Panduan mengawali karir freelancer

Panduan Utama Mengawali Karier sebagai Freelancer

Saat ini semakin banyak karyawan perkantoran yang beralih menjadi freelancer (pekerja lepas). Sebuah studi global Ernst & Young pada 2012 memperkirakan satu dari lima pekerja akan menjadi freelancer pada tahun 2020. Sementara itu, negara-negara Asia seperti Vietnam, India, dan Filipina optimis tentang pertumbuhan bisnis freelance mereka di masa depan.

Saat ini, dunia Freelancer telah berkembang menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Selain menjadi bos diri sendiri, freelancer memiliki keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik, mendapatkan gaya hidup sesuai keinginan, menjadi lebih aktif secara politik, dan banyak lagi.

Terlihat menarik, kan? Apa kamu berpikiran untuk menjadi freelancer? Bisa saja!

Pertama-tama, kamu perlu tahu beberapa hal terlebih dulu dan menyiapkannya dari sekarang.

Hal Yang Perlu Dilakukan Sebelum Memulai Sebagai Freelancer

Pertama dan paling utama, tanyakan pada diri sendiri kenapa kamu ingin menjadi freelancer. Apa yang ingin kamu raih?

  • Penghasilan sampingan untuk menambah pendapatan?
  • Menjadi bos untuk dirimu sendiri?
  • Bekerja di mana pun dan kapan pun kamu mau?
  • Mencapai keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik?

Tujuanmu harus jelas, apapun itu. Tujuan inilah yang akan menentukan hal-hal yang kkamu harus lakukan, seperti keterampilan yang perlu dipelajari, dan sumber daya apa yang kamu harus peroleh.

Tujuanmu akan mengarahkan jalanmu.

Setelah kamu menetapkan tujuanmu sebagai freelancer, pilih bidang pekerjaannya.

Ada banyak industri dan keahlian yang kamu bisa pilih:

IT Web development

Mobile development

Software development

QA and testing

Sistem administrasi

Pengembangan data & manajemen

Pembelajaran software

Desain & Kreatif Desain grafis

Animasi

Produksi video

Produksi audio

Fotografi

Branding & desain logo

Penulisan Penulisan konten

Penulisan teknis

Penulisan kreatif

Copywriting

Editing & proofreading

Resume & cover letter

Admin Support Data Entri

Transkripsi

Translasi

Asisten virtual

Manajemen proyek

Penelitian

Akutansi

Customer Service Customer service Technical support
Sales & Marketing Strategi marketing

SEO

SEM

Email telemarketing & customer research
Hukum Layanan Hukum Legal Penulisan hukum

Sekarang, pilih bidangnya berdasarkan apa yang kamu kuasai, sukai, atau pengalaman sebelumnya (dalam pekerjaan full-time).

Jangan ragu untuk menawarkan lebih dari satu layanan selama kamu dapat mengatur waktu dan proyekmu dengan bijak.

Portofolio menunjukkan hasil kerja dan level keterampilanmu kepada calon klien. Ini adalah salah satu hal penting yang harus ada pada webmu.

Apa yang harus kamu masukkan ke dalam portofolio?

Hasil kerja untuk bos atau klien sebelumnya

Jika memiliki pengalaman profesional yang relevan dengan bidangmu, sertakanlah.

Kamu tidak perlu menambahkan semuanya, pilihlah yang terbaik untuk menunjukkan keahlianmu. Kamu harus membuat calon klienmu terkesan dengan portofoliomu.

Proyek yang sedang berjalan

Sampel hasil kerjamu tidak harus lengkap. Kamu bahkan dapat memasukkan karya yang sedang kamu kerjakan seperti kutipan artikel, sketsa seni grafis, gambar rangka dan maket dari web, satu halaman proofread tunggal dari sebuah manuskrip dan banyak lagi.

Proyek pribadi

Sampel hasil kerjamu tidak harus dari pekerjaan profesional. Kamu juga dapat menunjukkan proyek yang sesuai passion-mu, karya yang kamu buat di sekolah atau magang, dan hasil lainnya yang kamu lakukan untuk tujuan non-profesional.

Testimoni

Testimoni klien sangatlah kuat dalam membangun kepercayaan dan kredibilitas. Mereka meyakinkan calon klien lain untuk mempekerjakanmu. Jadi, perhatikan feedback dari hasil kerjamu sebelumnya dan mintalah rekomendasi pada profil LinkedIn-mu.

Studi kasus mini

Untuk membuktikan keahlian dan pengalaman kerjamu, perlihatkan proyekmu melalui studi kasus atau catatan tentang klien yang telah kamu layani.

  1. Tulis masalah apa yang muncul.
  2. Nyatakan apa yang kamu lakukan untuk menyelesaikannya.
  3. Tunjukkan solusimu. Buatlah sekonkret mungkin, ilustrasikan dalam tabel, grafik, dan sejenisnya.
  4. Jika ada peningkatan prospek, tingkat engagement tinggi, hasil penjualan yang lebih besar, dan lainnya, tunjukkan juga.

