Sitebeat Loader

Bicara dengan konsultan website kami

Harap berikan informasi detailmu dan tim Sitebeat akan menghubungimu!

Terima kasih

anggota tim Sitebeat akan segera menghubungimu atau hubungi kami sekarang melalui:

oleh Astri Suciati

1 Juli 2020

Berita & Event, Panduan Marketing 7 mnt

5 Kesalahan Blogging yang Harus Dihindari Plus Panduan Singkat Menulis Blog untuk Bisnis

Blogging memiliki peranan yang bagus dalam strategi digital marketing, entah kamu seorang pemula, pemilik bisnis yang telah berkembang, atau freelancer. Ini adalah salah satu cara paling efektif untuk menarik perhatian pelanggan potensial dan membangun kredibilitas untuk brandmu. Faktanya, bisnis yang memiliki blog mengalami pertumbuhan lebih pesat 126% per bulan dalam hal prospek dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki blog.

Ketika dilakukan dengan benar, blog bisa menjadi alat yang ampuh untuk membangun kesadaran, mengarahkan trafik ke situsmu, dan memberi orang alasan kuat untuk percaya dan jatuh cinta dengan brandmu.

Tapi itu tidak mudah dan membuat kesalahan dalam blogging tidak bisa dihindari, tidak peduli apakah kamu seorang blogger baru atau berpengalaman.

Masalahnya adalah: blogging membutuhkan banyak waktu dan usaha. Dan jika kamu melakukan atau fokus pada hal-hal yang salah, kamu akan kehilangan semua waktu berharga itu dan blog serta audiensmu tidak akan bertambah.

Sebelum kita membahas apa saja kesalahan dalam blogging, pertama-tama, kamu perlu tahu bagaimana memulai blog untuk bisnis.

Tetapkan tujuan untuk blogmu

"Kenapa saya ingin mulai menulis blog?" Ini mungkin terdengar seperti pertanyaan yang sudah jelas jawabannya tetapi membuat blog berarti menginvestasikan waktu dan sumber daya selain menulis posting, jadi menetapkan beberapa tujuan akan membantu memfokuskan upayamu agar sampai pada hasil yang ingin kamu capai.

Nah, berikut adalah beberapa contoh tujuan yang mungkin bisa kamu tetapkan untuk blogmu:

  • Membawa lebih banyak pengunjung ke blogmu
  • Meningkatkan trafik ke websitemu
  • Meningkatkan prospek dan penjualan
  • Meningkatkan pengakuan brand
  • Menaikkan peringkat di hasil mesin pencari untuk nama brandmu
  • Mendapatkan lebih banyak ulasan media
  • Meningkatkan kepuasan pelanggan

Ketika kamu menetapkan tujuanmu, buat daftar yang singkat, jika tidak, kamu mungkin kehilangan fokus dan mencapai hasil yang tidak diharapkan.

Tentukan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut

Ketika kamu telah memutuskan tujuanmu, kamu perlu menentukan bagaimana cara untuk mencapainya. Satu-satunya cara melakukan itu adalah pertama-tama melakukan riset pada target audiensmu untuk mengetahui apa yang mereka minati dan jenis konten apa yang harus kamu tulis untuk memastikan mereka tertarik pada apa yang kamu sampaikan.

Jadi lakukan riset dan cari tahu lebih lanjut tentang:

  • Siapa mereka: Apa pekerjaan mereka, industri tempat mereka bekerja, seberapa besar perusahaan mereka, apa pendidikan mereka dan hobi mereka.
  • Demografi: Jenis kelamin, rentang usia, pendapatan.
  • Kebutuhan, keinginan, ketidaksukaan, minat, keprihatinan, tantangan sehingga kamu tahu jenis informasi apa yang menurut mereka berguna.
  • Dari situs mana mereka mendapatkan informasi dan di mana mereka menghabiskan waktu online - kanal media sosial, blog, forum.
  • Konten apa yang mereka konsumsi dan dalam format apa - infografis, posting blog, video, webinar.
  • Perangkat apa yang mereka gunakan untuk online.
  • Kapan mereka menghabiskan lebih banyak waktu online.

Untuk mengetahui semua informasi ini, kamu dapat menanyakan mereka secara langsung dengan menggunakan survei atau cukup melihat dari data Google Analytics milikmu untuk melihat informasi tentang audiensmu.

Gunakan alat seperti Buzzsumo, Topsy, socialmention, atau Feedly untuk mencari tahu konten apa yang paling cocok untuk topik sesuai bidangmu.

Baca juga: 7 Pertanyaan untuk Marketing yang Unggul

Mempersiapkan blog - Platform pihak ketiga atau platform blog sendiri?

Setelah kamu tahu lebih banyak tentang audiensmu dan apa yang harus difokuskan untuk mencapai tujuanmu, yuk mulai menyiapkan blogmu.

