Top Shopping Sites in Southeast Asia: What Multi-Channel Sellers Can Learn from Them

Kalau Tak Berjualan di Situs Belanja Asia Tenggara Ini, Kamu Bakal Rugi Besar

Kelas menengah yang tumbuh, populasi milenial yang besar, dan akses ponsel nan mudah, mengubah Asia Tenggara menjadi ekonomi internet yang berpotensi menghasilkan uang.

Dengan 330 juta pengguna dan terus bertambah, Tech in Asia melaporkan bahwa pasar e-commerce bernilai setara 50 miliar dolar pada 2017. Belanja online diharapkan meroket hingga 200 miliar dolar pada 2025, dengan 88 miliar dolar berasal dari e-commerce semata.

Pedagang retail yang tak sabar terjun ke pasar besar ini bisa membuat marketplace mereka sendiri sebagai bagian dari strategi penjualan multi-channel mereka. Lazada dan Shopee mendominasi e-marketplace Asia Tenggara, tetapi pemain lokal lainnya juga menonjolkan platform mereka sendiri.

Maka, inilah platform-platform marketplace yang bisa dipertimbangkan kalau kamu ingin mengembangkan bisnis onlinemu.

Penjualan Multichannel pada Marketplace Terdepan Asia Tenggara

Sumber: ecommerceIQ

Lazada

Sekilas

Lazada merupakan platform marketplace yang telah mendominasi e-commerce di Indonesia sejak peluncurannya pada 2012. Data dari ASEANup menunjukkan Lazada Indonesia memperoleh trafik bulanan sekitar 1,19 juta kunjungan pada 2018.

Produk yang Dijual

Lebih dari 50.000 perusahaan kecil dan sedang menjual produk mereka melalui Lazada Indonesia. Mereka punya lebih dari 250.000 barang, berlabel elektronik, pakaian, fashion, kesehatan dan kecantikan, kebutuhan bayi, keperluan rumah tangga, perlengkapan olahraga dan aktivitas luar ruangan, serta suku cadang otomotif.

Di bawah Lazada ada LazMall, channel eksklusif yang menampilkan brand lokal dan internasional.

Lazada juga memiliki layanan kredit dan e-store, di mana pelanggan bisa melakukan top-up paket data mereka.

Blibli

Sekilas

Blibli menjadi pionir konsep mal belanja online di Indonesia. Pada Maret 2018, mereka memiliki trafik bulanan sekitar 45,9 juta kunjungan. Untuk melebarkan sayapnya ke pelanggan tanpa rekening bank di wilayah pedesaan, mereka bekerja sama dengan Pos Indonesia untuk membangun Blibli InStore kiosks di kantor-kantor pos di 32 titik di seluruh Indonesia.

Produk yang Dijual

Seiring dengan slogan mereka, “Big Choices, Big Deals,” Blibli memiliki ragam produk dalam 15 kategori, termasuk:

  • Elektronik
  • Fashion pria dan wanita
  • Kesehatan dan kecantikan
  • Keperluan ibu dan bayi
  • Tiket dan voucher
  • Layanan pembayaran

BlibliMart milik perusahaan ini memungkinkan pelanggannya berbelanja kebutuhan sehari-hari secara online, sementara Blibli Travel membuat para pelancong bisa memesan hotel, tiket pesawat dan mobil secara online.

Tokopedia

Sekilas

Tokopedia merupakan marketplace online terbesar di Indonesia dengan nilai terkini 7 miliar dolar. Dalam usahanya melayani pelanggan di penjuru 17.000 pulau dan 300 suku, Tokopedia bekerja sama dengan 15 layanan logistik pihak ketiga untuk menjangkau wilayah-wilayah berbeda di negeri ini.

Produk yang Dijual

Tokopedia menaungi toko-toko yang menjual jutaan produk dalam 25 kategori. Barang-barangnya beragam, mulai dari pakaian dan elektronik hingga ke barang yang khusus menurut wilayahnya, seperti busana muslim.