Ini memberi klien gambaran yang jelas tentang bagaimana keterampilanmu telah membantu. Jika mereka menghadapi masalah serupa, mereka pasti akan menghubungimu.

Tambahkan sentuhan personal ke bisnis freelance-mu dengan memberinya nama. Ini menetapkan identitasmu sebagai freelancer dan membantu orang lain untuk mengingatmu.

Nama bisnis ini dapat sesederhana namamu atau sesuatu yang lebih kreatif, asalkan mencerminkan karaktermu.

Setelah mendapatkan nama, buatlah website untuk bisnis freelance-mu. Sebuah website akan memberikan online presence dan memudahkan bisnismu untuk dapat diakses.

Sertakan hal-hal berikut dalam situsmu:

  • Gambaran umum layananmu. Apa yang harus diketahui pengunjung tentang layananmu?
  • Portofoliomu. Tunjukkan apa yang kamu punya! Ikuti tips yang disebutkan di atas.
  • Info kontak. Bantu pengunjung untuk menghubungimu jika mereka tertarik.
  • Nama domain. Berikut sebuah tip: gunakan nama bisnismu! Ini membuatnya lebih sah sehingga membuat calon klienmu menganggapmu lebih serius.

Menentukan harga layananmu memanglah hal yang membingungkan. Tapi, lihat sisi baiknya. Sebagai freelancer, berapa banyak uang yang ingin kamu hasilkan jelas menjadi keputusanmu sendiri.

Bagaimana kamu memutuskan harga layananmu?

Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menghitung tarif per jam. Berikut adalah rumus yang bisa kamu gunakan:

Tarif per jam = (target gaji + pengeluaran)/jam yang dapat ditagih

Target gaji

Ini pertanyaan langsung: berapa banyak yang ingin kamu hasilkan dalam setahun?

Jika kamu pernah bekerja full-time, pertimbangkan gaji terakhirmu. Namun, jika kamu baru memulai karier sebagai freelancer atau jika kamu ingin mempertimbangkan tarif lain, cari tahu tentang tingkat gaji rata-rata di industri pilihanmu di Glassdoor dan Comparably.

Pengeluaran

Ketika bekerja full-time untuk sebuah perusahaan, kamu tidak perlu khawatir tentang internet, peralatan, perangkat lunak, dan hal-hal lain karena perusahaanmu memiliki semuanya.

Namun, ketika bekerja sebagai freelancer, kamu harus menyediakan semuanya sendiri.

Inilah sebabnya mengapa kamu perlu memperhitungkan pengeluaranmu dengan tarif per jam. Dengan begitu, kamu bisa menjaga target gajimu untuk mengembangkan bisnis freelance-mu dan menyelamatkan dirimu dari masalah keuangan.

Jumlahkan semua pengeluaran bisnismu—biaya sewa, ruang kantor, peralatan, berlangganan software, hosting website, akuntansi, iklan dan pemasaran, pajak, asuransi dan tunjangan, dan lain-lain yang ingin perlu tambahkan.

Jam yang dapat ditagih

Kamu akan mau klienmu untuk mebayar setiap jam yang kamu habiskan untuk bekerja. Menurut peraturan ketenagakerjaan standar, hitungannya adalah 40 jam seminggu.

Namun, layaknya karyawan biasa, kamu tidak akan bekerja setiap hari setiap tahun. Kamu pasti ingin berlibur. Kamu mungkin sakit. Bahkan ada liburan yang pada hari besar pemerintah.

Oleh karena itu, dalam menghitung jam yang dapat ditagih, kamu harus memasukkan persamaan hari-hari untuk istirahat yang sangat dibutuhkan. Berikut cara melakukannya:

  1. Tentukan berapa jam kamu ingin bekerja dalam seminggu. Lipat gandakan dengan 52, dan kamu akan mendapatkan jam kerja tahunan.
  2. Jumlahkan hari libur dalam setahun, hari-hari liburan yang ingin kamu ambil, dan hari-hari sakit yang ingin kamu berikan kepada diri sendiri. Lipat gandakan hasilnya dengan jumlah jam bekerja dalam sehari, dan kamu akan mendapatkan total jam non-working-mu.
  3. Kurangi jawaban nomor 2 dengan jawaban nomor 1. Sekarang kamu memiliki total jam yang dapat ditagih!

Tantangan terbesar yang dialami freelancer adalah penghasilan yang tidak stabil. Jadi penting bagimu agar memiliki cukup tabungan untuk keadaan darurat. Ini akan memberikanmu rasa tenang dalam bekerja.

Idealnya, dana daruratmu harus menutupi pendapatanmu selama tiga hingga enam bulan.

Kamu akan berurusan dengan pendapatan yang berubah dari waktu ke waktu. Jadi, penting bagimu untuk melacak berapa banyak penghasilan dan pengeluaranmu.

Ada dua cara untuk melakukannya:

  • Aplikasi web dan seluler. Ada aplikasi yang dapat mengatur keuanganmu. Kamu bahkan bisa menikmati fitur-fiturnya yang dibuat khusus untuk freelancer. Ini termasuk pembuatan kontrak, pelacakan faktur, pelacakan pengeluaran, perencanaan anggaran, manajemen rekening bank, kalkulator pajak, dan banyak lagi.
  • Jika kamu lebih suka menyesuaikan sistem pelacakanmu sesuai preferensi, spreadsheet adalah pilihan yang tepat bagimu. Buat sendiri menggunakan perangkat seperti Google Docs atau Microsoft Excel atau gunakan template yang sudah jadi di internet.

