Sitebeat Loader

oleh Astri Suciati

30 Juni 2021

Berita & Event, Berita & Tren, Panduan Website 6 mnt

Google Core Web Vitals dan Pengaruhnya Terhadap Peringkat Websitemu

Update besar pertama dari Google di tahun 2021 sudah dimulai, yang disebut Page Experience dan mencakup tiga metrik baru yaitu Core Web Vitals.

Ketiganya adalah sinyal peringkat yang dianggap penting oleh Google untuk mengukur pengalaman pengguna (user experience - UX) secara keseluruhan di sebuah halaman.

Google semakin memprioritaskan pengalaman pengguna dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka telah membuat beberapa rekomendasi kepada pemilik situs untuk mempercepat website mereka dan melakukan yang terbaik untuk memberikan pengalaman yang lancar dan menyenangkan bagi pengunjung.

Meskipun sinyal page experience ini telah menjadi bagian tidak resmi dari kebijakan Google, mulai pertengahan 2021, tiga Core Web Vitals ini akan menjadi sinyal peringkat resmi.

Update ini kemungkinan akan berdampak signifikan pada bagaimana Google memberi peringkat website dalam hasil pencariannya.

Tapi jangan khawatir. Dalam artikel ini, kami akan memandumu menelaah update Page Experience, Core Web Vitals, apa artinya bagi websitemu dan langkah-langkah apa yang harus diambil untuk memastikan websitemu siap untuk menghadapi update ini.

Tentang Google Core Web Vitals

Apa itu Core Web Vitals dan kenapa penting?

 

Core Web Vitals adalah sinyal page experience utama yang digunakan Google untuk mengukur berbagai aspek pengalaman pengguna di sebuah website.

Sinyal ini merujuk pada hal-hal seperti seberapa cepat halaman dimuat, seberapa stabil tata letaknya saat dimuat, dan seberapa cepat pengguna dapat berinteraksi dengannya.

Berikut adalah tiga sinyal Core Web Vitals yang diluncurkan bulan Mei ini, sebagai bagian dari update Page experience:

  • Largest Contentful Paint (LCP)
  • First Input Delay (FID)
  • Cumulative Layout Shift (CLS)

Google akan menggunakan metrik-metrik ini untuk memberi peringkat website bersama dengan sinyal pencarian yang sudah ada, yang meliputi:

  • HTTPS, versi aman dari HTTP
  • Ramah seluler
  • Tidak ada atau sedikit pop-up interstisial yang dianggap mengganggu
  • Browsing aman, artinya tidak ada malware di halaman websitemu

Begini tampilan grafiknya:

Core web vitals

Sumber

Jika kamu menggunakan Google Search Console untuk mengawasi kinerja situsmu, kamu sudah dapat meninjau Core Web Vitals websitemu. Masuk ke akun Google Search Console-mu, lalu buka Enhancements untuk melihat posisimu.

Jika kamu belum mendaftar ke akun Google Search Console, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulainya.

Ini gratis dan merupakan alat yang sangat bagus untuk mengidentifikasi masalah dengan situsmu (termasuk jika situsnya telah terinfeksi malware) serta peluang untuk meningkatkan kinerja situsmu.

Selanjutnya, mari kita menelaah setiap sinyal Core Web Vitals untuk menjelaskan artinya dan apa yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan skormu.

Largest Contentful Pain (LCP)

LCP mengacu pada berapa lama waktu yang dibutuhkan sebuah halaman untuk dimuat bagi seseorang yang mengunjungi situsmu.

Dengan kata lain, ini adalah waktu yang dibutuhkan pengguna untuk melihat konten utama halamanmu di layar mereka setelah mengeklik link websitemu di hasil mesin pencari.

Tahukah kamu seberapa cepat pengunjung dapat melihat teks, gambar, dan video di halamanmu? Jika tidak, kamu dapat dengan cepat memeriksa skor LCP-mu menggunakan alat PageSpeed Insights Google.

Buka PageSpeed Insights, lalu masukkan alamat websitemu atau alamat web halaman tertentu di situsmu. Klik Analyze dan lihat apa yang muncul.