Tokopedia juga meluncurkan aplikasi Mitra Tokopedia, yang memungkinkan pemilik bisnis kecil untuk menjual paket data, voucher game, token listrik, dan semacamnya.

Bukalapak

Sekilas

Bermakna harfiah “membuka lapak”, Bukalapak adalah salah satu marketplace online terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini juga meluncurkan Buka Mall yang menampilkan brand-brand lokal dan internasional.

Produk yang Dijual

Kategori-kategori produknya termasuk kosmetik, perawatan diri, produk untuk bayi, fashion, elektronik, peralatan olahraga, makanan, suku cadang mobil dan motor, serta peralatan industri. Pengguna bisa membeli dan menjual baik barang baru dan bekas pada platform ini.

Shopee

Sekilas

Terlepas sebagai platform e-commerce yang berbasis di Singapura, Indonesia menjadi pasar terbesar Shopee—mencapai 40% dari bisnis mereka.

Produk yang Dijual

Seperti pesaingnya, Shopee menghadirkan pakaian pria dan wanita, ponsel, komputer, dan semacamnya, termasuk pakaian muslim.

Selayang Pandang Negara: Indonesia

Faktor umum mengenai marketplace di Indonesia adalah mereka menghadirkan produk busana muslim yang menyasar wanita. Karena 80% populasinya adalah muslim, ada permintaan besar untuk fashion islami di Indonesia, dibandingkan beberapa negara tetangganya di Asia. Dengan penjualan busana muslim global yang diharapkan mencapai 44 miliar dolar, para perancang Indonesia pun memanfaatkan pandangan positif ini.

Sumber: ecommerceIQ

Carousell

Sekilas

Carousell merupakan marketplace iklan baris (classified ads) di mana penggunanya bisa membeli dan menjual barang-barang baru maupun bekas. Transaksi pelanggan-untuk-pelanggan dituntaskan melalui website atau seluler.

Carousell membanggakan ada lebih dari 114 juta listing dalam situs tersebut dan 50 juta barang terjual melalui aplikasinya. Tahun lalu, mereka bekerja sama dengan DBS, Visa, dan Stripe untuk meluncurkan Caroupay—layanan pembayaran seluler yang memungkinkan pembeli membayar penjual secara langsung melalui aplikasi.

Produk yang Dijual

Selain barang konsumen, pembeli bisa membeli dan menjual benda-benda besar seperti mobil dan motor. Pemilik rumah juga bisa menemukan layanan untuk pendingin udara, bersih-bersih rumah, pindahan dan pengiriman, serta perbaikan rumah. Daftar lowongan—sebagaimana rumah dijual dan disewakan—juga terdapat dalam situs ini.

Qoo10

Sekilas

Qoo10 merupakan platform marketplace online dengan enam juta pengguna aktif harian dan listing 150.000 produk. Perusahaan ini diakuisisi oleh eBay tahun lalu, melalui penawaran dari raksasa e-commerce itu untuk mempelebar langkahnya di penjuru Asia.

2019 ini, Qoo10 memperkenalkan Quube, marketplace yang dibangun dengan jaringan blockchain bersama mata uang cryptocurrency bernama Q*coin. Mereka juga merintis pengumpulan parsel di toko-toko 7-Eleven di Singapura.

Produk yang Dijual

Pelanggan bisa menemukan fashion pria dan wanita, produk kecantikan dan kebugaran, gawai, dekorasi rumah, kebutuhan sehari-hari, serta keperluan bayi di situs tersebut. Para pelancong juga bisa menyusun paket tur dan pemesanan hotel.

Lazada

Sekilas

Digadang-gadang sebagai “Amazon-nya Asia Tenggara,” Lazada awalnya menawarkan penjualan langsung dari gudangnya, hingga mereka menambahkan produk-produk dari penjual pihak ketiga pada 2013. Miliaran investasi dari Alibaba juga menjadi bahan bakar pertumbuhan perusahaan ini.

Produk yang Dijual

Kategori produknya meliputi elektronik, appliances, kesehatan dan kecantikan, keperluan bayi, mainan, barang kebutuhan sehari-hari, produk untuk hewan peliharaan, dekorasi rumah, fashion pria dan wanita, perlengkatan olahraga, dan suku cadang kendaraan bermotor.

