Panduan Pemula untuk Promosi Bisnis Kecilmu

Kamu main Facebook sambil antre bayar belanjaan? Kamu update feed Instagram di perjalanan?

Bukan kamu saja yang seperti itu, pelangganmu juga begitu. Bahkan, rata-rata orang di Asia Tenggara menghabiskan setara 3.6 jam per hari untuk online.

Ini menjadi kesempatan mempromosikan bisnismu. Tak perlu mengandalkan TV atau iklan cetak untuk produk atau layananmu. Melalui platform online, kini kamu bisa mencapai audiensmu di mana pun mereka berada atau kapan pun kamu mau.

Inilah keuntungan utama marketing online.

Untuk yang memiliki UMKM, gunakan panduan ini untuk meningkatkan pemasaran online. Kenali faktor-faktor utama untuk membangun strategi marketing online yang sukses berikut.

8 Faktor Utama untuk Kesuksesan Marketing Online

Langkah pertama untuk setiap strategi marketing adalah mendefinisikan audiens targetmu.

Kalau kamu tidak tahu persis siapa targetmu, bagaimana kamu bisa yakin bahwa kamu telah mengomunikasikan pesan yang benar?

Pikirkan pelanggan idealmu:

  • Siapa mereka?
  • Apa masalah dan tantangan terbesar mereka?
  • Bagaimana kamu bisa membantu mereka?
  • Di mana mereka tinggal?
  • Berapa penghasilan mereka?

Jika mungkin, susun daftar basis pelangganmu saat ini atau cek siapa yang disasar kompetitormu. Tujuanmu adalah untuk mendefinisikan pelanggan yang paling mungkin untuk membeli produk atau layananmu.

Penentuan target audiens memberimu gambaran tentang apa yang mereka butuhkan dan pesan apa yang ingin mereka dengar. Hasilnya, kamu mampu membuat pesan yang lebih spesifik dan menggemakannya kepada audiensmu pada tingkat yang lebih personal.

Di dunia maya, website merupakan etalasemu. Bila dilakukan dengan benar, kamu bisa menggunakannya untuk memikat calon pelanggan untuk masuk lebih dalam.

Tidak tahu cara membuat website?

Jangan cemas — ini lebih mudah dari bayanganmu.

Pembuat website memungkinkanmu membuat website profesional dalam hitungan menit. Mereka memiliki template siap pakai, fitur geser-dan-lepas, dan integrasi media sosial—memudahkanmu untuk terhubung dengan pelanggan selama 24/7.

Sertakan hal-hal berikut ke dalam website bisnismu:

Tentang bisnismu

Tunjukkan atau ceritakan siapa dirimu. Gagasan apa di balik bisnismu? Bagaimana kamu mengawalinya? Bagaimana kamu bertekad membantu para pelangganmu?

Produk atau layananmu

Tunjukkan produk atau layanan yang kamu miliki! Buat daftar produk dan layanan dalam websitemu. Pastikan kamu memberi deskripsi singkat dan sorot manfaatnya.

Kalau kamu menawarkan jenis produk dan layanan beragam, susun semua ke dalam kategori. Ini akan membuat pengalaman menelusurinya lebih mudah bagi para pengunjung.

Bawa ke tingkat lebih tinggi dan ubah websitemu menjadi toko online. Berikan kesempatan kepada pelanggan untuk membeli produkmu di mana pun mereka berada atau kapan pun mereka mau.

Detail kontakmu

Ini gampang sekali. Biarkan para pengunjung menghubungimu bila ada pertanyaan atau kekhawatiran dengan menambahkan sebuah formulir pada laman kontakmu.

Jika punya toko fisik, pertimbangkan untuk menambahkan peta lokasimu. Ini agar kamu terhubung dengan pelanggan melalui banyak cara. Bila memungkinkan, tambahkan tautan ke akun media sosialmu.

Nama domain

Menurut pengertian layman, nama domain merupakan alamat websitemu. Itulah yang diketik para pengguna ke mesin pencari saat mencari bisnismu secara online.

Seperti nama bisnismu, nama domain yang bagus berfungsi sebagai alat branding yang kuat. Jadi, pikirkan nama yang pendek, ringkas, dan mudah diingat. Secara ideal, domain biasanya di bawah 20 karakter.

