Dasar-dasar Marketing Funnel untuk Meningkatkan Konversi Website

Marketing funnel, juga dikenal sebagai conversion funnel atau sales funnel, adalah konsep yang menjelaskan proses yang kamu buat untuk menarik calon pembeli ke websitemu dan memandu mereka untuk mengambil tindakan yang diinginkan.

Tindakannya dapat berkisar dari mendaftar ke daftar emailmu hingga membeli produk dan layananmu.

Membuat marketing funnel yang efektif adalah dasar untuk menerapkan strategi inbound marketing yang sukses.

Pembeli ingin meneliti pilihan mereka sebelum melakukan pembelian dan kualitas marketing funnel-mu dapat membantu mereka membuat keputusan itu lebih cepat.

Jika kamu mengarahkan orang ke websitemu tetapi hanya sedikit yang mengonversi menjadi prospek, kemungkinan besar kamu memiliki marketing funnel yang tidak efektif.

Ada banyak alasan mengapa tingkat konversimu rendah, tetapi mari kita mulai dengan memahami dasar-dasarnya.

Proses marketing funnel

Proses marketing funnel sederhana terdiri dari empat langkah utama, yaitu:

  • Ciptakan kesadaran untuk produk dan layananmu
  • Bangun minat pada apa yang kamu tawarkan
  • Tingkatkan keinginan pelanggan dengan mendidik mereka tentang bagaimana kamu dapat membantu memecahkan masalah mereka
  • Ambil tindakan yang diinginkan untuk tahap proses pembelian pelanggan

Proses ini kemudian berulang, menggerakkan pengunjung melalui buyer’s journey sampai orang tersebut meninggalkan funnel atau melakukan pembelian.

Kedengarannya mudah, kan?

Tidak juga.

Untuk memaksimalkan tingkat konversimu, marketing funnel yang dirancang dengan baik dan efektif memerlukan perencanaan, peninjauan, dan pengoptimalan.

Strategi Marketing Funnel

Marketing funnel, meskipun sifatnya serupa, dapat menghasilkan hasil yang berbeda.

Apakah kamu ingin mengonversi:

  • Pengunjung menjadi prospek (leads)
  • Leads menjadi pelanggan atau
  • Pelanggan menjadi pelanggan tetap?

Mengetahui sasaran mana yang kamu kejar akan menentukan strategi marketing funnel yang kamu butuhkan. Setiap marketing funnel harus fokus pada satu sasaran dan satu ajakan bertindak (call to action).

Jika kamu memberi pengunjung terlalu banyak pilihan, sebagian besar akan pergi tanpa mengambil tindakan apa pun.

Sitebeat Website Builder

Memahami target pelanggan ideal

Pengunjung yang datang ke websitemu berada pada tahap yang berbeda dalam proses pembelian.

Tidak semua pengunjung akan melakukan tindakan yang sama dan banyak yang tidak melakukan tindakan apa pun. Kamu perlu membimbing mereka ke arah yang tepat.

Pertama, kamu perlu menarik pengunjung yang tepat dan membimbing mereka ke marketing funnel yang tepat sesuai kebutuhan mereka.

Maka kamu perlu membujuk mereka agar mereka cenderung tidak pergi sebelum menyelesaikan tindakan yang diinginkan.

Kamu harus membantu mereka untuk:

  • Mempelajari tentang apa yang kamu tawarkan
  • Memahami bagaimana kamu dapat membantu mereka memecahkan masalah
  • Mengenalmu sehingga mereka lebih cenderung melakukan bisnis denganmu daripada orang lain.

Hanya dengan begitu kamu dapat mengkonversi para pengunjung menjadi tahap berikutnya dalam proses marketing funnel.

level marketing funnel

Level 1 – Awareness (Kesadaran)

Sebelum kamu dapat menerapkan marketing funnel, kamu memerlukan aliran pengunjung yang memenuhi syarat ke websitemu.

Membuat orang sadar akan brand-mu dapat dilakukan melalui banyak saluran online yang berbeda, tetapi sebagian besar bisnis kecil secara alami tertarik pada content marketing.

Content marketing memungkinkanmu untuk mendapatkan visibilitas di mesin pencari dengan membuat dan mengoptimalkan konten yang membantu mereka yang melakukan penelitian untuk membeli sesuatu.

Di sinilah semakin kamu memahami bagaimana bisnismu dapat membantu menghilangkan keresahan atau memenuhi keinginan target audiensmu, semakin kamu dapat membuat konten yang akan memenuhi kebutuhan penelitian mereka.

Konten dapat disampaikan sebagai posting blog dan video untuk menarik pengunjung. Pada tahap awareness ini, kamu perlu memberikan informasi gratis yang cukup agar pengunjung tidak merasa dijual.