LazMall mereka juga menampilkan barang-barang dari brand internasional. Sementara itu, koleksi Taobao mereka memungkinkan toko Singapura memajang produk-produk dari situs belanja online Cina.

Zalora

Sekilas

Zalora merupakan platform belanja yang didirikan di Singapura pada 2012. Kemitraan eksklusif bersama How Do I Look Asia? dan Asia’s Next Top Model memungkinkan Zalora untuk membangun kesadaran merek di luar kehadiran online-nya. Berdasarkan estimasi Februari 2018 dari ASEANup, Zalora memiliki trafik bulanan sekitar 1.550.000 kunjungan.

Produk yang Dijual

Zalora memiliki lebih dari 109.000 produk online mulai dari pakaian pria dan wanita, alas kaki, aksesoris, tas, dan produk kecantikan. Mereka memiliki lebih dari 2.000 brand fashion dalam daftar mereka, 40% merupakan internasional, 20-30% lokal, dan 20% di bawah brand mereka sendiri.

ezbuy

Sekilas

ezbuy merupakan platform belanja global online yang memungkinkan pengunjung untuk membeli produk-produk dari Amerika, Taiwan, Korea, dan pasar lokal. Pendiri dan CEO-nya, Wendy Liu memulai perusahaan ini bersama teman-temannya pada 2010 dengan nama 65daigou. Saat itu, platform ini merupakan jasa titip beli, di mana mereka membeli barang-barang dari luar negeri atas nama pelanggan dan dikirimkan kepada mereka. Pada 2016, 65daigou melakukan rebranding sebagai ezbuy dan menambahkan marketplace global untuk memperluas jasa titip beli mereka.

Produk yang Dijual

ezbuy membuat pelanggannya bisa “membeli barang global, secara lokal”. Mereka menawarkan jutaan produk dari 10 kategori, termasuk pakaian, mainan, sepatu, elektronik, dan lainnya.

Selayang Pandang Negara: Singapura

Singapura merupakan pasar kartu dan pembayaran yang kuat di regional Asia Pasifik. Negara ini bahkan menjadi satu dari tiga negara nontunai teratas di Asia—bersama dengan Jepang dan Korea.

Singapura memimpin negara-negara Asia lain menyangkut ukuran keranjang, atau jumlah barang yang terjual dalam sekali pembelian. Agar konsumen mereka belanja lebih banyak, banyak bisnis menawarkan opsi lebih pada pelanggannya. Lazada, misalnya, bergabung bersama Taobao untuk menawarkan produk pilihan yang sulit dibeli warga Singapura langsung dari situs Cina.

Sumber: ASEANup

Lazada

Sekilas

Pada kuartal kedua 2018, Lazada mencapai rata-rata 30 juta kunjungan per bulan. Lazada mampu meraup dua pertiga total trafik bulanan di antara banyak platform e-commerce. Kebanyakan trafik itu datang dari Facebook sebesar 25,2 juta kunjungan. Laman Lazada Facebook juga salah satu dari sekian platform e-commerce yang paling banyak diikuti di Filipina, sebesar lebih dari 6,6 juta likes.

Produk yang Dijual

Selain dari barang konsumen populer, mereka juga menjual load ponsel, kartu game seluler, e-voucher dan kartu hadiah untuk bepergian.

Shopee

Sekilas

Shopee merupakan platform e-commerce pribadi-ke-pribadi yang mengombinasikan fitur-fitur marketplace online dengan media sosial. Para penjual bisa mendaftarkan produk mereka di platform tersebut dalam 30 detik atau kurang, kapan pun, di mana pun.

Produk yang Dijual

Situs ini memboyong produk-produk konsumen populer, mulai dari pakaian, gawai, mainan, makeup, seni, suku cadang dan aksesoris motor. Mereka juga memiliki Shopee Mall, dengan ragam pilihan dari brand lokal dan internasional.