Begitu kamu memiliki domain, mulailah mengubah akun emailmu juga. Bukannya akun umum seperti @gmail atau @yahoo.com, tambahkan nilai branding ekstra dengan membuat akun email dengan nama domainmu. Ini menyiratkan image brand yang lebih dan membangun kepercayaan pelanggan.

Seberapa sering kamu mencari sesuatu di Google? Kalau tak terhitung, maka kamu bukan satu-satunya. Jutaan pengguna mengetikkan pertanyaan di mesin pencari setiap harinya – membuat SEO wajib dikuasai strategi marketing online mana pun.

SEO mengukur seberapa tinggi rankingmu pada hasil mesin pencarian. Makin tinggi rankingmu di mesin pencarian, makin besar kesempatan mendapatkan click-through conversions.

Ada dua faktor utama yang mempengaruhi SEO-mu: SEO on-page dan off-page.

SEO On-page termasuk mengoptimasi laman websitemu dan kontennya. Ini terdiri dari hal-hal berikut:

  • Optimasi website: Title tag, meta tags, meta description, kata kunci, Robots.txt, dan struktur website.
  • Optimasi konten: Kata kunci di dalam konten, kata kunci di H1, H2, dan H3 tags, hyperlinks, image alt text, title tags.
  • Lainnya: Tautan internal, tautan outbound, Sitemap, Kode validasi W3.

Sementara itu, SEO Off-page, fokus pada memberi websitemu otoritas lebih melalui tautan dari website lainnya. Ini termasuk hal-hal berikut:

  • Pembuatan tautan: Dari media sosial, website lain, direktori bisnis online.
  • Ulasan: Situs ulasan seperti Google Reviews, Trustpilot, Facebook, dan Trip Advisor
  • Lainnya: Marketing email, rilis pers, partisipasi di dalam blog, forum, dan kelompok komunitas online.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai bagaimana mengembangkan SEO on-page dan off-page, lihat toko online kami.

Begitu kata kuncimu telah ditentukan, gunakan itu untuk mulai membangun strategi kontenmu.

Ingat! Utamakan kualitas dibandingkan kuantitas.

Pastikan kamu membuat konten yang berguna bagi audiens yang ditarget. Pecahkan masalah mereka, hibur mereka – lakukan apa pun agar mereka tetap berinteraksi.

Ada banyak format konten yang bisa dimanfaatkan. Ini tergantung sifat bisnis, audiens target, dan tujuan marketing onlinemu.

Postingan Blog

Bila membayangkan konten, biasanya yang pertama terlintas adalah blog. Bagi banyak marketer, pos blog merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi marketing online mereka.

Pembuatan pos blog menawarkan kesempatan sangat besar – ini bisa masuk ranking Google, mudah di-share di media sosial, cepat dan mudah dibuat, serta tak butuh biaya banyak.

Namun, kekuatan besar membutuhkan tanggung jawab besar.

Pastikan mem-publish postingan blog secara rutin, menyediakan informasi tentang produk dan layananmu di dalamnya, menambahkan tautan ke kontenmu yang lain, dan menambahkan kata kunci yang relevan demi SEO.

Lead magnet

Lead magnet merupakan item bonus yang ditawarkan kepada pelanggan untuk mendapatkan informasi kontak mereka. Hal ini meningkatkan ranking pencarian organik, meningkatkan daya tampil brand, dan mengundang calon pengguna dengan menyusun daftar kontak.

Biasanya magnet calon pengguna berbentuk konten digital yang bisa didownload. Mereka menawarkan informasi berharga yang ingin digunakan pembaca secara offline.

Berikut beberapa magnet calon pengguna yang bisa dipertimbangkan untuk kampanye marketing online:

  • Ebook. Panduan tata cara, FAQ, laporan, atau apa pun yang berharga bagi pembacamu.
  • Buku putih. Buku putih menyelesaikan masalah tertentu, memberikan solusi, dan membantu pembaca membuat keputusan. Buku putih memuat banyak informasi—memungkinkanmu menunjukkan keahlianmu dalam topik masalah tertentu.
  • Template. Template merupakan outline atau tabel yang bisa diisi pembacamu. Template menyediakan manfaat bagi para pembaca sebab bisa digunakan kapan pun.
  • Checklist. Sediakan konten yang bisa ditindaklanjuti dengan menyediakan checklist. Misalnya, kamu bergerak di industri kesehatan, buat daftar belanja dengan pilihan makanan sehat.
  • Studi kasus. Tampilkan testimoni klienmu untuk lebih meyakinkan para pengunjung agar membeli produkmu atau memanfaatkan layananmu.

