Sitebeat Loader

Bicara dengan konsultan website kami

Harap berikan informasi detailmu dan tim Sitebeat akan menghubungimu!

Terima kasih

anggota tim Sitebeat akan segera menghubungimu atau hubungi kami sekarang melalui:

oleh Anggun Prameswari

28 April 2021

Panduan Marketing 5 mnt

Mengenal E-Commerce Lebih Jauh

E-commerce menjadi bagian tak terpisahkan dari kebiasaan berbelanja saat ini. Berkat internet, banyak bisnis memanfaatkan e-commerce untuk pengembangan brand dan peningkatan profitnya.

Nyaris semua barang atau jasa bisa dibeli melalui e-commerce. Oleh karena itu, e-commerce bisa dianggap sebagai pengganti toko fisik dan kehadiran bisnismu secara online pun tak terelakkan lagi.

Menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), hingga pertengahan 2020 saja, ada 196,7 juta pengguna internet di Indonesia.

Ditambah lagi, Indonesia telah menjadi negara dengan pertumbuhan e-commerce tercepat di dunia, hingga mencapai 78 persen, melampaui Meksiko dan Filipina.

Nah, sebenarnya apa sih e-commerce itu dan sepenting apakah keberadaannya untuk menunjang bisnismu?

Berkenalan lebih jauh dengan e-commerce

Definisi e-commerce

E-commerce, atau perdagangan elektronik, merupakan aktivitas jual-beli di internet melalui beragam platform dan perangkat.

Sebagian besar dari kita tentu pernah berbelanja online melalui website, aplikasi seluler, dan marketplace, baik dari desktop, laptop, maupun smartphone.

Sistem pada layanan e-commerce saling terhubung dalam jaringan, sehingga seluruh proses transaksi dilakukan secara online dan meminimalisasi interaksi tatap muka.

Selain itu, e-commerce bisa membantu branding bisnismu melalui pemilihan nama domain terbaik dan unik.

Sitebeat domain

Jenis dan contoh e-commerce

Kini e-commerce telah berkembang menjadi beragam aktivitas berbeda. Namun, secara garis besar, e-commerce terbagi ke dalam tujuh kategori umum sebagai berikut.

  • Business-to-Consumer (B2C)

Merupakan jenis e-commerce yang paling mudah ditemui. Transaksi B2C ini terjadi antara pelaku bisnis dengan konsumennya.

Contohnya, pembeli berbelanja bahan makanan melalui aplikasi penyedia bahan pangan, lalu bahan makanan ini akan dikirimkan melalui jasa pengiriman langsung ke tempat yang disepakati.

Semua proses transaksi dan pembayarannya secara digital melalui gawai si pembeli.

  • Business-to-Business (B2B)

Mengacu pada transaksi jual-beli barang dan jasa antara satu pelaku bisnis dengan pelaku bisnis lainnya. Yang diperjualbelikan biasanya barang mentah atau setengah jadi yang akan diolah lagi menjadi barang siap pakai.

Misalnya, manufaktur garmen menjual produknya melalui website kepada UKM konveksi untuk dibuat pakaian jadi.

B2B juga bisa terjadi antara pedagang grosir dan pedagang ritel, misalnya pedagang grosir menjual pakaian yang dia beli dari UKM konveksi tadi ke pedagang ritel melalui akun Facebooknya.

  • Consumer-to-Consumer (C2C)

Merujuk pada transaksi elektronik antar konsumen. Misalnya, barang-barang preloved dijual di marketplace atau akun media sosial pribadi.

  • Consumer-to-Business (C2B)

Merupakan kebalikan dari B2C. Individu menjual layanan atau produknya kepada organisasi atau bisnis.

Sebut saja penulis lepas yang menjual kemampuan menulis konten untuk promosi perusahaan, fotografer lepas, dan lainnya. Mereka biasanya membuat portofolio secara online saat menawarkan barang atau jasanya melalui website, blog, atau akun media sosial.

  • Business-to-Government (B2G)Consumer-to-Government (C2G)

Sama-sama menyasar transaksi yang berkaitan dengan pemerintah.

Evolusi teknologi telah memungkinkan efisiensi layanan pemerintah, sehingga bisa meminimalisasi tindak pidana, seperti korupsi. B2G biasanya berkaitan dengan proyek pemerintah melalui lelang tender secara elektronik.

Sedangkan C2G biasanya berurusan dengan pembayaran kewajiban pribadi kepada pemerintah, seperti pajak atau BPJS, melalui ATM dan platform lainnya.

  • Online-to-Offline (O2O)

Terjadi saat transaksi e-commerce ini melibatkan platform online sekaligus toko fisik yang bersifat offline.

Pelanggan biasanya melakukan pemesanan atau pembelian melalui aplikasi seluler atau website, lalu produknya bisa diambil atau dinikmati secara offline.

Contoh yang paling dekat dengan keseharian kita adalah pemesanan makanan melalui aplikasi transportasi online atau pemesanan kamar hotel melalui aplikasi khusus akomodasi dan perjalanan.

  • Direct-to-Consumer (D2C)

Mulai berkembang pada masa pandemi. Saat aktivitas pusat keramaian dibatasi, terjadi penurunan penjualan barang-barang konsumsi. Ini mendorong produsen untuk langsung menjual barang kepada end user melalui layanan e-commerce.

