Sitebeat Loader

Negara dan Bahasa

Indonesia
Menu

by Jennie E.

April 10, 2019

Panduan Aksi Baca 6 mnt

Panduan Mudah dan Praktis untuk SEO On-Page dan Off-Page

SEO mungkin bukan topik yang paling menarik untuk dibahas. Tapi strategi Search Engine Optimization (SEO) yang solid wajib dimiliki oleh setiap bisnis online, karena SEO menjadi bagian penting dari pemasaran online dan tetap relevan di tahun 2019.

Untuk menjelajahi SEO dengan benar, kenali dua faktor utama yang memengaruhi peringkat pencarian websitemu: Optimasi On-Page dan Off-Page.

Optimasi On-Page dan Off-Page : Apa Bedanya ?

SEO On-Page SEO Off-Page
Optimasi web: Tag judul, meta tags, deskripsi meta, kata kunci, Robots.txt, dan struktur website Pembuatan tautan: Dari media sosial, website lain, direktori bisnis online
Optimalisasi konten: Kata kunci dalam konten; kata kunci dalam tag H1, H2, dan H3; hyperlink, alt teks gambar, tag judul Ulasan: Web tinjauan seperti Google Reviews, Trustpilot, Facebook, dan Trip Advisor
Lainnya: Tautan internal, tautan keluar, Peta Situs, validasi Kode W3 Lainnya: Email marketing, siaran pers, partisipasi pada blog, forum, dan online community boards

Sesuai namanya, ­on-page SEO membutuhkan pengoptimalan website dan konten di halaman webmu sendiri. Mungkin juga termasuk perencanaan struktur website, revisi kode, dan optimasi konten. Praktik ­on-page SEO mengharuskan kamu untuk mengakses backend website.

Off-page SEO, di sisi lain, fokus untuk mendapatkan otoritas domain melalui tautan dari website lain. Semakin tinggi otoritas domainmu, semakin unggul websitemu dibandingkan pesaing.

Secara umum, teknik on-page dan off-page SEO diperlukan untuk mendorong peringkat mesin pencari websitemu. Kalau diibaratkan membangun rumah, kamu perlu membangun fondasi yang kuat (on-page SEO) sebelum mengamankan rumahmu dengan atap (off-page SEO).

SEO yang baik akan menemukan keseimbangan di antara keduanya - memperluas visibilitas onlinemu sekaligus meningkatkan posisi webmu pada mesin pencari utama.

On-page SEO: Apa Ciri Halaman yang Teroptimalisasi dengan Baik?

Riset kata kunci

Pengoptimalan on-page dimulai dengan volume kata kunci yang tinggi.

Dibandingkan menggunakan kata kunci asal-asalan, kamu perlu membuat strategi yang lebih terstruktur. Riset kata kunci adalah cara pemasaran tambahan untuk bisnismu. Cara ini akan membantumu melihat lebih seksama apa yang target audiensmu ketik pada mesin pencari (misalnya Google, Yahoo, dll).

Sekarang mari kita lihat bagaimana cara menerapkannya.

Buat daftar topik penting dan relevan. Kamu bisa menempatkan diri di posisi pembeli - atau bayangan pelanggan idealmu - dan menentukan kata kunci terkait apa yang bisa mereka cari.

Cari topik khusus. Dari daftar topikmu, buat frasa yang terkait erat dengan kata kunci utamamu. Carilah topikmu di Google dan pelajari daftar hasil pencariannya. Misalnya "hiking", maka topik khusus yang perlu diperhatikan adalah "jenis hiking", "perbedaan hiking dan trekking", atau "hiking untuk pemula".

Prioritaskan long tail keywords. Long tail keywords lebih spesifik untuk pencarian pasar targetmu. Kata kunci ini cenderung berhasil membawa pembeli daripada sekadar pengunjung ke websitemu.

Evaluasi ulang kata kuncimu secara berkala karena tren kata kunci selalu berubah. Kamu bisa meminta bantuan layanan SEO profesional untuk memastikan kamu mendapatkan hasil terbaik.

Konten website

Sebagian besar website membuat kesalahan saat menulis untuk mesin pencari – sehingga menghasilkan konten yang kaku, tidak relevan, dan tidak menarik.

Pertama-tama, konten websitemu harus bisa memberikan manfaat bagi audiens. Buat konten yang informatif dan dapat dicerna oleh pembacamu. Gabungkan prinsip-prinsip SEO (riset kata kunci, promosi konten, dll) dengan konten bagus untuk menarik lebih banyak pengunjung mesin pencari.

Judul dan deskripsi meta

Judul meta dan deskripsi meta harus memberikan informasi singkat dan padat tentang halamanmu. Keduanya harus ditulis dengan baik supaya bisa menarik pengguna online untuk mengklik tautanmu.

Berikut ini contoh kode HTML untuk judul metamu:

<head>

<title>Your title here</title>

</head>

Untuk judul meta, kamu harus menulisnya dengan menggunakan 60-64 karakter.

Lihat contoh kode HTML untuk deskripsi metamu:

<head>

<meta name=”description” content=”Add your meta description here.”>

</head>

Deskripsi meta lebih panjang — antara 50 sampai 300 karakter.

Berhati-hatilah karena judul dan deskripsimu akan terpotong kalau melebihi batas karakternya masing-masing. Kamu bisa mengukur efektivitas optimasi metadata dengan memantau click-through rates di Google Search Console.

Google Search Console dan Google Analytics

Setelah melakukan riset kata kunci dan membuat konten yang bagus, saatnya untuk mengukur hasil SEO kamu.