Zalora

Sekilas

Zalora rata-rata memiliki 1,7 juta kunjungan dari Filipina setiap harinya, mengekor tepat setelah Shopee dalam hal trafik web.

Merancang dirinya sebagai “Tujuan Fashion Online Asia”, Zalora menyajikan paduan brand fashion internasional dan lokal. Mereka menawarkan pengembalian 30 hari dan pengiriman ekspres tanpa batas melalui layanan Zalora Now mereka.

Produk yang Dijual

Zalora utamanya menjual pakaian untuk pria dan wanita. Pencarian populer termasuk gaun kasual dan formal, bra olahraga, tas selempang, jeans pria, dan masih banyak lagi.

eBay Filipina

Sekilas

Website belanja online dan lelang, eBay sudah ada sejak 1995, tetapi belum diperkenalkan di Filipina hingga 2004. Tak butuh waktu lama hingga para pengusaha melihat potensi berjualan di eBay. Filipina memulai bisnis kecil berjualan parfum, gawai, dan jam tangan pada platform tersebut. Sementara itu, penjual mobil membeli dan menjual mobil bekas melalui eBay Motors pada 2011. ASEANup memperkirakan pada Maret 2018, eBay PH memiliki trafik bulanan sebesar 1,9 juta kunjungan, membuatnya menjadi salah satu empat besar situs paling banyak dikunjungi di negara itu.

Produk yang Dijual

Para pengunjung bisa membeli dan menjual barang fashion lama atau bekas, produk kesehatan dan kecantikan, aksesoris, elektronik, kamera, mainan, furnitur, dan peralatan.

Carousell PH

Sekilas

Carousell resmi diluncurkan di Filipina baru pada 2016—mencapai 500.000 listing selama enam bulan. Raihan angka terkini untuk trafik bulanan Carousell PH mencapai 900.000 kunjungan.

Produk yang Dijual

Carousell memiliki lebih dari 30 kategori produk, diungguli oleh fashion, elektronik, gawai gaya hidup, buku, mainan, and furnitur.

Selayang Pandang Negara: Filipina

Tak seperti Indonesia dan Singapura, perusahaan e-commerce internasional mendominasi marketplace tersebut, dibandingkan para pemain lokal. Warga Filipina lebih suka membeli dari brand yang sudah mumpuni, sesimpel karena mereka terasa lebih akrab.

Orang Filipina juga menghabiskan rata-rata empat jam sehari di media sosial, yang berarti kesempatan konversi yang besar. Pedagang online perlu mempertimbangkan kebiasaan konsumen ini ketika berjualan di wilayah ini.

Sumber: ecommerceIQ

Lazada

Sekilas

Lazada mendominasi gambaran e-commerce di Malaysia menjelang akhir 2018. Saat ini, Lazada memiliki 26,2 juta pengunjung melalui komputer dan seluler.

Produk yang Dijual

Lazada menyajikan produk-produk sama seperti cabang Asia Tenggara lainnya. Perusahaan ini juga bekerja sama dengan grup gaya hidup dan properti, Ma Sing Berhad, untuk menjadi platform e-commerce pertama yang menawarkan listing perumahan.

Zalora MY

Sekilas

Dengan 2.29 juta kunjungan web bulanan pada January 2019, Zalora MY mendapat peringkat sebagai salah satu dari lima pelaku e-commerce teratas di Malaysia. Zalora menjadi peringat ketiga pada Apple app store rank dan keempat di Google Playstore.

Zalora memiliki keberadaan logistik kuat di Malaysia, telah menginvestasikan 4,2 juta dolar dalam bentuk e-Fulfillment Hub yang tak hanya berlaku di pasar setempat, tetapi juga Singapura, Brunei, Hong Kong, Macau, dan Taiwan. Hal ini memungkinkan mereka untuk masuk ke negara itu lebih baik, dibandingkan negara-negara lain yang mereka layani.

Produk yang Dijual

Zalora MY menyajikan kategori produk sama sebagaimana di belahan Asia Tenggara lainnya. Namun, untuk melayani populasi Muslim yang besar, mereka juga menawarkan pakaian sederhana. Websitenya memiliki lini fashion muslimah, bagi para wanita yang ingin berpakaian konservatif, tetapi tetap trendi.

