Kesalahan Umum Iklan E-commerce

6 Kesalahan Umum Iklan E-commerce (Plus Solusinya)

Iklan, termasuk dalam e-commerce, itu penting. Iklan menjadi cara tepat agar orang berkunjung ke website atau toko onlinemu.

Dengan begini, potensi penjualan pun bertambah. Itu terjadi bila kamu beriklan dengan benar. Bila tidak, itulah cara tepat untuk membakar uang dengan sia-sia.

Iklan online ampuh untuk segala jenis bisnis e-commerce. Termasuk bisnismu. Meski begitu, kamu harus tetap cermat. Jangan sampai melakukan kesalahan umum dalam beriklan.

Coba simak 6 kesalahan umum iklan e-commerce berikut. Bila kamu melakukan salah satu (atau bahkan semuanya!), sekarang waktunya berubah.

Iklan tidak menonjol

Hampir semua orang menggunakan internet sekarang. Bisnis online menjamur. Iklan ada di mana-mana.

Rentang perhatian orang secara umum memendek. Lalu, bagaimana caramu agar tidak tenggelam dalam itu semua?

Itu sesederhana personalisasi. Jangan coba-coba beriklan dengan konsep satu untuk semua dan semua untuk satu.

Pembeli lebih menghargai pengalaman berbelanja yang personal. Bila iklanmu terlalu umum, tidak spesifik untuk audiens yang kamu sasar, atau kurang menarik perhatian, calon pembeli akan mengabaikannya. Belum lagi bila kompetitormu punya iklan lebih oke.

Kamu bisa melakukan personalisasi berdasarkan pengguna atau personalisasi progresif. Personalisasi berdasarkan pengguna memajang konten “Anda mungkin suka” atau “Pengunjung lain yang melihat produk ini juga melihat…” berdasarkan data navigasi yang sedang terjadi.

Sedangkan personalisasi progresif menggunakan data-data spesifik yang dikumpulkan secara real time menggunakan cookies. Dengan begitu, kamu bisa mengatur iklan yang tepat, baik itu berupa pop up atau pesan, berdasarkan lokasi, jenis kelamin, bahkan prediksi cuaca setempat.

Kamu juga bisa meminta pengunjung mengisi survei atas pengalaman berbelanja. Dengan begini, kamu bisa menyaring iklan produk mana yang paling sesuai dengan pengalaman berbelanja setiap pengunjung.

Solusinya

Coba lihat iklan dan kampanye yang dilakukan pesaingmu di Google dan media sosial. Apa yang mereka janjikan? Siapa yang mereka targetkan? Bagaimana mereka bisa menonjol?

Kalau sudah menemukan jawabannya, maka gunakan wawasan tersebut untuk membedakan produkmu dengan yang lain.

Manfaatkanlah keunikan setiap pelangganmu untuk merancang iklan tepat sasaran. Riset yang sesuai bisa memaksimalkan iklan produkmu, sehingga berujung pada pembelian.

Website lamban

Coba bayangkan, ada calon pembeli melihat iklan produkmu. Mereka jatuh hati dan mengekliknya.

Namun, loading halaman produk itu seperti siput. Lama sekali, sampai membuat mereka kesal, lalu pergi. Sayang sekali, kan?

Kesalahan berikutnya dalam iklan e-commerce adalah iklanmu mengarah ke website yang tidak responsif. Banyak calon pembeli mengakses internet dari komputer dan perangkat seluler, seperti ponsel atau tablet.

Keutamaan perangkat seluler menjadi faktor pemeringkatan dalam mesin pencari Google. Semakin tinggi peringkatmu di mesin pencari, semakin besar websitemu dikunjungi orang. Tak ada lagi alasan untuk membiarkan websitemu bekerja lambat.

Pelanggan cenderung ingin website dimuat dalam hitungan kurang dari 5 detik. Mereka menganggap website yang tidak responsif sebagai pengalaman berbelanja yang buruk. Mereka pun enggan datang lagi.

Coba lihat statistik berikut:

  • 47% pelanggan berharap sebuah halaman web memuat dalam 2 detik.
  • Hanya satu detik keterlambatan halaman web dalam memuat bisa mengurangi konversi sebesar 7%.
  • 79% pelanggan yang pernah memiliki pengalaman buruk dengan performa website cenderung tidak akan menjadi repeat buyer.