Menjalankan kampanye SEO tanpa alat analitik dan laporan akan menjadikannya sia-sia. Karena Google merupakan mesin pencari terbesar, sebaiknya kamu merujuk ke data yang dihasilkan oleh Google Search Console.

Dengan mengintegrasikan alat ini, kamu bisa melakukan hal berikut untuk websitemu:

Mengukur lalu lintas dan kinerja pencarian

Menemukan solusi untuk masalah

Menonjol dalam hasil pencarian Google

Google Analytics, di sisi lain, memungkinkan kamu untuk melacak setiap kunjungan website dan mempelajari pelangganmu dengan menggunakan data yang terkumpul dari webmu.

Sitemap

Sitemap sangat diperlukan untuk on-page SEO. Sitemap adalah direktori sederhana yang menyimpan seluruh informasi di halaman website. Dengan adanya Sitemap, Google bisa mendapat petunjuk tentang konten dan halaman mana yang perlu dianalisis terlebih dahulu, apalagi bila halaman duplikat terlibat.

Sitemap sangat dianjurkan untuk setiap website, terutama ketika:

Kamu memiliki website yang besar. Pengguna mesin pencari cenderung mengabaikan halaman yang baru atau diperbarui.

Websitemu baru diluncurkan. Pengguna akan sulit menemukan halaman yang tidak memiliki web lain yang terhubung dengannya.

Websitemu tidak terhubung dengan baik. Konten yang tidak tertaut satu sama lain biasanya diabaikan oleh pengguna.

Off-page SEO

Optimasi off-page memerlukan lebih banyak interaksi komunitas online. Teknik off-page SEO adalah tindakan yang dilakukan di luar websitemu yang bisa membangun backlink yang kuat. Kamu harus melewati standar algoritma Google dan juga target pasarmu.

Dengan menggunakan teknik pemasaran online di luar web, kamu sudah menunjukkan kalau bisnismu relevan, memimpin, dan dapat dipercaya. Ini akan mengarahkan pengguna online - terutama pasar targetmu - untuk meningkatkan lalu lintas dan peringkat pencarian websitemu.

Beberapa teknik pemasaran tersebut adalah daftar online, blogging tamu, dan pemasaran media sosial.

Daftar online

Daftar online bisnis biasanya muncul di hasil mesin pencari dan peta ketika pengguna mencari kata kunci yang terkait dengan bisnis atau layanan. Web yang akan paling membantu menaikkan peringkat Google kamu adalah Google My Business.

Dengan daftar online seperti Google My Business, kamu punya platform ideal untuk menempatkan informasi bisnismu dan memperbaruinya dengan mudah setiap kali ada perubahan, misalnya alamat atau nomor kontak. Bagian ulasan juga menjadi sarana yang baik untuk membangun loyalitas pelanggan karena bisnis dapat mencari masalah pelanggan dan menemukan solusinya. Informasi yang disediakan situs daftar merupakan data yang sangat berguna untuk riset pasarmu.

Situs daftar lainnya termasuk:

Bing Places for Business. Bing adalah mesin pencari standar untuk Windows 8, dan menempati peringkat kedua setelah Google.

Yahoo! Small Business. Walaupun tidak sebesar dulu, Yahoo masih menempati peringkat ketiga mesin pencari yang paling banyak digunakan.

TripAdvisor. Jaringan terbesar untuk hotel, restoran, dan tujuan liburan.

Yelp. Salah satu situs ulasan pelanggan terbesar dan terbaik. Web ini juga menjadi tempat konsumen mencari informasi tentang bisnis lokal.

Blogging tamu

Blogging tamu adalah salah satu strategi pemasaran online yang sudah lama ada, tapi tetap efektif untuk meningkatkan traffic websitemu.

Blog tamu menguntungkan bisnismu karena menyediakan pemaparan instan ke audiens targetmu. Kamu juga bisa membuktikan kredibilitasmu dengan blog yang memimpin, sehingga audiens mengenali bisnismu sebagai brand yang terpercaya.

Pemasaran media sosial

Apakah media sosial memengaruhi SEO atau tidak masih menjadi perdebatan. Tapi pada tahun 2010, Google dan Bing mengakui bahwa web media sosial menjadi faktor di dalam Search Engine Results Page (SERP).

Karena itulah di tahun 2019 Hootsuite menguji koneksi antara pemasaran media sosial dan SEO. Hasilnya menunjukkan ada korelasi kuat di antara keduanya. Data yang menggunakan media sosial meningkat dibandingkan dengan yang tidak.

Jadi media sosial memang membantu SEO. Tetapi bukan berarti kamu boleh mengirim spam ke followersmu di Facebook. Ingatlah kalau kualitas konten lebih penting daripada sekadar kuantitas.

Fokus pada post berkualitas untuk mendapatkan engagement pelanggan. Jika kamu berhasil membuat banyak orang terkesan melalui media sosialmu, maka peringkat dan visibilitas pencarian websitemu juga akan meningkat.

Kesimpulan

Meningkatkan peringkat mesin pencari organik adalah tujuan utama dari SEO. Kamu bisa memaksimalkan strategi dengan menerapkan prinsip on-page dan off-page. Terus lakukan pembaruan karena prinsip SEO selalu berubah dari waktu ke waktu. Teknik SEO juga harus fokus pada pembaca dan berkaitan pada minat pencari.

Yang terakhir, selalu terapkan teknik SEO sesuai aturan. Tentunya kamu tidak mau dihukum oleh Google atau masuk ke daftar hitam pengunjung kan?

Langsung ke bagian

Riset kata kunci
Konten website
Judul dan deskripsi meta
Google Search Console dan Google Analytics
Sitemap
Daftar online
Blogging tamu
Pemasaran media sosial