Lead magnet harus bekerja sebagaimana namanya – mengundang para calon pengguna, sehingga akhirnya, meningkatkan conversion. Oleh karena itu, tambahkan call-to-action menarik untuk mendorong prospek mengambil langkah selanjutnya.

Infografis

Sebuah gambar memiliki seribu kata-kata. Sebuah infografis berharga satu ton informasi.

Infografis membantumu menyajikan informasi yang menarik secara visual – melalui grafik, bagan, gambar, dan semacamnya.

Ingat tips berikut saat mendesain infografis:

  • Cantumkan sumbermu. Datamu kemungkinan besar diambil dari beragam sumber, jadi cantumkan kredit sebagaimana seharusnya.
  • Tunjukkan, jangan beritahu. Buat konten dan desainnya tetap simple, menarik, dan mudah dicerna.
  • Atur informasi menurut kategorinya.
  • Tambahkan tombol share media sosial.

Videos

Konsumen pindah ke video lebih cepat dari sebelumnya. Penonton video seluler, secara khusus, tumbuh pesat hanya di Asia Tenggara sendiri.

Jadi, menambahkan video ke dalam strategi marketing kontenmu itu mudah sekali.

Video lebih engaging daripada konten tertulis. Video lebih fleksibel dan memuat segudang informasi yang bisa dilahap penonton dalam waktu singkat.

Distribusikan videomu ke dalam banyak platform, seperti media sosial dan email. Integrasikan dengan postingan blogmu juga. Pertimbangkan membuat blog dan konten teks lain ke dalam versi video agar pelanggan punya opsi lain mencerna kontenmu.

Penggunaan media sosial di Asia Tenggara meledak. Penggunaan tumbuh hingga 90% dalam 12 bulan terakhir, sehingga marketing dengan channel media sosial yang relevan dipastikan bagus bagi bisnismu.

Manfaatkan media sosial dengan langkah berikut:

Pahami audiens setiap platform media sosial

Lakukan riset pasar mengenai audiens yang menggunakan masing-masing platform media sosial tertentu. Kenali demografi dan angka signifikan lainnya—termasuk waktu yang dihabiskan pada setiap platform, fitur yang paling sering digunakan, waktu puncak penggunaan aplikasi mereka, dan banyak lagi.

Pilih jenis media sosial yang tepat

Mengurus konten bagi beberapa channel menguras lebih banyak waktu dan usaha—terlebih kalau kamu bekerja sendiri.

Pilih channel yang relevan dengan bisnismu melalui faktor-faktor berikut:

  • Tujuan marketing media sosialmu (atau tujuan marketing online secara umum).
  • Sumber daya dan keterampilanmu saat ini.
  • Demografi setiap channel.

Selaraskan penanganan akun media sosialmu

Menyelaraskan penanganan media sosial membuat bisnismu mudah ditemukan secara online.

Agar konsisten, gunakan nama bisnismu sebagai penyelaras semua akun media sosialmu.

Tentukan format kontenmu

Setiap platform media sosial memamerkan format konten berbeda. Dari update instan di Twitter hingga foto dan video untuk Instagram.

Ulik konten yang telah kamu buat dan sesuaikan dengan channel yang tepat. Berikut tipe konten umum yang bekerja baik pada platform media sosial besar:

  • Facebook: Video siaran langsung, video durasi 30-45 detik, konten terkurasi, postingan blog.
  • Instagram: Gambar beresolusi tinggi, video, cerita.
  • LinkedIn: Video ringkas yang informatif, postingan blog berkualitas tinggi, kabar perusahaan.
  • Pinterest: Infografis, panduan foto, postingan “layak-pajang” (“Pin-worthy”) seperti gambar, video, dll.

Buat kalender konten

Menemukan ide konten, membuat, kemudian mempublikasikannya secara rutin terdengar seperti pekerjaan yang menggunung.

Agar tugasmu terurus dengan baik, buat kalender konten. Para marketer menggunakan kalender untuk memiliki gambaran penuh tentang rencana komunikasi online mereka. Ini juga membantumu membuat konten secara konsisten di seluruh media sosial.