Barang-barangnya meliputi gaun, atasan, bawahan, baju kurung (terusan tertutup), dan hijab. Bagi pria, mereka memiliki beragam gaya kemeja batik dan baju melayu, setelan tradisional bagi pria yang terdiri dari kemeja lengan panjang dan celana panjang.

11street.my

Sekilas

11street merupakan platform pelanggan-untuk-pelanggan dan bisnis-untuk-pelanggan, yang berasal dari Korea dan melebarkan sayap ke Malaysia. Layanan rekening bersama dari mereka memastikan para pembeli dan penjual bertransaksi aman di situs tersebut. Mereka menawarkan listing gratis dan mengadakan kelas-kelas tentang bagaimana mengembangkan bisnis.

11street mendapatkan uang dari membebankan komisi pada penjual, atas tiap penjualan yang terjadi, sebagaimana juga ruang iklan penjualan online. Pada 2018, mereka mencatatkan rata-rata trafik bulanan sebesar 13 juta kunjungan, berada di posisi kedua setelah Lazada Malaysia.

Produk yang Dijual

11street menyajikan kategori-kategori populer seperti pakaian, gawai, peralatan rumah tangga, dekorasi rumah, kesehatan dan kecantikan, serta kebutuhan sehari-hari. Mereka juga memiliki kategori yang kurang umum, seperti benda koleksi dan perlengkapan pesta.

Para pelancong bisa memesan tiket ke tempat wisata terkenal seperti Legoland Malaysia dan tur pulau Langkawi. 11street juga menghadirkan toko-toko dengan brand resmi dari retailer bernama besar seperti Tesco, Watsons, dan banyak lagi.

Mudah

 

Sekilas

Mudah merupakan portal iklan baris di mana orang-orang bisa menjual barang-barang baru dan bekas. “Mudah” dalam bahasa Melayu berarti gampang, yang merefleksikan bagaimana para anggota bisa menemukan apa yang mereka cari di situs itu.

Dipuji sebagai marketplace terbesar di Malaysia, perusahaan ini mengeklaim ada satu barang terjual setiap menitnya di situs mereka. Mudah memiliki 439 juta page view dan 5,2 juta pengunjung unik per bulan.

Produk yang Dijual

Mudah punya sepuluh kategori produk utama: kendaraan, pekerjaan dan layanan, waktu luang, olahraga dan hobi, properti, perjalanan, barang untuk rumah dan orang-orang, elektronik, bisnis untuk bisnis, dan lainnya. Pengguna bisa mengobrol atau mengirim email pada penjual di situs tersebut, tetapi tak seperti situs marketplace populer lain, transaksi sepenuhnya dilakukan offline.

Lelong

Sekilas

Lelong menjadi pionir konsep marketplace e-commerce di Malaysia 1998 lalu. Brand Malaysia ini berawal sebagai situs lelang sebelum bertransisi menjadi marketplace. Lelong tumbuh menjadi salah satu situs e-commerce yang paling sering dikunjungi di Malaysia.

Lebih dari 10.000 penjual menawarkan produk dan layanannya di Lelong. Pada 2018, websitenya menuai trafik bulanan sebesar 9.050.000 kunjungan.

Produk yang Dijual

Lelong memiliki 1,3 juta produk dengan kategori beragam, mulai dari gawai, perlengkapan olahraga, musik, media, hingga buku. Mereka memiliki situs belanja premium bernama Lmall yang menampilkan produk-produk dengan jaminan uang kembali, bagi lebih dari 100 brand.

Selayang Pandang Negara: Malaysia

Layaknya Filipina, pemain dominan marketplace Malaysia adalah brand-brand dengan kepemilikan asing.

Orang Malaysia lebih suka membeli tiket pesawat, reservasi hotel, musik, reservasi perjalanan darat, pakaian, dan alas kaki. Para retailer yang bermain di bidang ini akan mencapai kesuksesan di wilayah ini.

