan Pemula Seputar Domain dan Cara Kerjanya

Meskipun semua orang tahu bahwa situs yang berbeda memiliki nama yang berbeda, tidak semua orang mengetahui apa itu domain dan bagaimana cara kerjanya. Jika kamu pernah bertanya-tanya tentang hal tersebut, maka artikel ini pas untukmu.

Berikut adalah penjelasan seputar dunia domain, mulai dari apa itu nama domain, cara kerjanya dan banyak lagi. Karena ditujukan untuk semua orang, amatir atau pun profesional, tua maupun muda, apapun profesinya, maka kami pastikan artikel ini bebas kode dan jargon berbau teknis!

Mulai menjelajah tentang domain dan cara kerjanya!

Nama domain

Nama domain adalah alamat yang digunakan untuk memudahkan pengguna, terkadang disebut URL (Uniform Resource Locator) atau alamat web. Dibuat untuk membuat alamat IP, atau Internet Protocol, alamat ini lebih dapat diakses dan lebih mudah diingat.

Alamat IP adalah serangkaian angka, seperti nomor telepon, yang ditetapkan ke setiap komputer. Namun, alamat IP dengan angka acak seperti 191.124.184.129 tidak terlalu mudah diingat. Tetapi nama domainlah seperti www.sitebeat.com yang mudah diingat.

Itulah alasan domain dibuat, untuk mempermudah dalam menjangkau lokasi yang tepat dari sebuah website tanpa harus mengingat alamat numeriknya.

Nama domainmu itu unik, seperti sidik jari. Saat seseorang mengetiknya di browser, mereka akan dibawa langsung ke ruanganmu di Internet tempat mereka dapat melihat websitemu.

Perbedaan nama domain dan website

Orang biasanya menganggap nama domain dan website sebagai hal yang sama. Tapi meski saling terkait erat, keduanya berbeda.

Saat kamu mendaftarkan domain, kamu mendapatkan alamat web tetapi bukan website (ini adalah sesuatu yang perlu kamu buat). Jadi, meskipun kamu dapat memiliki domain dan memilih tidak menggunakannya untuk website, tapi kamu tidak dapat memiliki website tanpa domain.

Misalnya, jika kamu ingin memulai bisnismu secara online dan kamu telah memilih sebuah nama, kamu harus mendaftarkannya terlebih dahulu, kemudian membangun websitemu dan kemudian mencari host sehingga situsmu terlihat di web dan orang-orang dapat mengaksesnya. Saat bisnismu berkembang, kamu selalu dapat mengubah tampilan atau desain websitemu sambil tetap menggunakan nama domain yang sama.

Domain Sitebeat

Cara kerja nama domain

Untuk memahami cara kerja domain, pertama-tama kamu perlu memahami apa itu Domain Name System atau DNS, dan cara kerjanya.

Setiap orang yang pernah menggunakan Internet pasti juga menggunakan DNS, bahkan tanpa menyadarinya. Server DNS diperlukan karena ia ibarat buku teleponnya Internet, yang mengelola database besar dari nama domain dan menerjemahkannya menjadi alamat IP untuk mengarahkan permintaanmu ke situs yang ingin kamu akses. Anggap saja seperti menekan nomor telepon untuk terhubung ke orang yang ingin kamu telepon.

DNS diperlukan karena meskipun nama domain mudah diingat orang, komputer atau mesin mengakses website berdasarkan alamat IP. Jadi DNS itu penting agar kamu tidak perlu mengingat alamat IP dari semua situs favoritmu, melainkan mengetikkan nama domain untuk mengakses situs yang ingin kamu kunjungi. Browser kemudian akan menelusuri DNS dan menemukan alamat IP yang tepat dari situs yang ingin kamu akses.

Cara kerja DNS

Sumber: techverse.net

Susunan nama domain

Sekarang setelah kamu mengetahui betapa pentingnya DNS, mari kita lanjutkan ke struktur domain.

Perhatikan gambar di atas untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana susunan nama domain.