Solusinya

Periksa skor kecepatan websitemu menggunakan Google’s PageSpeed Insights. Gunakan rekomendasi yang dianjurkan untuk memperbaiki masalah yang muncul dan mempercepat websitemu.

Selain itu, tes halaman website dan tautan secara teratur untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik dan pengunjung memiliki pengalaman yang menyenangkan di websitemu.

Kalau kamu tidak melakukannya, kamu tidak hanya membuang-buang anggaran iklanmu saja tapi juga bisa membuatmu mendapatkan banyak ulasan negatif dan menjauhkan prospek sehingga mereka tidak akan pernah kembali ke websitemu.

Periksa kembali website atau toko onlinemu. Seberapa responsifkah kinerjanya? Lalu, bagaimana tampilannya di beragam perangkat seluler, selain desktop?

Bila ternyata performa websitemu belum maksimal, kamu bisa meminta bantuan dukungan dari pembuat websitemu.

Iklan yang selalu sama

Pernahkah kamu melihat iklan yang itu lagi, itu lagi, saat berada di beberapa ruang digital berbeda? Saat membuka Facebook, menonton video, atau membaca tulisan di website, kamu disuguhi materi yang sama selama beberapa minggu, bahkan bulan.

Ini bisa terjadi karena kamu menyesuaikan iklan tertarget berdasarkan riwayat penelusuran pengguna. Bisa jadi itu produk yang pernah dia lihat sebelumnya, atau produk lain dari kategori yang sama, atau produk yang masih ada di keranjang belanja.

Tanpa pembaruan atau dinamika pergerakan iklan, maka pengguna cenderung mengabaikannya. Kamu hanya membakar Rupiahmu dengan sia-sia, bila iklanmu tak menghasilkan apa-apa.

Solusinya

Coba tinjau lagi, seberapa sering iklanmu tampil. Berinvestasilah pada perangkat yang membantu kampanye iklan, yang menyajikan variasi berupa gambar, warna, dan tulisan yang dinamis.

Lalu, mainkan pergerakannya dengan mengatur penjadwalan. Dalam periode singkat tertentu, ganti varian iklannya, ubah kelompok audiens yang disasar, dan lainnya. Ini berguna agar pengunjung tidak kesal atau bosan, bahkan tertarik untuk mengekliknya.

Google Shopping

Masih banyak lho, brand e-commerce yang mengabaikan Google Shopping. Jangan-jangan kamu salah satunya.

Google Shopping merupakan layanan dari Google, untuk membantu pelanggan mencari, melihat, dan membandingkan produk. Nah, produk-produk ini akan tampil saat ada pelanggan mencari produk melalui Google.

Dengan bantuan Google Ads dan Google Merchant Center, Google akan menentukan kapan iklanmu tampil. Beberapa faktor yang menjadi penentu adalah kecocokan produk, gambar, harga, penawaranmu, yang kemudian disesuaikan dengan pertanyaan di mesin pencari Google.

Hasil dari Google Shopping ini akan muncul bersamaan dengan hasil pencarian Google yang umum, kapan pun mesin pencari mendeteksi adanya kesesuaian. Letaknya ada di kotak terpisah, di bagian atas atau samping tampilan.

Invicta dan Reef merupakan beberapa dari sekian brand yang berhasil meningkatkan penjualan dengan memanfaatkan Google Shopping. Lalu, bagaimana caranya produkmu tampil di Google Shopping?

Solusinya

Iklanmu sebaiknya mengandung poin-poin yang mempermudah Google mencocokkan produkmu dengan pertanyaan di mesin pencari. Beberapa poin itu antara lain judul produk yang tepat dan deskriptif, penyusunan kategori, deskripsi, dan tipe produk yang tepat, gambar produk yang jelas, harga, brand, dan lainnya.

Berikut tampilan iklan yang muncul ketika kamu menggunakan Google Shopping:

Tampilan Google Shopping

Sumber gambar: neilpatel.com

Maka, sayang sekali bila kamu tak menggunakan Google Shopping. Ini salah satu alat efektif untuk menghadirkan produkmu di hadapan calon pembeli.

Nah, bila kamu merasa asing, ini saat yang tepat untuk meluangkan waktu mempelajari cara menggunakan Google Shopping.