Peran distributor atau agen ditiadakan untuk jenis e-commerce ini. Tujuannya, demi menjaga kestabilan volume penjualan dan menjangkau pasar lebih luas tanpa interaksi langsung di masa pandemi.

Salah satu contohnya, produsen kosmetik terkemuka membuka official store di marketplace dan pembelinya adalah end user produk mereka.

Manfaat e-commerce bagi bisnismu

E-commerce memberi banyak manfaat untuk pengembangan brand dan peningkatan profit sebuah bisnis. Beberapa manfaat yang kamu dapatkan saat menerapkan e-commerce bagi bisnismu, antara lain:

Kenyamanan

Siapa yang tidak senang bila bisa berbelanja dengan lebih cepat, mudah, dan simpel? Bayangkan pelanggan hanya perlu melakukan beberapa kali klik dan swipe, lalu melakukan checkout produkmu dalam hitungan menit.

Bila bisnismu sanggup menghadirkan kenyamanan ini melalui e-commerce, bisa dipastikan basis pelangganmu akan semakin besar dan volume penjualan pun meningkat.

Layanan Pelanggan yang Disesuaikan

Kepuasan pelanggan bisa didapatkan bila bisnismu memberikan pengalaman berbelanja yang penuh kesan baik. Setiap pelanggan memang unik dan membuat strategi penjualan yang berorientasi pada pelanggan tentu banyak tantangannya.

Namun, banyak platform e-commerce menyajikan data pengunjung dan pelanggan secara detail, yang bisa kamu olah untuk menciptakan pengalaman berbelanja yang disesuaikan dengan perilaku dan demografi pelangganmu.

Dengan begini, kamu bisa membangun kesetiaan pelanggan dengan lebih baik lagi.

Pasar Lebih Luas

Internet membuat bisnismu mendunia. Website, akun media sosial, dan marketplace bisnismu merupakan pengganti toko fisikmu di dunia maya. Semua aset online ini bisa diakses pelangganmu dari negara lain, tanpa dibatasi kondisi geografis.

Roda Bisnis Bergerak Sepanjang Waktu

Toko onlinemu selalu buka selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, tanpa henti. Jangan heran bila ternyata ada transaksi saat tengah malam, atau ternyata pelangganmu berada di zona waktu yang terpaut jauh denganmu.

E-commerce membuat bisnismu terus beroperasi, bahkan di jam-jam saat toko fisik pada umumnya tutup.

Manajemen Bisnis Lebih Efektif

Pencatatan data adalah poin penting dalam berbisnis. Banyak platform e-commerce memberikan tools untuk menganalisis demografi dan perilaku berbelanja pengunjungnya.

Selain itu, alur pembelian pun telah diatur sedemikian rupa, sehingga data inventori, penjualan, pengiriman, dan lainnya bisa kamu dapatkan dengan cepat dan mudah dipahami. Kamu pun bisa membuat keputusan bisnis dengan lebih cepat dan efisien.

Biaya Lebih Rendah

Kamu bisa meluncurkan toko online dengan biaya rendah, bahkan tanpa perlu mengeluarkan sepeser pun. Kamu bisa menghemat biaya sewa bangunan toko, penyimpanan produk, penggajian banyak staf, serta biaya operasional lainnya.

Kamu bisa mengalokasikannya untuk membuat website, berlangganan nama domain unik, membuat konten digital, yang kemungkinan besar lebih terjangkau bagi budget bisnismu.

Membuat website bisa merepotkan. Namun, kamu selalu bisa mengandalkan layanan pembuatan website tepercaya, seperti Sitebeat.

Bahkan bila budgetmu terbatas, fitur-fitur di Sitebeat membantumu membuat website dan toko online sendiri yang sesuai dengan brandmu tanpa perlu belajar coding terlebih dulu.

Tersedia ratusan template yang bisa disesuaikan, semudah menggeser-lepas logo, gambar, narasi, atau video ke dalamnya. Selain itu, tampilan websitemu juga responsif dan enak dilihat pada berbagai perangkat secara real-time.

Pelanggan pun betah dan nyaman menelusuri produk dan jasa yang kamu tawarkan di website dan toko onlinemu.

Segera bangun toko online untuk bisnismu

Kini semua orang bisa berjualan secara online. Perkembangan e-commerce yang pesat bisa menjadi senjata ampuh untuk memajukan bisnismu.

Dengan pengalaman berbelanja yang nyaman, berorientasi pada pelanggan, serta operasi bisnis yang efisien dan berbiaya rendah, kamu bisa mengembangkan brandmu dan menjaring profit lebih besar lagi.

Namun, bila tak dipelajari dan dimanfaatkan dengan baik, maka ini akan menjadi senjata makan tuan. Bisnismu akan sulit berkembang, tergerus oleh laju kompetitor yang lebih cepat tanggap mengolah e-commerce mereka sendiri.

Pastikan kamu berbisnis pada platform e-commerce yang andal dan tepercaya, seperti membuat website atau toko online di Sitebeat.

Sitebeat eCommerce

Checklist Situs E-commerce bagi Pemula

DOWNLOAD

Bonus Content