Cara memilih nama domain

10 Pertimbangan Saat Memilih Nama Domain Bisnis

Nama domain bisnismu lebih dari sekadar alamat internet website. Nama domain adalah identitas onlinemu – refleksi dari brandmu.

Ada lebih dari 330 juta nama domain internet yang digunakan, dan masing-masing unik. Namun, berbeda saja tak cukup! Nama domain yang tepat bagi bisnismu harus “menggema” sampai ke para penontonnya.

Berikut tips agar bisnismu menonjol di pasar yang kompetitif.

10 Faktor Penting saat Memilih Nama Domain

Domain pendek dan mudah diingat membantu orang menemukan bisnismu untuk kali pertama – dan setiap kali seterusnya. Pengunjung pun bisa dengan mudah membagikannya ke orang lain. Melalui referral, kamu menumbuhkan basis pelanggan dan membangun kesadaran brand yang lebih besar.

Para pembaca tak mau menghabiskan banyak waktu mencari tahu makna namamu, jadi batasi hingga ke satu atau dua nama. Kalau tidak, mereka cenderung salah eja atau lupa saat mengakses situsmu.

Nama domain idealnya sekitar 15 karakter. Sebaiknya tak bernomor, baik itu digit atau teks. Misalnya, pelanggan bisa jadi bingung antara mengetik “duasitus” dan “2situs”.

Kalau kamu baru mulai, pilih nama domain dan nama bisnis pada saat bersamaan. Selain membantu dan melindungi brandmu, menggunakan satu nama pada semua materi promosi terasa lebih mudah.

Pikirkan perjalanan pembeli.

Pikirkan bagaimana bingungnya pelangganmu kalau nama domainmu ternyata terlalu mirip dengan salah satu kompetitormu. Beberapa perusahaan menggunakan ejaan alternatif dan/atau salah eja yang disengaja sebagai nama mereka. Misalnya, ada perusahaan yang salah eja “phone” menjadi “fone”, atau menggunakan “trax” bukannya “tracks.”

Saat melakukan riset, telusuri kemungkinan ini—termasuk manfaat dan kerugian domain pilihanmu. Pastikan kamu mendapatkan nama yang benar-benar unik dan tidak membingungkan audiensmu.

Riset juga ekstensi domain yang berbeda.

Idealnya, kamu menggunakan ekstensi “.com”, sebab banyak pengguna online tidak familiar dengan variasi domain lainnya. Kalau budget bukan masalah, kamu bisa mendaftarkan beberapa ekstensi domain, seperti .net, .org dan banyak lagi.

Sebaliknya, Ekstensi khusus negara atau Country Code Top Level Domain (ccTLD) memberi perusahaan start-up BANYAK daya tarik online:

  • Mesin Pencari lebih suka ccTLD. Mesin pencari cenderung membidik nama-nama domain lokal. Anggap saja kamu sedang mencari “Desain Grafis Indonesia”, yang pertama kamu lihat adalah website dengan ccTLD .ID.
  • Lokalisasi membantumu merengkuh lebih banyak pelanggan. Misalnya, akun .id memiliki daya tarik lebih besar bagi pengguna di Indonesia. Pelanggan mungkin merasa lebih nyaman dan cocok bekerja sama dengan perusahaan Indonesia.

Terakhir, daftarkan domainmu dengan pencatat domain bereputasi baik dan ramah di kantong.

Ada banyak brand yang menjanjikan sesuatu yang luar biasa di setiap rupiahnya. Namun ingat, murah tak selalu layanannya berkualitas. Baca ulasan online atau testimoni tangan pertama dari para pelanggannya, agar kamu menperoleh yang terbaik dari investasimu.

Mungkin kamu berpikir memilih nama domain yang hampir identik dengan brand terkenal akan meningkatkan kunjungan websitemu.

Namun, ini hanya akan merenggut kredibilitasmu. Ini juga menjadi jalan masuk bisnismu ke masalah hukum saat memilih nama yang terlalu mirip karena nyaman. Nah, bicara terlalu mirip karena nyaman…

Cara yang dilakukan pemilik bisnis mengakali nama domain yang sudah terpakai adalah memberi tanda hubung. Misalnya kalau Davesbespokefurniture.com sudah dipakai, mereka mungkin menggunakan daves-bespoke-furniture.com.

