Sitebeat Loader

Negara dan Bahasa

Indonesia
Menu

oleh Analuz Abing

4 Desember 2019

Panduan Website 4 mnt

3 Laman Paling Penting pada Website untuk Freelancer

Website merupakan senjata terbaik untuk menyalip kompetitormu. Ini adalah saluran marketing yang efektif untuk mempromosikan jasa freelancemu.

Karena sepertiga populasi sekarang melakukan semuanya secara freelance, kamu butuh semua bantuan yang ada!

Website membuatmu lebih mudah berhubungan dengan target audiensmu. Media ini bisa diakses 24 jam 7 hari seminggu, serta menjadi cara untuk memamerkan brand pribadimu dengan biaya rendah.

Bayangkan kalau inilah perluasan resumemu – kamu butuh kesan pertama yang baik. Kesempatanmu mendapat peluang bisa datang atau hilang karenanya.

Ingin membangun website portofolio yang berpengaruh? Di artikel ini, kamu akan belajar tiga laman terpenting di websitemu serta bagaimana menggunakannya agar tampilan websitemu berkembang.

Bagaimana Cara Memperkuat Website Portofoliomu?

Ini 3 laman website yang kamu butuhkan:

1. Beranda atau Laman Utama

Laman utama berfungsi untuk menyapa para pengunjung websitemu – sekaligus klien-klien potensial!

Ciptakan kesan pertama yang baik. Kalau tidak, kamu akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan daftar klien potensial ini.

Elemen Penting Laman Beranda yang Tak Boleh Kamu Lewatkan 

Laman beranda yang baik harus bisa memberitahu dengan segera siapa dirimu dan apa yang kamu bisa lakukan untuk para klien.

Kamu bisa saja bereksperimen dengan laman berandamu dan bebas meletakkan apa saja di sana. Namun, berikut beberapa elemen laman beranda yang sudah terjamin dan teruji oleh para freelancer.

  • Headline yang menarik

Jaga agar headlinenya tetap singkat dan lugas. Pastikan kalimatnya merujuk pada rasa frustrasi target audiensmu.

  • Pesan pembuka yang menarik dan menjual

Buatlah pesan pembuka singkat mengenai siapa dirimu, apa layananmu, dan kenapa para pengunjung websitemu membutuhkannya.

  • Bukti kredibilitas

Pajang testimoni, penghargaan, dan referensi yang kamu peroleh atas karyamu. Ini tak hanya membuat klien terkesan, tetapi juga memupuk rasa percaya mereka.

  • Tambahkan sedikit sentuhan kepribadianmu

Jalin hubungan dengan para pengunjung websitemu. Kamu bisa membuat kesan ramah dengan menyertakan beberapa foto pribadi, serta berbagi hobi dan minatmu.

  • Tautan media sosial

Cantumkan tautan media sosialmu di laman beranda. Ini memungkinkan para klien lebih mengenalmu dan terhubung denganmu melalui cara yang lebih kasual.

  • Layananmu

Beri detail singkat tentang keterampilan freelance yang kamu tawarkan. Seharusnya ini bisa segera memberitahu calon klienmu mengenai cakupan keahlianmu.

2. Laman Portofolio

Biarkan karyamu yang berbicara.

Laman portofoliomu bakal memajang proyek dan contoh karyamu yang lain. Jadi, tampilkan karyamu yang paling luar biasa dan banyak dipuji!

Namun, jangan jejalkan semua di satu laman saja. Pikirkan cara mengaturnya.

Kelompokkan karya-karyamu ke dalam kategori yang jelas. Ini juga akan memberitahu klien apa yang akan mereka dapatkan saat meminta layananmu.

Kalau kamu penulis lepas, kamu bisa membuat kategori di antaranya untuk konten mikro, postingan blog, atau studi kasus. Kalau kamu fotografer atau desainer, kamu bisa memajang keterampilanmu dengan membuat laman portofolio visual.

Portofolio yang terorganisir lebih mengundang ketimbang sekadar menuliskan tautan ke tiap gambar.

Pertimbangkan untuk menerapkan tips ahli berikut untuk membuat laman portofoliomu juara:

  • Ceritakan kisah dari setiap hasil karya. Deskripsi karyamu harus mencantumkan apa yang telah kamu lakukan untuk klien dan bagaimana karya itu membantu mereka mencapai tujuan.
  • Memamerkan proyek relevan dan terkini. Jangan memamerkan contoh karya yang tak mendukung keterampilan yang ingin kamu promosikan agar klien tak salah tangkap.

“Tapi saya belum punya karya!”

Coba tanya dirimu sendiri: Bagaimana saya bisa membuat portofolio, padahal baru merintis?

Tak usah cemas. Kita semua pernah mengalaminya!

Jangan ragu memajang karya dari kursus pelatihan atau pendidikan yang kamu ikuti. Kamu bahkan bisa membuat beberapa untuk teman-temanmu – atau klien imajiner – tanpa biaya.

Toh kamu harus membuat karya dulu sebelum tampil ke publik. Ini juga menjadi kesempatan untuk melatih dan mempertajam keterampilanmu.

Ada banyak cara untuk membuat laman portofoliomu. Kamu cuma perlu jadi kreatif!

3. Laman Hubungi Kami

Laman kontak membuatmu selangkah lebih dekat untuk menambah daftar klien. Setelah membuat pengunjung terkesan dengan portofoliomu, sebaiknya mereka juga bisa dengan mudah menghubungimu.

Berikut beberapa elemen wajib di laman kontakmu:

Detail Kontak

Tampilkan nomor telepon, email, dan akun media sosial yang bisa diakses. Kamu tidak mau kan klien kebingungan saat mencoba menemukannya.

Formulir Kontak

Jadikan pengalaman pengguna lebih personal dengan membuat formulir kontak yang disesuaikan.

Buat CTA yang singkat, tetapi menarik. CTA ini sebaiknya mengundang klien untuk mengisi formulir kontak. Alih-alih menggunakan tombol “Kirim”, cobalah ganti dengan “Ayo mulai”, “Ayo hubungi”, “Ayo terhubung”, dll.

Sepatah kata tentang desain...

Mungkin kamu tergoda untuk jor-joran dengan desain websitemu – apalagi kalau kamu desainer – tetapi membuatnya sederhana adalah yang paling baik.

Desain yang bersih dan rapi meminimalisir distraksi para calon klienmu.

Hindari menggunakan terlalu banyak warna dan jenis huruf penuh gaya. Jaga agar semua tetap mudah dimengerti. Kamu tentu ingin para pengunjung langsung mendapatkan pesanmu, kan?

Gunakan gambar berkualitas tinggi dan pastikan itu mewakili brandmu dengan baik.

Kesimpulan

Ada begitu banyak pekerja freelance di luar sana. Tampillah mencolok dengan membuat website hebat yang menunjukkan keahlian dan kepribadianmu. Kamu tak perlu jago secara teknis. Kamu bisa menggunakan pembuat website seperti Sitebeat dan biarkan kreativitasmu mengalir.

Checklist Utama Online Branding untuk Freelancer

DOWNLOAD

Bonus Content