Buat jadwal postingmu fleksibel. Lakukan tes beberapa kali untuk menentukan postingan mana yang memancing interaksi paling banyak.

Untuk hasil terbaik, padukan trafik organik dan berbayar dari sosial media. Baik Facebook dan Instagram punya platform iklan dengan opsi target yang fantastis. Menggapai audiens targetmu pun lebih mudah.

Di Asia Tenggara, tingkat membuka email berkisar 24%. Di seluruh dunia, 34% populasi mengakses akun email mereka. Itu 2,5 miliar orang di seluruh dunia.

Tak diragukan bahwa marketing email—bila dilakukan dengan benar—merupakan strategi efektif untuk menggaet pelanggan. Pikirkan terakhir kali kamu cukup penasaran untuk membuka email yang berbunyi, “Hei Joe, Ada Sesuatu yang Mungkin Kamu Suka.”

Kamu lanjut menyimak konten dalam beberapa detik…

Menurutmu, “Wah, saya ingin membaca lebih,” …

Lalu, kamu mengeklik tombol Baca Lebih di bagian paling akhir…

Masuk ke inbox calon pelangganmu itu satu hal. Mendorong mereka sesuai arahanmu itu tantangan lain.

Meningkatkan Kemungkinan Emailmu Dibuka

1. Buat kalimat topik yang menarik

Dalam konteks email, kesan pertama adalah segalanya. Kalimat subyekmu harus menarik perhatian orang begitu mereka melihatnya. Jadi, pikirkan sesuatu yang Relevan, Berharga, dan Langsung ke Inti Masalah.

Subyek email biasanya sepanjang 50 karakter atau kurang. Gunakan pendekatan berbeda saat membuat subyek email:

  • Personalisasi: Pancing minat pelangganmu dengan memanggil nama mereka. Misal: “Hai Joe, jangan tunda lagi” atau “Selamat ulang tahun, Joe, ini ada diskon 20%”.
  • Subyek email untuk konten “daftar” dan “tata cara”: Ulik lagi tips tata cara yang sering dipakai dan postingan daftar dengan memberi jaminan bahwa pembaca akan mempelajari sesuatu. Misal: “Tingkatkan Pendapatanmu Hingga 10% dalam 24 Jam” atau “10 Alasan Jangan Menurunkan Berat Badan”.
  • FOMO (Takut Ketinggalan): Diam-diam semua takut ketinggalan, kan? Marketing FOMO memanfaatkan rasa takut ketinggalan pelanggan ini sebaik-baiknya. Misal: “Obral Anniversary Kami Tinggal 3 Hari Lagi” atau “Cepat! Gratis Ongkir Sampai Nanti Malam”.

2. Amankan alamat emailmu yang sudah disesuaikan

Paket Sitebeat memungkinkanmu membuat hingga lima alamat email di akunmu.

Gunakan kesempatan ini untuk membuat satu alamat untuk keperluan email marketingmu, seperti [email protected] atau [email protected] Pastikan kamu menggunakan nama domain pada alamat email untuk mendorong pengakuan brand.

3. Tautkan emailmu ke landing page.

Sandingkan email dan landing page untuk membuat tingkat conversion-mu melejit.

Nah, apa itu landing page? Apa urusannya dengan marketing email?

Landing page umumnya dirancang untuk mengubah calon pengguna menjadi pembeli. Sementara itu, email merupakan cara efektif untuk menuntun pengunjung ke landing page-mu.

Untuk membuat email dan landing page yang efektif, pastikan kamu membuat desain yang selaras untuk kedua laman itu dan satu klik untuk melakukannya.

4. Lacak kinerja marketing emailmu

Pada akhirnya, kampanye brilian bukanlah apa-apa kalau hasilnya tak bisa diukur. Untuk mengecek apa usahamu mencapai tujuan marketingnya, lihat metrik mana yang ingin kamu simak.