Ini hanya akan membingungkan audiensmu.

Meski unik secara teknis, domainnya masih terlalu mirip dengan alamat web perusahaan lain. Pelangganmu akan sulit membedakan keduanya, dan bisa-bisa mengarahkan mereka ke bisnis yang salah.

Gunakan nama yang unik, tetapi bukan yang mahal.

Kalau mencari nama domain, biasanya kamu sedang membangun start-up atau baru memulai berada di dunia maya. Dari kedua hal itu, tak ada gunanya membayar terlalu mahal.

Kamu bisa mendapat domain gratis saat mendaftar paket website dari Sitebeat. Kamu hanya perlu mengecek ketersediaannya dan melengkapi proses registrasi.

Domainmu harus menjawab kriteria pencarian pelanggan targetmu.

Misalnya, kalau kamu punya toko fashion perempuan yang menjual dan mengirimkan pakaian secara global, pilih nama domain seperti www.fashionforward.com. Kamu ingin mem-branding bisnismu sebagai bisnis yang melayani pelanggan yang mencari fashion yang trendi.

Bila toko pakaian fisiknya ada satu atau lebih di Jakarta, dan hanya menawarkan pengiriman terbatas di kota tersebut, pilih yang sesuai dengan ccTLD seperti www.jakartafashions.com.id.

Domain yang salah memiliki konsekuensi besar untuk brandmu. Jadi, pastikan semua bebas masalah sebelum melengkapi proses registrasi. Nama domain yang terlalu panjang, terlalu membingungkan, dan terlalu membosankan harus ada di daftar yang disingkirkan.

Ingat, nama domain bisnis itu investasi jangka panjang – dan nama yang salah bisa berujung konsekuensi besar bagi brandmu.

Beberapa nama brand merupakan merek dagang terdaftar (trademark-protected), sehingga berpotensi memberikan masalah legal dan denda besar.

Beberapa domain sudah terdaftar, tetapi belum digunakan. Artinya, kamu bisa dituduh melanggar merek dagang orang lain, bahkan bila nama itu tidak muncul dalam pencarian internet.

Setiap negara memiliki cara sendiri untuk menyimpan daftar merek dagang. Di Thailand, kamu bisa mencari nama merek dagang terdaftar dengan Database Merek Dagang Thailand. Di Malaysia, kamu harus mencari mencari merek dagang di Perusahaan Malaysia dengan Hak Milik Intelektual. Sementara itu, Singapora membatasi pendaftaran domain .sg bagi pendaftar yang terakreditasi oleh SGNIC.

Bila kamu memutuskan mendaftarkan merek dagang, kamu butuh nama domain yang jelas. Biasanya kamu tak bisa mendaftarkan nama domain yang generik, seperti pengacara.com atau dokter.com.

Tujuanmu mengarahkan lebih banyak pelanggan ke website bisnismu. Namun, jangan sepelekan peran media sosial dalam mencapainya. Bisnis-bisnis tersukses memiliki akun media sosial yang menerapkan konvensi penamaan domain website mereka.

Cek untuk memastikan nama domain yang kamu pilih belum digunakan sebagai nama akun media sosial. Bila sudah, pertimbangkan memilih nama domain lain yang meningkatkan visibilitas di seluruh penjuru platform.

Kesimpulan

Banyak bisnis mendaftarkan nama domainnya setiap hari. Banyaknya bisnis yang menyediakan layanan seperti jasamu, membuat usaha agar bisnismu menonjol semakin menantang. Kalau berurusan dengan sesuatu yang krusial seperti menemukan nama domain yang tepat bagi bisnismu, jangan sampai ada celah berbuat salah.

Ingin bisnismu tampil lebih? Bangun kehadiran onlinenya bersama paket gratis Sitebeat.

Skip to section

downloadable-content_close

Join Us

Dapatkan wawasan terbaru dan terkini seputar teknologi digital untuk membantu mengembangkan bisnismu

Skip to section

BONUS CONTENT