Iklan cuma tentang diri sendiri

Setiap pemilik bisnis pasti akan bangga dengan bisnisnya. Kamu membangunnya dengan susah payah.

Tak sulit untuk terjebak dalam rasa bangga yang bersifat “saya, saya, saya”. Di iklanmu, kamu bercerita tentang kehebatan produkmu atau bagaimana bisnismu dibangun.

Tak ada salahnya dengan dua hal tersebut. Namun, itu akan sia-sia bila iklanmu berjarak dengan pelanggan.

Kamu seperti berbicara sendiri di atas podium, dan sekelilingmu mengabaikannya. Inilah yang menjadi kesalahannya. Kamu tahu kenapa?

Karena tidak ada yang benar-benar peduli tentang bisnis atau produkmu. Orang tidak peduli jika kamu baru merilis toko online atau kamu menjual kerajinan buatan sendiri.

Mereka juga tidak peduli kalau kamu bilang bahwa bisnismu berbeda. Yang mereka pedulikan adalah apa manfaatnya untuk mereka.

Solusinya

Iklanmu bukan tentang kamu, melainkan tentang target audiensmu, pelanggan potensial yang kamu coba tarik ke websitemu untuk membeli produkmu.

Usahakan membuat iklan yang fokus pada pengguna. Apa sih kebutuhan mereka? Apa yang mereka inginkan serta cari? Lalu, bagaimana brandmu menjawab keinginan mereka?

Misalnya, katakan pada mereka kalau berat badan mereka bakal turun dengan membeli produk olahraga yang kamu jual, atau bagaimana mereka bisa menghemat waktu dan uang daripada pergi ke gym.

Iklanmu perlu memberi pesan bagaimana produkmu bisa membuat mereka seperti yang mereka mau, bahkan lebih.

Di bawah ini contoh iklan yang bagus dan kurang bagus untuk mempromosikan produkmu:

Iklan bagus dan kurang bagus

Sumber gambar: tmprod.com

Review positif

Siapa sih yang tidak senang kalau produknya memuaskan pelanggan? Itulah tujuanmu sebagai pemilik bisnis. Kamu ingin mencapai kepuasan pelanggan sebaik-baiknya.

Salah satu indikator kepuasan pelanggan adalah review. Ini banyak ditemukan di blog atau toko online. Biasanya pembeli memberi ulasan dan bintang sebagai rating.

Hampir semua konsumen membaca review online, sebelum memutuskan membeli. Bahkan, mereka cenderung menjadikannya acuan. Mempercayai seakan-akan itu pengalaman pribadinya sendiri.

Kamu pasti ingin mencuplik review positif, dan menjadikannya konten iklan e-commerce. Kamu menghindari review negatif karena kamu takut ini membuat pelangganmu kabur.

Namun, ingatlah untuk selalu menampilkan review yang jujur dan apa adanya. Bahkan bila itu termasuk ulasan buruk.

Solusinya

Review buruk pelanggan bisa menjadi ajang menjaring masukan pengembangan bisnis. Kamu bisa menjawab review buruk itu dengan permintaan maaf, pemberian solusi, bahkan penawaran untuk menebus kekurangan. Ini cara tepat untuk menumbuhkan kepercayaan pelanggan di masa depan.

Maka, jangan takut dengan review buruk. Terima semua review dengan senang hati. Tanggapi dengan baik dan seperlunya.

Tampilkan saja beberapa review buruk (lengkap dengan respons terbaik darimu), gabungkan dengan jumlah review baik yang lebih banyak. Ini akan memberi dinamika dan citra produk yang jujur dan apa adanya.

Kesimpulan

Beriklan untuk bisnis onlinemu memang susah-susah gampang. Kamu bisa dengan mudah membuat kesalahan.

Namun, kamu selalu bisa belajar untuk membuat perubahan yang lebih baik dalam beriklan. Dengan begini, kerja iklanmu akan optimal dan cenderung berujung pada penjualan berkali-kali lipat.

Tips dan info penting lainnya seputar e-commerce untuk meningkatkan penjualanmu bisa disimak di sini:

Skip to section

downloadable-content_close

Join Us

Dapatkan wawasan terbaru dan terkini seputar teknologi digital untuk membantu mengembangkan bisnismu

Skip to section

BONUS CONTENT