Sitebeat Loader

Bicara dengan konsultan website kami

Harap berikan informasi detailmu dan tim Sitebeat akan menghubungimu!

Terima kasih

anggota tim Sitebeat akan segera menghubungimu atau hubungi kami sekarang melalui:

oleh Alisha from Radix and Anggun Prameswari

27 Januari 2021

Panduan Marketing 5 mnt

5 Cara Merencanakan dan Menjalankan Kampanye Co-marketing

Brand selalu mencari cara memperluas jangkauan dan terhubung dengan audiens lebih besar.

Co-marketing adalah salah satu strategi teruji, di mana dua brand atau lebih berkolaborasi dalam penawaran terpadu atau sama-sama membuat konten untuk tujuan tertentu, misalnya kesadaran produk dan lead atau pendapatan bersama.

Kampanye co-marketing biasanya melibatkan brand-brand yang bukan kompetitor langsung, tetapi bekerja di industri yang saling berkaitan dan pelanggannya berpotensi tertarik pada produk-produk tersebut.

Misalnya, pakar fitness bekerja sama dengan brand pakaian olah raga, perusahaan real estat dengan biro desain interior, dan lainnya.

Co-marketing menawarkan sejumlah manfaat untuk partnernya, termasuk:

  • Terhubung dengan audiens yang benar-benar berminat dengan produkmu;
  • Berbagi keahlian dan pengetahuan;
  • Berbagi sumber daya untuk menghasilkan strategi marketing yang efektif;
  • Meningkatkan kesadaran akan brand.

Nah, kalau menurutmu brandmu bisa mendapat manfaat dari kampanye co-marketing ini, berikut lima poin yang bisa memandumu ke arah yang benar.

Menemukan partner yang tepat

Menemukan partner yang tepat akan memastikan semua berjalan lancar dan hasil yang dicapai sama-sama bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat. Berikut beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan dalam memilih partner co-marketing:

Keterampilan yang saling melengkapi

Masing-masing keterampilan dan aset para partner harus saling melengkapi agar menciptakan hubungan bersinergi dan memberi nilai lebih bagi kampanye ini.

Misalnya, satu partner memiliki tim konten yang hebat, sedangkan partner lainnya punya divisi desain yang lebih baik.

Pikiran yang terbuka

Kemitraan dalam co-marketing tak selalu menjadi rekanan yang setara. Setiap bisnis, terlepas seperti apa pun ukurannya, punya kelebihan dan kelemahannya sendiri.

Misalnya, bisnis kelas kakap punya basis audiens lebih besar, tetapi bisnis berskala kecil bisa jadi punya keahlian dalam content marketing dan media sosial.

Reputasi

Reputasi partnermu jauh lebih penting dari skala bisnisnya. Semua pihak yang terlibat harus memiliki kredibilitas, baik di mata para pelanggan dan di industri itu sendiri.

Berpartner dengan brand yang meragukan akan membuat reputasi brandmu rusak secara permanen. Sebelum menjalin kemitraan co-marketing ini, pastikan kamu memeriksa latar belakang calon partnermu secara menyeluruh.

Menyiapkan perjanjian formal

Perjanjian yang secara jelas menyoroti seluruh aspek penting kampanyemu akan memastikan semua berjalan sesuai rencana dan semua pihak ikut berperan, sekaligus menghindari kemungkinan adanya kesalahpahaman.

Perjanjian ini harus mencantumkan ketentuan yang disepakati bersama mengenai aspek-aspek berikut:

Tujuan

Setiap partner harus menyampaikan tujuan dan harapan mereka atas kampanye ini dan bagaimana pihak-pihak ini saling bersinergi. Upaya co-marketing dengan tujuan yang tak sesuai atau berbenturan akan menimbulkan masalah, bahkan sebelum proyek ini dimulai.

Misalnya bila kamu merencanakan sebuah acara dan tujuanmu untuk menambah leads, lebih baik bila partnermu juga bertujuan sama. Jangan berpartner dengan pihak yang bertujuan menghasilkan pendapatan dari acara itu.

Ruang lingkup pekerjaan

Setiap partner harus paham peran dan tanggung jawabnya dalam kampanye ini sebelum dimulai. Kerancuan apa pun akan menimbulkan perseteruan yang bisa mengacaukan kampanye tersebut.

Jadwal

Petakan timeline untuk setiap tahap perencanaan, pembuatan, dan pelaksanaan kampanye, setelah mempertimbangkan seluruh sumber daya dan batasan setiap partner.

Sediakan cukup waktu untuk masukan dan konsultasi agar tidak terjadi penundaan atau kekurangan waktu.

Pembagian manfaat

Sepakati perjanjian pembagian manfaat sebelum melakukan kampanye agar semua partner memiliki visi yang sama dan tak ada yang merasa lebih dirugikan dibandingkan pihak lainnya.

Sepakati format kampanye

Berdasarkan tujuan, budget, audiens, dan faktor-faktor yang disetujui bersama, ini waktunya memutuskan kampanye co-marketing apa yang ingin kamu jalankan.

Dari sekian banyak pilihan, selalu ada kampanye yang sesuai untuk setiap skala dan batasannya. Berikut beberapa format kampanye yang umum.