Setiap domain terdiri dari setidaknya dua bagian: nama domain sebenarnya dan TLD atau Top-Level Domain. Di google.com misalnya, “google” adalah domainnya dan “.com” adalah TLD.

Sebuah organisasi mungkin memiliki hierarki sub-domain yang mengatur lebih lanjut keberadaan Internetnya, seperti “bbc.co.uk” yang merupakan domain BBC di bawah .co, level tambahan yang dibuat oleh otoritas nama domain yang bertanggung jawab atas kode negara Inggris.

Penasaran ingin tahu ekstensi nama domain apa saja yang tersedia? Berikut ini beberapa yang dapat kamu pilih:

  • Top-level domains (TLDs): Yang paling populer adalah .com, .net, .biz, yang dapat didaftarkan oleh siapa saja. Namun, TLD seperti .edu atau .pro terbatas pada entitas pendidikan, atau profesional dengan lisensi.
  • Country code top-level domains (ccTLDs): Ini mewakili negara atau wilayah tertentu. Meskipun beberapa domain memerlukan tempat tinggal atau kehadiran di negara tersebut, sebagian besar tidak memiliki batasan mengenai siapa yang dapat mendaftarkannya. Berikut beberapa contoh ccTLDs: .id (Indonesia), .be (Belgia), .de (Jerman), .es (Spanyol), .uk (Inggris Raya), .us (Amerika Serikat).
  • Generic top-level domains (gTLDs): Ekstensi ini adalah alternatif yang sangat bagus untuk domain konvensional seperti .com atau .biz. Alamat web dengan gTLD seperti .dentist, .accountant, atau .construction memberi tahu orang-orang mengenai bisnis yang kamu lakukan langsung dari domainmu.

Jika kamu ingin melihat ekstensi nama domain lain apa yang tersedia, lihat halaman pendaftaran domain di Sitebeat dan luangkan waktumu untuk menjelajahi berbagai kategori.

Batasan nama domain

Ada beberapa aturan umum dan batasan yang perlu dipertimbangkan saat mendaftarkan domain baru. Bergantung pada jenis domain, mungkin juga ada batasan lain yang biasanya diberitahukan kepadamu oleh registrar.

Aturan dan batasan umum untuk mendaftarkan nama domain:

  • Kamu hanya dapat menggunakan huruf, angka, dan tanda hubung (hyphen). Bentuk tanda baca, simbol, atau karakter aksen lainnya tidak dapat digunakan.
  • Kamu dapat menggunakan beberapa tanda hubung misalnya, tetapi tidak dapat menggunakan tanda hubung ganda. Kamu juga tidak dapat menggunakan tanda hubung di awal atau akhir nama domain.
  • Tanda baca titik (.) hanya dapat digunakan untuk mengelompokkan domain dalam hierarki, artinya memisahkan nama domain dari ekstensi.
  • Sebuah alamat web dapat dimulai dan diakhiri dengan angka, contoh: 9-5.id
  • Nama domain tidak membedakan huruf besar / kecil. Ini berarti kamu dapat mengiklankan nama domainmu menggunakan huruf kapital jika kamu mau. Misalnya SITEBEAT.COM sama dengan Sitebeat.Com dan sitebeat.com. Jadi tidak masalah untuk menuliskannya dengan huruf kapital maupun huruf kecil.
  • Beberapa TLD mengizinkan pendaftaran alamat web yang berisi karakter dan aksen khusus seperti æ, ø dan å. Ini disebut IDN (Internationalized Domain Names).
  • Nama domain harus berisi antara 2 dan 63 karakter sebelum tanda baca titik. Aturan tambahan berlaku untuk top level domains yang berbeda.

Dapatkan domain pilihanmu sekarang!

Setelah kamu mengetahui segalanya tentang nama domain, termasuk cara kerjanya dan ekstensi apa yang tersedia, sekarang tinggal lanjutkan dan daftarkan domain pilihanmu di Sitebeat.

Domain Sitebeat

Skip to section

downloadable-content_close

Join Us

Dapatkan wawasan terbaru dan terkini seputar teknologi digital untuk membantu mengembangkan bisnismu

Skip to section

BONUS CONTENT