Berikut beberapa aplikasi dan template yang kami rekomendasikan:

Aplikasi web dan seluler Template spreadsheet
  • Mint
  • Bonsai
  • Goodbudget
  • QuickBooks Self-Employed
  • Wave
Lembar penghasilan dan biaya yang dapat diunduh akan segera hadir.

Salah satu keuntungan menjadi freelancer adalah kemampuan untuk bekerja di mana saja.

Ingin bekerja dari rumah? Bisa. Ingin bekerja di kedai kopi atau ruang kerja bersama? Bisa. Ingin menjadi digital nomad dan bekerja di mana pun? Bisa juga.

Lokasi kerjamu memang terserah dirimu. Namun, kamu harus mempertimbangkan faktor-faktor ini:

Apakah lingkungannya kondusif?

Terkadang, rumah bukan tempat yang paling kondusif untuk bekerja. Dan kamu mungkin membutuhkan orang lain untuk bertukar pikiran. Tergantung kebutuhanmu, kamu mungkin bisa mempertimbangkan kafe atau working space.

Apakah ada koneksi internet yang stabil?

Kesal tidak jika kamu harus berhadapan dengan koneksi internet buruk? Kamu butuh akses ke koneksi yang stabil, apalagi sebagai freelancer.

Apakah ada toko terdekat yang menjual barang-barang penting untuk bisnismu?

Ini khususnya berlaku bagi mereka yang membutuhkan bahan dan peralatan untuk menghasilkan output mereka, seperti desainer dan pekerja kreatif lainnya. Tanpa toko yang dapat diakses di daerahmu, kamu tidak akan bisa mendapatkan alat perdaganganmu.

Apakah zona waktunya cocok dengan klien?

Jika pekerjaanmu sering mengharuskanmu untuk melakukan panggilan konferensi dengan klien, lebih baik jika kalian berada di zona waktu yang sama sehingga lebih mudah. Abaikan ini jika kamu adalah seseorang yang suka begadang atau bekerja di jam-jam yang tidak lumrah.

Apa kamu mampu untuk bekerja di lokasinya?

Pilih lokasi dengan biaya hidup yang sesuai dengan anggaranmu.

Setelah memiliki semua hal penting untuk memulai sebagai freelancer, sekarang waktunya kamu menunjukkan kemampuanmu ke orang-orang!

Tapi tentu saja, orang tidak akan melihat tawaranmu jika kamu tidak mempromosikannya.

Berikut adalah beberapa cara untuk memasarkan karir freelance-mu:

Posting di media sosial

Dengan berkembangnya dunia digital sekarang, media sosial adalah kunci untuk mengembangkan karir freelancemu.

Publikasikan web dan portofoliomu di media sosial. Pastikan untuk memilih platform media sosial yang tepat dan buat jadwal posting yang efisien.

Minta referensi

Jika kamu sudah memiliki jaringan profesional, manfaatkan koneksi mereka dengan bertanya apakah mereka dapat merekomendasikanmu ke orang yang mungkin membutuhkan jasamu. Bahkan, mintalah rekomendasi mereka di profil LinkedIn-mu.

Klien mempercayai rekomendasi dari orang yang mereka kenal, Ini meningkatkan peluangmu untuk mendapatkan klien lebih cepat.

Jangkau bisnis-bisnis

Cari bisnis yang mempekerjakan freelancer atau kontraktor independen dan beri tahu mereka bahwa kamu berminat untuk bekerja sama. Tunjukkan layananmu dan bagaimana mereka bisa menguntungkan bisnis-bisnis tersebut.

Kirim email ke sebanyak mungkin calon klien untuk meningkatkan peluang dibalas. Bersabarlah, dengan promosi penjualan yang tepat dan kerja keras, klien yang tepat akan meresponsmu.

Bangun jaringan

Bangun jaringan sesama freelancer profesional online dengan berpartisipasi dalam forum dan menjawab pertanyaan yang terkait dengan bidang keahlianmu. Ini meningkatkan peluang bagi orang-orang untuk mengenalmu, mengunjungi platform-mu, dan memeriksa produk dan layananmu.

Bertindak lebih lanjut dengan berhubungan secara langsung! Hadiri acara yang terkait dengan bidang atau industri pilihanmu di area mu. Ini adalah kesempatan untuk bertemu orang-orang yang bisa bekerjasama denganmu atau bahkan merujukmu ke calon klien.

Siap memulai bisnis Anda?

Dengan panduan ini, kamu siap untuk perjalanan freelancermu! Kalahkan yang biasa dan lakukan apa yang dibutuhkan agar kamu berhasil sebagai freelancer.

Skip to section

downloadable-content_close

Checklist Utama Online Branding untuk Freelancer

DOWNLOAD

Skip to section

BONUS CONTENT