Sumber: ecommerceIQ

Lazada TH

Sekilas

Lazada tak hanya menjadi pelaku e-commerce teratas di Thailand, tetapi juga memegang following media sosial yang masif. Lazada memiliki jumlah pemasangan aplikasi tertinggi pada 2017, sebagaimana juga jumlah pengikut terbesar di Facebook dan LINE. Pada Maret 2018, mereka mendapatkan rata-rata trafik bulanan sebesar 63.3 juta kunjungan.

Produk yang Dijual

Lazada menghadirkan rentang kategori produk standar yang bisa ditemukan di seluruh situs Asia Tenggara lainnya. Namun, kekuatan khusus mereka di pasar Thailand adalah elektronik.

Di sisi penjual, mereka memiliki program Pinjaman Digital bekerja sama dengan Siam Commercial Bank, yang memberi pinjaman online pada wirausahawan baru di situs mereka. Mereka juga punya program ibu wirausaha untuk membantu para ibu rumah tangga mendapatkan ketrampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengatur toko online mereka sendiri, sembari mengurus keluarga.

Shopee TH

Sekilas

Shopee TH menikmati kesuksesan dahsyat di Thailand, walau baru saja mereka masuk ke pasar Thailand. Sejak diperkenalkan di negara itu pada 2015, aplikasi Shopee telah diunduh oleh 23 juta pengguna. Walau Lazada mengeklaim berada di puncak download Apple App Store, Shopee menjadi nomor satu di peringkat Google Playstore.

Platform itu sendiri menarik 800.000 toko online dan 1.000 brand. Hari ini, Shopee memiliki trafik bulanan kira-kira 17 juta kunjungan, membuatnya menjadi situs e-commerce kedua yang paling sering dikunjungi di Thailand.

Produk yang Dijual

Shopee TH memiliki kategori produk sama seperti di belahan Asia Tenggara lain. Penjualan terbaiknya mencakup elektronik, ponsel, gawai, produk kecantikan dan kesehatan, serta fashion.

Tarad

Sekilas

Didirikan pada 1999, Tarad, yang berarti “pasar” dalam bahasa Thailand, merupakan situs e-commerce tertua di Thailand. Pendirinya, Pawoot “Pom” Pongvitayapanu, awalnya memulai sebagai wadah iklan baris gratis online bernama ThaiSecondhand.com. Akhirnya investasi masuk dan membuatnya tumbuh sebagaimana hari ini.

Situs ini sekarang menaungi 270.000 toko yang menjual 3,5 juta produk dan basis pengguna sebesar tiga juta. The Bangkok Post melaporkan bahwa, tak seperti perusahaan e-commerce pada umumnya, mereka bertujuan berubah menjadi perdagangan universal atau satu-satunya yang menyediakan solusi bisnis hilir ke hilir bagi para penggunanya, dengan bantuan layanan seperti platform pembayaran dan iklan.

Produk yang Dijual

Kategori produk mereka di antaranya pakaian dan fashion, perhiasan dan jam tangan, elektronik, keperluan rumah dan kantor, makanan dan kesehatan, buku dan hiburan, serta gaya hidup. Mereka juga memiliki domain lain seperti Tarad Plaza, di mana pelanggan bisa menemukan produk terjangkau dari toko-toko kecil, serta Thai Second Hand, salah satu marketplace online untuk barang bekas terbesar di Thailand.

Kaidee

Sekilas

Kaidee, yang berarti “menjual dengan baik” dalam bahasa Thailand, merupakan marketplace online yang memungkinkan pengguna membeli dan menjual barang baru atau bekas. Mereka menjadi salah satu situs e-commerce teratas di Thailand, dengan 35 juta pengguna mengunjungi platform itu pada 2018. Perusahaan ini mengeklaim ada 5.605 barang terjual setiap hari di situs tersebut.

Produk yang Dijual

Kaidee memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual barang bekas secara online, mulai dari barang umum seperti gawai, sepatu, pakaian, hingga yang lebih unik seperti jimat dan benda koleksi.