Berikut ini contoh tampilan diagnosisnya:

PageSpeed Insights

Di kiri atas, kamu juga dapat memilih untuk melihat skor dan insights-mu untuk Mobile dan Desktop.

Hebatnya alat ini adalah menunjukkan kepadamu bagaimana kinerja situsmu di dunia nyata, berdasarkan data browser Chrome. Misalnya, untuk LCP, Google merekomendasikan situs untuk dimuat dalam waktu 2,5 detik. Itu dianggap skor yang bagus.

Largest Contentful Paint di bawah 2,5 detik adalah bagus, antara 2,5 dan 4 detik perlu perbaikan, dan lebih dari 4 detik dianggap buruk.

Jadi, jika websitemu membutuhkan waktu lebih lama untuk memuat, kamu mungkin ingin meninjau apa yang memperlambatnya dan memperbaikinya.

Masih di halaman PageSpeed Insights, lihat ke bawah ke bagian Opportunities untuk melihat beberapa rekomendasi tentang hal-hal yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan pengalaman dan skormu.

Jadi, apa lagi yang bisa kamu lakukan untuk mempercepat websitemu? Mulailah dengan hal-hal berikut ini:

  • Pilih host yang andal dan pastikan kamu berada di server yang sesuai dengan jumlah trafik yang kamu terima. Jika tidak, pertimbangkan untuk upgrade ke paket yang lebih besar.
  • Bersihkan situsmu dengan menghapus plugin yang tidak perlu, yang sebenarnya tidak kamu gunakan.
  • Kompres dan optimalkan gambar-gambarmu sehingga menggunakan lebih sedikit ruang penyimpanan dan memuat lebih cepat.

First Input Delay (FID)

First Input Delay, juga dikenal sebagai Interactivity, mengacu pada berapa lama waktu yang dibutuhkan pengguna untuk dapat berinteraksi dengan halaman di situsmu.

Berbeda dengan sinyal pertama, sinyal kedua ini adalah ukuran pengalaman pengguna yang lebih langsung.

Jadi, apa yang dimaksud dengan berinteraksi? Ini berarti tindakan apa pun yang dilakukan pengguna di halamanmu, seperti:

  • Mengeklik atau mengetuk tautan dan tombol
  • Mengisi formulir dan mengirimkannya
  • Mengetuk untuk membuka navigasi situsmu di perangkat seluler
  • Memutar video

Perlu diingat bahwa Google tidak menganggap memperbesar dan memperkecil, menyeret/menggeser, atau menggulir sebagai interaksi.

Dengan sinyal ini, Google melihat apakah websitemu dapat digunakan atau tidak dengan berapa lama waktu yang dibutuhkan pengguna untuk melakukan sesuatu di halamanmu.

Sama seperti dengan sinyal pertama, Google memasukkan skor FID ke dalam tiga rentang: bagus, perlu perbaikan, dan buruk.

First Input Delay di bawah 100 ms bagus, antara 100 dan 300 ms perlu perbaikan, dan di atas 300 ms dianggap buruk.

Menurut standar Google, skor FID di bawah 100 ms sangat ideal. Ini berarti bahwa ketika pengunjung tiba di situsmu dan mengeklik sebuah tombol, situsmu perlu menerima, menanggapi klik itu, dan memuat konten yang diminta dalam 1/10 detik.

Pikirkan bahwa itulah yang membuat pengalaman pengguna yang lancar dan menyenangkan.

Jika kamu melihat bahwa sebuah halaman selesai dimuat dan kamu mengeklik sebuah tombol atau mengirimkan formulir tetapi tidak ada yang terjadi, itu bisa membuat frustrasi sehingga beberapa pengunjung mungkin berpikir situsmu rusak dan memutuskan untuk pergi.

Jadi, apa yang dapat kamu lakukan? Kamu perlu memastikan bahwa situsmu berfungsi dengan baik dan merespons dengan cepat tindakan apa pun yang dilakukan pengguna, apakah itu klik pada tombol ‘Beli sekarang’ atau ketukan untuk memutar video.

Sama seperti rekomendasi LCP, pertimbangkan untuk menghapus plugin pihak ketiga yang tidak kamu gunakan atau butuhkan agar halaman websitemu dapat dimuat lebih cepat.