E-book

E-book bisa menjadi aset bersama yang menarik dan informatif, melalui konten bermanfaat yang memadukan keahlian kedua brand, untuk audiens tertentu.

Misalnya, start-up sukses dan platform crowdfunding bisa membuat e-book tentang bagaimana brand-brand dengan ide inovatif bisa memanfaatkan platform crowdfunding dengan maksimal.

Video

Video merupakan format konten paling menarik dan menawarkan sejumlah peluang, termasuk serial video yang dibuat bersama, sesi tanya jawab langsung dengan masing-masing audiens brand yang terlibat, atau obrolan/wawancara candid antara orang-orang yang mewakili kedua brand.

Nah, ini contoh bagaimana kamu bisa memanfaatkan video berseri: Untuk kampanye promosi musim liburan, perusahaan penjual produk vegan dan chef terkenal bisa berkolaborasi membuat sejumlah video pendek berupa resep-resep vegan untuk dicoba saat musim liburan.

Acara online

Acara virtual tak hanya lebih mudah diatur dibandingkan offline, tetapi juga mampu menjangkau lebih luas, tanpa mengeluarkan dana logistik besar.

Konsep ini pun menjadi kampanye co-marketing yang populer, terlebih bila tujuan kolaborasimu adalah membangun kesadaran brand.

Misalnya, kamu bisa mengadakan webinar terkait topik yang relevan dan populer untuk mempromosikan keahlian masing-masing, seperti acara dengan topik membangun brand media sosial yang kuat dipandu oleh platform media sosial dan seorang influencer.

Membuat strategi promosi

Tentukan strategi promosi, termasuk durasi dan jenis channel yang kamu dan partnermu gunakan untuk mempromosikan acara tersebut, sehingga audiens yang kamu sasar tahu mengenai ini.

Kamu bisa mempromosikan kampanye ini setidaknya dua sampai tiga minggu sebelum meluncurkannya, serta selama masa kampanyenya, melalui platform-platform berikut:

Blog

Postingan di blog menawarkan pratinjau kampanye utamamu.

Profil singkat para pembicara pada acara yang akan diselenggarakan, artikel terkait masing-masing brand, atau bahkan artikel singkat tentang tema yang lebih luas dalam bentuk e-book kolaboratif, merupakan cara-cara simpel untuk membangun kesadaran.

Media sosial

Mempublikasikan kampanye yang segera diluncurkan dengan tagar yang telah disiapkan dan menandai masing-masing brand bisa mengarahkan lebih banyak trafik ke websitemu, serta menjaring lebih banyak peserta atau penonton untuk kampanyemu.

Email

Email berisi informasi kampanye, artikel terkait, dan detail partisipasi, misalnya tautan untuk mengunduh e-book atau pendaftaran webinar adalah cara-cara paling efektif untuk terhubung pada pelanggan.

Menganalisis hasil

Mengumpulkan, berbagi, dan mengevaluasi data yang dikumpulkan dari kampanyemu akan membantu menilai kesuksesan upaya dan kekuatan kemitraanmu. Berikut beberapa aspek yang layak didiskusikan setelah kampanye usai:

Rincian kampanye

Tinjau setiap bagian kampanye, baik dari rencana hingga eksekusi dan promosi, untuk mengevaluasi mana yang berhasil dan mana yang tidak.

Misalnya, apakah budget yang dialokasikan untuk kampanye ini cukup? Sampai sejauh mana kamu mampu mengikuti timeline yang ditetapkan untuk setiap tugas? Apa ada kendala teknis yang kamu alami?

Respons audiens

Evaluasi reaksi audiens terhadap kampanyemu, sebagaimana juga promosi prakampanye. Misalnya, apa respons awal audiens saat mengumumkan kemitraanmu dengan brand lain?

Platform media sosial apa yang menjaring lebih banyak peserta pada acara bersama ini? Apakah versi audio e-book yang kamu buat bersama lebih banyak diunduh dibanding versi tertulisnya?

Peran dan harapan partner

Sangatlah penting untuk berdiskusi secara terbuka dan jujur tentang cara masing-masing partner menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan, serta sejauh apa kepuasan mereka atas hasilnya.

Ini bukan untuk menyalahkan bila ada hal-hal yang tak berjalan dengan baik dan memuji mana yang berhasil, melainkan memahami dan membahas kekhawatiran kedua belah pihak.

Kampanye pertamamu adalah kesempatan mempelajari partnermu, juga dirimu sendiri, kemudian memanfaatkannya untuk perencanaan lebih baik di masa depan.

Kesimpulan

Bila dilakukan dengan baik bersama partner yang tepat, kampanye co-marketing bisa benar-benar meningkatkan prospek brandmu. Ini juga akan membawamu ke hubungan bisnis jangka panjang dan penuh manfaat.

Gunakan waktumu untuk bekerja sama dengan partner berbeda dan jelajahi berbagai strategi co-marketing berbeda agar kamu tahu mana yang terbaik untukmu.

Checklist Utama Online Branding untuk Freelancer

Checklist Utama Online Branding untuk Freelancer

DOWNLOAD

Bonus Content