Mereka juga memiliki landing page untuk pasar-pasar vertikal mereka. Ada Rodkaidee untuk mobil bekas, Baankaidee untuk real estate, Mocykaidee untuk motor, Farmkaidee untuk produk pertanian, perikanan, dan hewan ternak, serta Kaidee Home untuk barang-barang bekas yang ingin dijual atau didonasikan pemilik rumah.

Aliexpress

Sekilas

Aliexpress merupakan perpanjangan tangan dari Alibaba, menawarkan barang-barang Cina berharga murah kepada konsumen di seluruh dunia. Walau dirilis pada 2010. Aliexpress telah menjadi situs e-commerce populer di Thailand, menempati rangking ketiga di Laporan ecomEye tahun 2017.

Produk yang Dijual

Aliexpress menonjolkan 100 juta produk dalam cakupan kategori produk yang luas, termasuk pakaian, gawai, perhiasan, dekorasi rumah dan taman, pakaian ibu dan anak, perlengkapan olahraga, kosmetik, serta suku cadang dan peralatan mobil.

Selayang Pandang Negara: Thailand

Dengan 82% populasi memiliki akses terhadap internet, Thailand memiliki salah satu tingkat penetrasi internet tertinggi di Asia. Ini membuka kesempatan bagi para penjual untuk mengambil bagian dalam pemasukan e-commerce, yang pada 2018 meraup 3.6 triliun Baht.

Dengan penetrasi media sosial yang tak setinggi itu, 51% pelanggan membeli langsung dari platform jaringan sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube, LINE, dan Google+. Oleh karenanya, penjual bisa mengambil keuntungan dengan memajangnya di channel media sosial, atau mengintegrasikan marketplace-nya dengan profil media sosial. Namun, para penjual harus menghadapi persaingan sengit, dengan sekitar 10.000 toko lain juga berjualan melalui Facebook dan Instagram.

Elektronik dan fashion saat ini menjadi dua segmen pasar paling menguntungkan, dan diharapkan tetap seperti itu hingga 2021.

Sumber: ecommerceIQ

Shopee

Sekilas

Website dan aplikasi seluler Shopee diluncurkan resmi di Vietnam pada 2016. Selama setahun diluncurkan, popularitas Shopee melejit, sebab platform ini mengumpulkan empat juta listing dan lima juta unduhan pada 2017. Pada kuartal ketiga 2018, Shopee mampu menumbangkan pesaing ketatnya, Lazada, dan menjadi platform e-commerce yang paling sering dikunjungi di Vietnam dengan rata-rata trafik bulanan sebesar 34,5 juta kunjungan.

Produk yang Dijual

Shopee memiliki kategori produk serupa seperti pada rekanan Asia Tenggara lain. Seperti Shopee Filipina, mereka punya Shopee Celebrity Club yang menampilkan produk-produk dari selebritas lokal. Di sisi lain, bagian Cheap Champion menyajikan produk-produk dengan diskon besar bagi pemburu penawaran online.

Lazada VN

Sekilas

Lazada VN menjejakkan kaki di industri e-commerce pada 2017, menjaring 19% bagian trafik dibandingkan pemain tuan rumah, seperti Thegioididong dan Sendo. Setahun selanjutnya, mereka masuk peringkat kedua situs e-commerce yang paling sering dikunjungi di negara itu.

Produk yang Dijual

Lazada VN memiliki kategori produk serupa seperti pada rekanan Asia Tenggara lainnya. Pada September 2018, mereka meluncurkan LazMall yang menjual produk-produk asli dari sekitar 300 brand lokal dan internasional.

Mereka juga telah mulai mengeksplorasi model offline-ke-offline melalui kerja sama dengan supermarket retail Perancis, Auchan. Melalui kerja sama ini, pelanggan bisa membeli makanan, produk kebersihan diri, dan produk rumah tangga lain melalui toko unggulan Auchan di situsnya.

Thegioididong.com

Sekilas

Thegioididong merupakan retailer online dan langsung (brick-and-mortar) untuk konsumen barang elektronik. Merupakan satu dari tiga konsep yang dioperasikan oleh Mobile World Investment Corporation (MWG).