Tentu saja, kamu dapat membuat blog gratis di situs pihak ketiga seperti blogger.com atau tumblr.com, tetapi mereka tidak benar-benar gratis karena:

  1. Itu bukan di domainmu sendiri. Kamu sebenarnya mendapatkan subdomain seperti blogperusahaanmu.blogger.com. Tidak terlihat profesional sekali, kan?
  2. Kamu tidak memiliki kendali atas blogmu. Karena tidak di-host di situsmu, tetapi situs pihak ketiga, jadi sekali lagi, itu bukan hak milikmu. Ini berarti kamu dibatasi oleh syarat dan ketentuannya sehingga jika mereka memutuskan bahwa blogmu tidak sesuai dengan kebijakan mereka, mereka sebenarnya dapat menghapus blogmu tanpa pemberitahuan. Semua kerja kerasmu akan hilang dalam hitungan detik. Hal yang sama akan terjadi jika platform blogging tersebut mati atau menutup operasinya.

Bagaimana dengan platform sosial seperti LinkedIn? Kamu sekarang bisa nge-blog di LinkedIn jadi kenapa repot-repot membuat blog di domainmu?

Nah, pikirkan hal ini. Saat kamu menyewakan keberadaan konten alih-alih memilikinya, kamu menyandarkan keamanan bisnismu atas keinginan pihak ketiga. Bagaimana jika seandainya LinkedIn tumbang dan tidak pernah kembali?

Bagaimana jika Google membeli LinkedIn dan kemudian orang-orang berhenti menggunakannya karena, kita lihat saja, tidak ada jaringan sosial yang dikembangkan oleh Google mampu bertahan sukses untuk waktu yang lama. Jika LinkedIn adalah satu-satunya tempat tinggal untuk kontenmu, kamu akan berada dalam masalah.

Kenapa blogging di platform sendiri?

Memiliki blog yang di-host-sendiri berarti kamu memegang kendali penuh atas situsmu. Plus, blogmu adalah perluasan dari websitemu. Ia berada di domainmu dan 100% milikmu.

Tidak seorang pun akan mengambilnya, mengubah ketentuan penggunaannya dan memberi tahumu apa yang bisa atau tidak bisa kamu post. Atau memaksamu untuk menampilkan iklan yang sangat mengganggu pengunjungmu sehingga membuat mereka harus meninggalkan blogmu.

Sekarang, kita mulai masuk ke kesalahan dalam blogging.

Jika kamu sudah mulai menulis blog, pastikan bahwa untuk selanjutnya kamu tidak membuat lima kesalahan blogging ini.

Mengulas topik yang tidak dipedulikan oleh audiensmu

Pembaca itu egois. Mereka menginginkan informasi yang dapat mereka gunakan untuk menyelesaikan masalah, menjadi lebih produktif, meningkatkan penampilan mereka, atau dipromosikan di tempat kerja.

Jika kamu tidak mengenal audiensmu, apa yang mereka pedulikan, dan jenis informasi yang mereka cari, maka kamu akan kesulitan mengembangkan blogmu.

Satu-satunya cara agar blogmu berhasil adalah menyediakan konten yang berharga bagi pembacamu. Konten itulah yang mereka minati, yang memberikan jawaban dan membantu mereka memecahkan masalah mereka.

Jadi jika kamu belum melakukan ini, pastikan bahwa untuk selanjutnya kamu melakukan penelitian yang tepat ke audiensmu. Cari tahu lebih lanjut tentang siapa mereka, masalah apa yang mereka hadapi dan informasi yang mereka cari.

Kamu juga dapat melihat berbagai blog yang menargetkan audiens yang sama denganmu dan melihat konten apa yang paling cocok untuk mereka. Lihatlah postingan dengan paling banyak komentar, dibagikan, dan keterlibatan untuk memahami apa yang ingin dibaca audiensmu. Kemudian gunakan informasi itu untuk menghasilkan ide postingan blogmu sendiri.

Tidak konsisten dengan jadwal penulisan dan posting

Tidak berpegang pada jadwal penulisan dan penerbitan adalah kesalahan besar dalam blogging. Ini dapat merusak reputasimu dan mencegah pembaca kembali ke blogmu secara teratur karena mereka tidak tahu kapan kamu akan menerbitkan konten baru.

Kami tahu bahwa menjaga jadwal blogging rutin sulit dan memakan waktu, terutama ketika daftar tugasmu mencakup tugas-tugas lain juga. Tetapi jika kamu ingin blogmu berhasil, konsistensi adalah kuncinya.

Jika kamu memikirkan orang-orang sukses yang kamu kenal atau pernah baca di bidang apa pun di dunia, konsistensinyalah yang telah membantu mereka untuk tumbuh dan sukses.