  • Clickthrough rates menentukan persentase penerima yang mengeklik tautan di dalam email.
  • Conversion rates menghitung tautan di email dan perilaku tertentu yang selesai dilakukan. Misalnya, mereka mengisi formulir yang meminta detail kontak mereka.
  • Bounce rates menunjukkan jumlah email yang gagal mencapai penerima yang dimaksud. Ini membuatmu menghapus alamat-alamat dengan tingkat bounce tinggi dari daftar email, sehingga mengurangi risiko pengiriman ke kotak spam.
  • Tingkat pertumbuhan daftar. Menganalisis metrik ini membantu daftar emailmu tumbuh. Ingat, ada penyusutan 22.5% per tahun secara alami dalam daftar penerima email—ini biasanya disebabkan beberapa faktor, seperti perubahan email, alamat yang diabaikan, calon pengguna yang tidak memenuhi syarat. Jadi, perbanyak titik sentuhmu (media sosial, website, iklan online, dll.) untuk memperluas jangkauan pasarmu.

Anggaran yang tersusun cermat sangatlah penting.

Ini bukan sekadar tahu berapa yang bisa kamu gunakan untuk marketing. Kamu harus menetapkan tujuan marketing agar bisa menentukan anggaran dan target ROI-mu.

Dan yang terpenting, anggaranmu bergantung pada apa yang kamu rencanakan untuk strategi marketing onlinemu.

Berikut faktor-faktor umum yang bisa dipertimbangkan saat menghitung anggaran marketing:

  • Biaya SDM. Ini saat kamu perlu mempekerjakan orang untuk tugas kreatif seperti desain grafis, pengembangan website, copywriting, dan banyak lagi.
  • Pengeluaran Online. Hitung pengeluaranmu untuk hosting website, hosting domain dan pembaruannya, biaya iklan online, dan banyak lagi.
  • Ongkos Software. Termasuk ongkos software saat menggunakan aplikasi untuk manajemen konten, pengukuran kampanye, desain, dan banyak lagi.
  • Logistik. Ya, catat peralatan kantor, perlengkapan, dan banyak lagi.
  • Upah. Jangan lupa membayar pegawai yang melakukan kampanye dan strategimu!

Walau marketing online penting, metode marketing offline tradisional sama sekali tidak ketinggalan zaman.

Untuk hasil lebih besar, lakukan keduanya.

Menjalankan kampanye online dan offline memberi kesempatan lebih bagimu untuk menggapai audiensmu. Pastikan kamu memiliki identitas brand yang saling melekat di seluruh channel marketing.

Langkah selanjutnya: Menjadi besar melalui metode berbayar.

Marketing konten, kampanye email, posting media sosial—strategi marketing organik ini melakukan hal ajaib untuk menumbuhkan brandmu.

Namun, untuk dorongan ekstra, berinvestasilah pada pencarian berbayar. Gunakan pencarian berbayar untuk:

  • Mendapat hasil dengan cepat. Platform bayar-per-klik (Google Ads, Bings Ads, Facebook Ads) sangat cocok bagi mereka yang mencari hasil cepat. Pikirkan produk atau peluncuran bisnis, promo, acara, dan banyak lagi.

Begitu iklanmu disetujui, iklan itu akan dipajang ke audiens targetmu – membuat lebih banyak orang ke websitemu dan memperbesar kemungkinan conversion yang lebih besar.

  • Gaet Pencarian Lokal. Untuk usaha kecil dan menengah, kamu cenderung memasarkannya di negara, wilayah, atau kota tertentu. Bayar-per-klik memungkinkan iklanmu untuk menyasar lokasi spesifik sesuai dengan lokasi bisnismu. Alhasil, kamu mendominasi pencarian lokal DAN meningkatkan visibilitas brand.
  • Mendapat trafik bertarget tinggi. Kampanye bayar-per-klik memungkinkanmu mengatur demografi spesifik – termasuk kata kunci, lokasi, waktu, tanggal, dll. Facebook ads, misalnya, memungkinkanmu menyasar audiens target berdasarkan Liked Pages (laman Facebook yang disukai) mereka. Ini memungkinkanmu menyampaikan pesan yang tepat untuk audiensmu.

Marketing bayar-per-klik dan organik menjadi komponen marketing yang penting, jadi tak perlu lebih memilih salah satu dibandingkan yang lain. Bahkan, padukan dua strategi itu ke dalam rencana marketing onlinemu. Bila ragu, selalu bicarakan dengan ahli bayar-per-klik untuk memaksimalkan investasimu.

Bersedia, siap, pasarkan!

Siap melompat masuk ke permainan marketing onlinemu? Mulailah dengan alat marketing online yang paling tua, sekaligus paling efektif: Websitemu.

Mulailah dengan website profesionalmu sendiri, bersama Sitebeat.