Pada 2015, Thegioididong terdaftar sebagai salah satu dari 50 brand paling berharga di Vietnam oleh Brand Finance of UK. Hari ini, Thegioididong memiliki lebih dari 1.000 toko di penjuru negeri tersebut, di luar websitenya sendiri.

Produk yang Dijual

Thegioididong menjual ponsel, tablet, laptop, jam tangan pintar, dan layanan pertambahan nilai.

Tiki

Sekilas

Tiki awalnya merupakan situs penjualan buku. Walau perusahaan ini bertahan dari kerugian selama tujuh tahun terakhir, mereka telah berkembang menjadi salah satu pemain kunci e-commerce di Vietnam.

Pada 2017, Tiki mencatatkan 250 juta page view dan meraih 10% trafik situs e-commerce di seluruh Vietnam. Tahun lalu, retailer bisnis-untuk-pelanggan terkemuka di Cina, JD.com, menginvestasikan 50 juta dolar untuk Tiki sehingga mampu mengejar rencana strategisnya, termasuk ekspansi ke aplikasi seluler.

Produk yang Dijual

Pelanggan bisa menemukan lebih dari 300.000 produk dalam 16 kategori produk, termasuk ponsel dan tablet, peralatan rumah tangga, aksesoris digital, laptop, kamera, dekorasi dan aksesoris rumah, makanan, produk untuk bayi, dan banyak lagi.

Sendo

Sekilas

Sendo merupakan platform pelanggan-untuk-pelanggan yang menaungi lebih dari 300.000 penjual. Diluncurkan pada 2012, Sendo masih relatif baru bagi pasar, tetapi mereka memosisikan diri dengan melibatkan lota-kota metropolitan di luar Hanoi dan Ho Chi Minh.

Produk yang Dijual

Sendo melayani 10 juta produk dalam 16 kategori meliputi utilitas, pakaian, aksesoris fashion, gawai, elektronik konsumen, dekorasi dan aksesoris rumah, buku dan alat tulis, produk kesehatan dan kecantikan, pakaian dan perlengkapan untuk ibu, produk untuk bayi, aksesoris sepeda motor dan mobil, serta perlengkapan olahraga.

Perusahaan ini juga memiliki SenMall, marketplace bisnis-untuk-pelanggan yang menawarkan barang bermerek asli dari pedagang retail internasional. Mereka juga menanam modal pada teknologi keuangan bersama SenPay, layanan dompet seluler yang bisa digunakan online dan offline.

Selayang Pandang Negara: Vietnam

E-commerce di Vietnam tumbuh sebesar 25% pada 2018 dan cenderung berlanjut di angka ini hingga 2022. Pada 2020, penjualan e-commerce diproyeksikan mencapai 10 miliar dolar.

Para penjual yang ingin terjun ke pasar ini dengan potensi pendapatan tinggi, bisa mempertimbangkan berjualan di marketplaces anak bangsa seperti Tiki, Thegioididong, dan Sendo. Didukung dana investor luar negeri, mereka mengalami pertumbuhan trafik website sebesar 80% dalam waktu sesingkat enam bulan. Karena ini mereka diharapkan bekerja baik, melampaui para pesaingnya yang lebih mapan.

Dalam hal kategori produk, segmen paling menguntungkan bagi penjual adalah elektronik, diikuti oleh mainan serta barang-barang hobi dan prakarya. Pada 2021, produk-produk fashion diprediksi menempati posisi pangsa pasar kedua setelah elektronik.

Kesimpulan

E-commerce menjadi industri yang tumbuh di Asia Tenggara. Dengan mengecualikan Singapura dan Indonesia, marketplace dengan kepemilikan asing mengalahkan platform buatan dalam negeri di pasar. Walau tiap marketplace memiliki fitur uniknya sendiri, para penjual bisa menemukan channel tepat yang sesuai dengan strategi penjualan multi-channel mereka.

Skip to section

downloadable-content_close

Join Us

Dapatkan wawasan terbaru dan terkini seputar teknologi digital untuk membantu mengembangkan bisnismu

Skip to section

BONUS CONTENT