Itu sama dengan blogging. Jadi, pastikan untuk membuat jadwal penulisan dan posting blog yang konsisten dan patuhi itu. Bahkan jika kamu memutuskan untuk mempublikasikan satu atau dua posting blog seminggu, lakukan saja dan kamu akan terbiasa dengan rutinitas penjadwalan ini.

Mengabaikan SEO blog

Menerbitkan konten berharga secara teratur memang sangat bagus. Tapi itu tidak cukup untuk menarik trafik dan menumbuhkan audiens.

Kamu juga perlu mengoptimalkan setiap posting blog yang kamu terbitkan untuk memastikan peringkatnya baik ketika audiensmu mencari topik tertentu di Google. Mengabaikan hal ini adalah salah satu kesalahan terbesar yang kamu lakukan.

Jadi, pastikan bahwa setiap posting blogmu memiliki setidaknya:

  • Judul yang menarik namun kaya kata kunci.
  • URL deskriptif yang memperjelas tentang apa posting tersebut sebelum menuju ke blog untuk membacanya.
  • Meta title dan meta description yang menyertakan kata kunci yang relevan.
  • ALT tag deskriptif untuk setiap gambar yang kamu tambahkan ke postinganmu.

Lupa mempromosikan setiap posting blog yang kamu terbitkan

Berapa lama waktu yang kamu habiskan untuk menulis posting blog? Dua, tiga jam, lebih?

Jika kamu tidak meluangkan waktu untuk mempromosikan juga postinganmu, kamu akan kesulitan menarik pembaca dan mendapatkan perhatian yang layak atas kontenmu.

Faktanya, tidak peduli seberapa berwawasannya kontenmu, jika kamu tidak membagikannya di saluran tempat audiensmu menghabiskan waktu online, kemungkinan akan gagal dalam mendatangkan trafik dan membuat orang membacanya.

Ada begitu banyak cara untuk membuat kontenmu hadir di hadapan audiens yang tepat, dari membagikannya di kanal media sosialmu dan mempromosikannya dalam buletin (newsletter) hingga mengubahnya menjadi infografis atau webinar untuk meningkatkan jangkauannya.

Jadi, jangan lupa bahwa mempromosikan postingan blogmu sama pentingnya dengan menulisnya.

Terlalu lama untuk memulai daftar email

Salah satu kesalahan terbesar dan paling umum dalam blogging adalah tidak atau menunda untuk membangun daftar email pelanggan (subscriber).

Kamu tidak perlu menunggu berbulan-bulan atau sampai kamu mulai mendapatkan jumlah trafik yang layak hanya untuk menambahkan formulir pendaftaran (sign up) di blogmu. Tidak ada istilah terlalu dini untuk meminta pembaca berlangganan ke blogmu.

Jadi, jika kamu sudah memiliki blog atau berencana untuk memulainya, kamu juga harus memiliki formulir berlangganan sejak awal demi menarik pembaca agar mendaftar untuk mendengar kabar darimu.

Mengapa ini penting? Sebab ini memungkinkanmu membangun komunitas orang-orang yang mengikutimu karena mereka tertarik pada apa yang kamu sampaikan.

Berikut adalah contoh sederhana formulir pendaftaran dari Learning Lab Sitebeat:

Jika kamu membuka halaman blog kami, kamu akan melihat formulir pendaftaran ini di bagian akhir.

Tentu saja, kamu juga dapat menambahkan milikmu di tempat lain, seperti di bagian atas atau samping halaman blog, atau juga dalam bentuk pop-up box.

Sekarang, setelah kamu mulai menambahkan pelanggan ke daftarmu, jangan membuat kesalahan dengan melupakan mereka. Kamu telah bekerja keras untuk membangunnya, jadi pastikan kamu membuatnya berfungsi.

Kirim email kepada audiensmu untuk memberi tahu mereka setiap kali kamu menerbitkan postingan baru yang mungkin mereka sukai, dan membangun hubungan dengan mereka di mana mereka memercayai saranmu dan apa pun yang kamu jual.

Siap memulai momen blogging terbaikmu?

Entah kamu seorang blogger baru atau berpengalaman, membuat kesalahan memang tidak bisa dihindari. Tetapi jika kamu ingin menumbuhkan blog yang sukses, blog dengan pembaca setia yang menikmati dan menemukan nilai dalam kontenmu, mulailah dengan memastikan kamu tidak melakukan kesalahan umum dalam blogging ini.

Manfaatkan fitur blog yang kini hadir melengkapi website Sitebeatmu. Kamu bebas mengekspresikan tulisan yang sesuai bidang bisnismu, dan gunakan panduan di atas agar blogmu menarik pengunjung serta menaikkan trafik websitemu.

Merangkai Judul & Meta Deskripsi untuk Trafik Pencarian yang Melejit

DOWNLOAD

Bonus Content