Negara dan Bahasa

Indonesia
Menu

by Gwen F.

Mei 29, 2019

Panduan Aksi Baca 5 mnt

Panduan Tepercaya Mempekerjakan Orang untuk Bisnis Kecilmu

Selamat! Bisnismu kini berkembang.

Walau kamu asyik menikmati kesuksesan bisnis ini, kamu juga harus menghadapi tantangan yang datang. Sekarang ada lebih banyak pelanggan dilayani, lebih banyak sistem yang ditangani, dan lebih banyak strategi dirancang.

Menyenangkan, bukan? Namun, kamu butuh semua bantuan yang ada agar bisa efektif.

Nah, sekarang kamu akan mencari orang untuk membantumu. Pertanyaannya adalah: Tepatnya siapa yang harus kamu pekerjakan? Serta, bagaimana caramu memilihnya?

Siapa yang Kamu Pekerjakan?

Berikut ada beberapa tipe orang berbeda untuk bisa kamu pekerjakan di bisnis kecil ini.

Staf purnawaktu (full-time) dan paruh waktu (part-time)

Pro Kontra
  • Komunikasi ide yang efisien
  • Delegasi tugas yang mudah
  • Mudah membangun budaya tempat kerja
  • Lebih mahal
  • Biaya bulanan tetap, terlepas kamu sepenuhnya memanfaatkan karyawanmu atau tidak.
  • Butuh ruang kantor

Pemilik bisnis sering mempekerjakan staf purnawaktu atau paruh waktu karena mudahnya bekerja dengan orang-orang yang fisiknya hadir di sana.

Kamu bisa membagi beban kerja dan memberi instruksi langsung. Setiap karyawan punya ruang lingkup pekerjaannya sendiri—beberapa contohnya, rekrutmen, pemasaran, penjualan—sehingga setiap staf bisa fokus dan punya waktu untuk pengembangan diri.

Sebuah tim juga membentuk budaya tempat kerja yang lebih baik. Bertukar ide menjadi lebih mudah bila kau ada di satu tempat. Persahabatan pun berkembang, sehingga moral meningkat, dan hasilnya meningkatkan kualitas pekerjaan mereka.

Kelemahannya, pekerjaan tradisional ini menambah biaya operasionalmu. Salah satunya, kamu harus memberi para pekerja tunjangan sesuai kesepakatan. Kamu juga harus mengeluarkan uang untuk pelatihan dan fasilitas kantor.

Pekerja lepas (freelancers)

Pro Kontra
  • Terbaik untuk proyek berbasis tugas
  • Tidak semahal sebelumnya (kalau kamu tahu persis apa yang dibutuhkan)
  • Akses ke kelompok pekerja lebih besar
  • Jaminan pekerjaan berkualitas tinggi dari pekerjanya
  • Komunikasi kurang efisien
  • Menemukan pekerja lepas yang bagus bisa saja sulit

Ernst & Young memprediksikan hampir satu dari lima pekerja akan menjadi pekerja lepas/freelancer di seluruh dunia pada 2020. Maka dari itu, kamu bisa masuk ke pasar freelance global, memperluas peluangmu menemukan orang terbaik untuk pekerjaan tersebut.

Lebih jauh lagi, para pekerja lepas berusaha memberikan hasil kerjanya dengan baik. Mereka berbisnis dengan mengandalkan aliran proyek dan klien secara konstan. Jadi, mereka akan melakukan yang terbaik agar kamu tetap menjadi kliennya.

Freelancers juga menjadi pilihan hemat biaya untuk bisnismu. Kamu bisa menghemat biaya hingga 20-30% sebab kamu tak perlu menyediakan pelatihan dan tunjangan karyawan. Kamu perlu mengatur aturan pembayaran—per jam, per proyek—untuk menghindari pembayaran waktu tidak bekerja.

Kekurangannya, para freelancer mungkin bukanlah pilihan terbaik bila kamu menghargai hubungan kerja ekslusif dan penuh komitmen. Satu hari mereka berkomitmen denganmu, lalu tiba-tiba mereka sulit dihubungi.

Menemukan orang yang tepat juga butuh waktu. Mungkin ada banyak platform untuk mencarinya—seperti Upwork, Freelancer, Fiverr, dan lainnya. Namun, butuh waktu untuk menemukan seseorang yang memiliki ketrampilan yang kamu butuhkan dan komitmen yang kamu harapkan.

Staf jarak jauh (remote staff)

Pro Kontra
  • Tidak terlalu mahal
  • Akses ke kelompok pekerja lebih besar
  • Produktivitas karyawan lebih baik
  • Komunikasi kurang efektif
  • Sulit untuk urun rembuk gagasan
  • Masalah dalam keamanan informasi

Staf jarak jauh bekerja di luar kantor fisik—baik itu bekerja lepas, paruh waktu, atau purnawaktu. Mereka bisa bekerja di mana pun mereka mau, sepanjang mereka merampungkan pekerjaan yang dibutuhkan tepat waktu.