Pastikan penawaranmu terlihat sehingga jika pengunjung benar-benar tertarik denganmu, mereka tidak akan ragu untuk pindah ke tahap berikutnya.

Baca juga10 Tips Marketing Konten yang Wajib Diketahui Pemilik Bisnis Kecil

Level 2 – Interest (Minat)

Setelah kamu menarik pelanggan target idealmu, kamu sekarang perlu meningkatkan minat mereka pada produk atau layananmu. Di sinilah website dan kontenmu sangat penting.

Jika kamu memperhatikan bahwa kamu menarik pengunjung tetapi mereka pergi dengan cepat, masalahnya mungkin semata karena websitemu berisi konten yang mereka cari.

Atau di websitenya sulit untuk menemukan apa yang mereka butuhkan atau mengandung terlalu banyak pilihan. Banyak usaha kecil yang membangun website mereka sendiri membuat banyak kesalahan desain website yang merugikan konversi.

Kontenmu perlu mendorong pengunjung untuk belajar lebih banyak, menyelam lebih dalam, dan mengenalmu.

Jika kamu menyediakan posting blog yang menarik pengunjung, sertakan ajakan bertindak untuk konten yang lebih mendalam yang mengharuskan mereka bergabung dengan daftar emailmu untuk mendapatkannya.

Konten ini, entah itu whitepaper, panduan, ebook, checklist, atau template, menjadi lead magnetmu, alat yang mendorong mereka untuk menukar alamat email mereka dengan penawaranmu.

Level 3 – Desire (Keinginan)

Setelah kamu memiliki minat pengunjung, sekarang kamu harus meyakinkan mereka bahwa mereka perlu mengambil langkah berikutnya. Ingat, langkah selanjutnya bisa mengubah pengunjung menjadi prospek atau prospek menjadi pelanggan.

Untuk mengubah pengunjung menjadi prospek, kembangkan strategi conversion funnel-mu dari membuat dan berbagi konten yang membangun kesadaran menjadi konten yang menunjukkan mengapa brand-mu lebih baik daripada pesaing.

Ulasan, testimonial dan studi kasus bekerja dengan baik. Webinar yang menampilkan keahlian atau demonstrasi produkmu juga dapat menambah nilai bagi pengunjungmu.

Untuk memelihara prospek dan mengubahnya menjadi pelanggan, kamu dapat mulai mengirimkan serangkaian email atau penawaran untuk bergabung dengan grup Facebook pribadi.

Banyak prospek yang memenuhi syarat masih belum siap untuk membeli. Menyediakan email atau komunitas yang menarik bagi mereka yang telah menunjukkan minat pada penawaranmu dapat memindahkan mereka dari prospek menjadi pelanggan.

Level 4 – Action (Aksi)

Jika semua yang kamu lakukan sampai sekarang berhasil, di sinilah pengunjung mengambil tindakan. Dan tergantung pada tujuan conversion funnel, pengunjung menjadi prospek yang memenuhi syarat atau prospek menjadi pelanggan.

Tetapi prosesmu bukan hanya satu konversi. Ini adalah proses berulang yang berkelanjutan yang menciptakan peluang berbeda untuk memberikan penawaran yang mungkin menarik bagi pengunjungmu. Sebagai contoh:

  • Jika pengunjung menjadi prospek yang memenuhi syarat, pindahkan mereka ke langkah berikutnya di mana kamu meningkatkan keinginan mereka untuk produk dan layananmu.
  • Jika prospek berubah menjadi pelanggan, perkenalkan mereka ke produk atau layanan lain dan mulai prosesnya lagi. Bahkan bisnis jasa dapat melakukan up-sell pelanggan ke jenis layanan lain.

Haruskah menerapkan marketing funnel untuk bisnismu?

Jawabannya adalah ya, meskipun sederhana.

Jika kamu memasarkan bisnismu menggunakan websitemu, kamu harus memiliki marketing funnel yang terdefinisi dengan baik, bahkan jika itu hanya untuk mengembangkan daftar emailmu.

Pahami buyer’s journey, apa yang menarik bagi mereka dan bagaimana kamu pada akhirnya dapat membantu mereka.

Dengan mempelajari apa yang dibutuhkan target audiensmu dan membuat konten yang memenuhi kebutuhan itu, kamu dapat membantu pengunjungmu dan mulai membangun hubungan yang bermanfaat dengan mereka.

Sitebeat Website Design

downloadable-content_close
Apakah Websitemu Terproteksi? 10 Cara Menghalau Peretas

Panduan Branding Website bagi Pemula

DOWNLOAD

BONUS CONTENT