Sitebeat website builder

Cumulative Layout Shift (CLS)

Cumulative Layout Shift mengacu pada seberapa stabil halaman saat dimuat. Misalnya, jika kamu mengunjungi sebuah halaman di sebuah situs dan elemen-elemennya mulai bergerak saat halaman dimuat, itu bukan pengalaman pengguna yang baik.

CLS melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan elemen-elemen tersebut untuk berhenti bergerak saat halaman dimuat.

Menurut standar Google, skor CLS di bawah 0,1 detik sangat ideal.

Untuk Cumulative Layout Shift, di bawah 0,1 detik adalah bagus, antara 0,1 dan 0,25 detik perlu perbaikan dan di atas 0,25 detik dianggap buruk.

Sinyal ini bahkan lebih penting bagi pengguna ponsel karena elemen seperti gambar-gambar cenderung bergeser pada perangkat yang lebih kecil.

Jadi, ketika kamu melihat skor CLS-mu, pastikan kamu meninjaunya, baik di perangkat seluler maupun desktop karena mungkin berbeda.

Satu hal yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan skor CLS-mu adalah dengan mengoptimalkan gambar, video, infografis, dan media lain di situsmu.

Kamu tentu ingin memastikan kesemuanya langsung ditampilkan dengan benar sesuai dengan perangkat yang digunakan, baik itu desktop, tablet, atau seluler.

Bagaimana cara menyesuaikan SEO dengan Google Core Vitals?

 

Jika websitemu ramah pengguna dan menawarkan page experience yang mulus, kamu tidak perlu menerapkan perubahan yang mencengangkan. Bagaimanapun, itulah yang ingin dicapai oleh Google sejak awal.

Terlepas dari itu, kamu dapat mengambil beberapa inisiatif untuk membuat websitemu lebih sesuai dengan tuntutan Google. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Tempatkan sebagian besar informasi di bagian atas halaman websitemu dan prioritaskan tampilannya berlangsung dalam 2,5 detik.
  • Pertahankan kode yang singkat dan bersih.
  • Jika websitemu kaya konten, posting TLDR (Too Long Didn’t Read – postingan atau konten yang terlalu panjang) di frame pertama.
  • Manfaatkan lazy loading (Teknik mengoptimasi sebuah halaman konten website dengan menunda loading sebuah objek gambar / video sampai di saat kita memang membutuhkannya).
  • Singkirkan skrip pihak ketiga yang memperlambat websitemu karena berdampak pada ketiga Google Core Vitals.
  • Tingkatkan respons situs dengan bantuan cache browser.
  • Pertahankan ruang khusus untuk iklan agar tidak berinteraksi dengan elemen-elemen situs.

Baca juga: 5 Kesalahan Website yang Merusak Peringkat SEO dan Cara Memperbaikinya

Sitebeat dan Core Web Vitals

 

Jika kamu pengguna Sitebeat, maka kami telah membuat berbagai perubahan untuk membantu memastikan situsmu siap untuk menerapkan update Page Experience. Ini termasuk:

  • Menyetel ketinggian minimum untuk galeri foto, mencegah konten di bawah galeri terdorong ke bawah saat dimuat.
  • Optimalisasi pemuatan slider gambar latar belakang.
  • Mengurangi ukuran halaman menjadi kurang dari 500 KB.
  • Membatasi setiap halaman hingga 50 sumber daya untuk kinerja seluler yang optimal.

Optimalkan Core Web Vitals untuk websitemu

Sinyal-sinyal dari Google Core Web Vitals ini adalah untuk memastikan bahwa pengguna memiliki pengalaman yang cepat dan menyenangkan di website mana pun yang mereka kunjungi.

Sebagai pemilik website, tentu kamu juga ingin menyediakan ruang yang dapat dikunjungi calon pelanggan dan dengan cepat menemukan informasi yang mereka cari, mengirimkan formulir untuk mendapatkan perkiraan harga, dan membeli darimu.

Semoga informasi dalam artikel ini membantumu memahami update Page Experience Google dan apa yang dapat kamu lakukan untuk membuat situsmu dalam kondisi terbaik untuk meraih kesuksesan.

Sitebeat web design

Panduan Branding Website bagi Pemula

DOWNLOAD

Bonus Content