Mempekerjakan staf jarak jauh kini meningkat secara global. Pada 2013, ada peningkatan 26% posting pekerjaan jarak jauh, dan 83% manajer SDM telah memprediksikan popularitas pekerjaan jarak jauh pada lima tahun mendatang.

Lalu, kenapa kamu perlu mempertimbangkan mempekerjakan mereka?

Biayanya tak terlalu besar untukmu, bila dibandingkan mempekerjakan karyawan secara tradisional. Kamu tidak perlu menghabiskan waktu di tempat kerja sebab mereka tidak melapor ke kantor.

Layaknya freelancer, kamu juga bisa merekrut mereka dari penjuru dunia, sehingga ada pilihan merekrut dari negara dengan biaya tenaga kerja rendah. Mempekerjakan karyawan jarak jauh juga mendorong produktivitas. Mereka cenderung lebih fokus karena tidak terganggu oleh rapat-rapat tak berguna dan interupsi lainnya yang biasa ada di kantor.

Namun, punya staf jarak jauh ada kekurangannya.

Walau komunikasi jadi mudah berkat perkembangan teknologi, hal itu tidak bisa mengalahkan berkomunikasi langsung. Kamu juga harus mempertimbangkan risiko keamanan. Staf jarak jauh menangani info sensitif di luar area bisnismu, jadi kamu harus menginvestasikan cara untuk menjaga data tetap aman.

Asisten virtual

Pro Kontra
  • Terbaik untuk tugas kecil yang repetitive
  • Meningkatkan produktivitas perusahaan
  • Tidak mahal
  • Akses ke kelompok pekerja lebih besar
  • Komunikasi kurang efektif
  • Karyawan mungkin terbebani proyek lainnya

Asisten virtual utamanya membantu untuk tugas sederhana, tetapi repetitif. Ini termasuk mengatur jadwal, melakukan reservasi, penelitian, dan menangani akun media sosial.

Keuntungan terbesar mempekerjakan asisten virtual adalah meningkatkan produktivitasmu hingga sepuluh kali lipat.

Dengan membiarkan orang lain mengurus tugas repetitif, kamu punya waktu untuk fokus pada aktivitas bisnis inti yang mempengaruhi laporan akhir laba/rugi—termasuk strategi bisnis, funnel audit, dan manajemen tim. Kesempatan bisnismu tumbuh jadi lebih besar!

Namun, layaknya semua yang ada di daftar ini, kamu masih terhadang kekurangannya.

Karena asisten virtual bekerja dari jauh, mungkin sulit mengomunikasikan gagasan dengan efektif. Asisten virtual juga kemungkinan bekerja dengan klien lain. Maka dari itu, kecuali tercantum di dalam kontrak, jangan berasumsi kamulah satu-satunya prioritas mereka.

Bagaimana memilihnya?

Pastinya banyak pilihan dalam mempekerjakan orang untuk bisnismu. Nah, sekarang bagaimana kamu memilih jenis pekerja mana untuk dipekerjakan?

Pertimbangkan ketiga faktor ini:

1. Apa yang mereka lakukan untukmu?

Asisten virtual terasa pas kalau kamu butuh bantuan untuk tugas administratif sederhana.

Untuk tugas-tugas tipikal berbasis proyek—desain grafis, menulis, pemrograman, dan semacamnya—bagusnya mempekerjakan freelancer dan pekerja jarak jauh.

Sementara itu, untuk tugas-tugas yang butuh supervisi konstan dan menangani sumber daya bisnis, bentuklah tim staf purnawaktu atau paruh waktu. Dengan begitu, mereka akan bekerja di kantor dan kalian bisa bekerja sama dengan lebih efisien.

2. Berapa lama kamu membutuhkan mereka?

Kalau kamu butuh staf untuk proyek tunggal atau musiman, kamu bisa memilih mempekerjakan pekerja independen seperti freelancer dan asisten virtual.

Namun, bila kamu butuh bantuan untuk proyek jangka panjang, atau ingin pekerja itu bekerja dalam waktu lama, lebih baik mempekerjakan karyawan purnawaktu atau paruh waktu.

3. Seberapa besar anggaranmu?

Mempekerjakan staf purnawaktu dan paruh waktu membutuhkan anggaran paling besar, karena harus memikirkan gaji, tunjangan utama, dan tempat kerja mereka di kantormu.

Bila ini belum memungkinkan, pertimbangkan mempekerjakan staf jarak jauh untuk menghemat biaya ruang kerja.

Untuk menghemat lebih banyak uang, pekerjakan staf freelance atau asisten virtual.

Kesimpulan

Karyawan sangatlah penting bagi bisnis karena sebanding dengan produktivitasnya. Dengan tim yang solid, kamu bisa menyelesaikan tugas tepat waktu dan meningkatkan skala bisnismu dengan efektif.

Langsung ke bagian

Staf purnawaktu (full-time) dan paruh waktu (part-time)
Pekerja lepas (freelancers)
Staf jarak jauh (remote staff)
Asisten virtual
Bagaimana memilihnya?