Psikologi Warna dan Pengaruhnya untuk Brandmu

Sadar tidak, sebenarnya warna itu punya kekuatan? Hijau konon menenangkan. Merah orang bilang membuatmu berapi-api. Jingga itu ceria. Biru itu bermakna kedamaian. Masih banyak warna lain dengan makna-maknanya sendiri. 

Warna mampu mempengaruhi emosi manusia serta memantik reaksi-reaksi tertentu. Itulah kenapa Psikologi Warna sangat penting dipahami. Terlebih bagi startup dan pengusaha. Kenapa? Sebab tidak diragukan lagi, warna sangat berperan dalam jalannya sebuah bisnis.

Warna meningkatkan pengenalan brand sampai 80%.  Bahkan, pelanggan bisa memutuskan untuk bertransaksi, hanya karena suka warnanya!

Nah, kalau begitu, kamu pernah berpikir: Warna apa yang paling tepat untuk brandmu?

Memaknai Brandmu

Kalau kita menyebutkan brand berwarna biru, otomatis kita teringat Microsoft, Facebook, dan Samsung. Mereka semua brand besar. Lalu, apakah dengan warna yang sama, bisnis kita jadi sama besarnya seperti mereka?

Tidak semudah itu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau ingin menentukan warna sebuah brand.

  1. Audiensmu. Tentukan, siapa audiens targetmu? Warna kuning dan hijau cerah bisa jadi cocok untuk target anak-anak dan remaja. Namun, tidak begitu bagi pasar eksekutif muda pria. Beda warna, beda makna.
  2. Kepribadian brandmu. Ketika memilih warna, pastikan betul kamu memahami konsep kepribadian brandmu. Apakah brandmu maskulin? Feminin? Ceria? Serius?
  3. Persaingannya. — Pelanggan dijamin takkan kembali bila tak suka segi estetiknya. Ada baiknya kamu menganalisis pesaingmu, barulah kamu memilih warna untuk usahamu.

Psikologi Warna Bisa Menguntungkan Bisnismu

Nah, ayo! Dengan belajar psikologi warna, kita lebih paham bagaimana orang menanggapinya. Ini ampuh untuk membangun sisi estetika brandmu.

Merah bermakna energi and kekuatan 

Merah boleh, kalau… Merah jangan, bila…
  • Menstimulasi selera makan. McDonalds dan California Fried Chicken yang khas di Indonesia menggunakan paduan merah dan kuning sebagai warna branding utama.
  • Memancarkan energi tinggi. Merah dipercaya meningkatkan detak jantung dan mempercepat pernapasan.
  • Bermakna darurat. Seringkali warna merah dipakai untuk pengumuman obral dan penawaran dengan batas waktu. 
  • Menunjukkan keberanian. Ini filosofi yang juga dianut dalam makna bendera Indonesia.
  • Menawarkan layanan profesional. Ada yang menganggap merah identik dengan bahaya.
  • Konten berkaitan dengan alam dan lingkungan. Warna merah dan warna alam kurang cocok dipadupadankan.
  • Sensitif atas makna sejarah. Pelajari sejarah negara dan politik. Pastikan warna merah brandmu tidak dengan mudah diasosiasikan gerakan politik tertentu. 

Oranye dan kuning memancing keriaan 

Oranye dan kuning boleh, kalau… Oranye dan kuning jangan, bila…
  • Menstimulasi dorongan. Beberapa situs ecommerce, Lazada and Shopee, menggunakan warna oranye karena dipercaya menarik pembeli impulsif. 
  • Menarik perhatian ke CTA-mu. Tombol CTA-mu tampil mencolok dengan warna ini.
  • Menciptakan rasa bahagia. Kuning muda bisa mengundang perasaan ringan dan tenang. 
  • Menjual benda mewah. Rona warna kuning memberi kesan lebih murah, bila tak tepat digunakan.

Hijau dan cokelat untuk warna membumi 

Hijau dan cokelat boleh, kalau… Hijau dan cokelat jangan, bila…
  • Kontennya berkaitan dengan alam. Organisasi lingkungan, toko-toko ramah lingkungan, serta agensi tur memang cocok dengan warna ini. 
  • Memancing selera makan. Mungkin karena inilah, brand kopi dan cokelat banyak menggunakan warna ini. 
  • Menawarkan layanan berkaitan dengan bumi atau tanah. Misalnya, agen properti, bisnis perabotan, dan dokter hewan. 
  • Kontennya berkaitan dengan teknologi. Warna-warna tanah dan teknologi tak selaras. 
  • Mencoba menarik perhatian. Warna cokelat cenderung kusam dan konservatif.
  • Menjual barang mewah. Hijau boleh saja berkaitan dengan lembar-lembar uang, tetapi takkan pas untuk barang mewah.

Biru mewakili rasa aman dan rasa bergantung

Biru boleh, kalau… Biru jangan, bila…
  • Berkaitan dengan kecerdasan dan rasa bergantung. Karena itulah perusahaan seperti bank dan perusahaan IT menggunakan warna biru, yang konon memberi rasa percaya dan menaruh harapan.  
  • Ingin tampil profesional. LinkedIn contoh sempurna untuk ini. 
  • Menawarkan layanan pemerintah dan kesehatan. Orang menggunakan biru untuk menunjukkan rasa aman dan tak ada gangguan.      
  • Kontennya berhubungan dengan makanan. Konon, warna biru mengurangi selera makan.
  • Membangun pendekatan yang akrab. Warna biru yang terlalu gelap membuat brandmu dingin dan tak peduli.  
  • Ingin mengesankan feminin. Di beberapa budaya, warna biru erat dengan kesan maskulin.

Ungu untuk rasa modern

Ungu boleh, kalau… Ungu jangan, bila…
  • Menjual barang mewah. Warna ungu dekat dengan kehidupan bangsawan dan kemewahan. 
  • Membangun romansa. Ungu muda biasanya cocok untuk situs kencan. 
  • Kontennya berkaitan dengan kecantikan. Produk anti-aging atau awet muda banyak menggunakan warna ini. 
  • Menarik perhatian. Ungu cenderung melembutkan, bukan menonjol. 
  • Kepribadian brandnya ceria. Ungu tua memberi kesan menjauh dan menyendiri.

Pink yang feminin dan romantis

Pink boleh, kalau… Pink jangan, bila…
  • Kontennya feminin. Pink diasosiasikan dengan para wanita dan gadis muda.
  • Memberi kesan tenang kepada pelanggan.  Foodpanda — layanan pengantaran makanan online – menggunakan warna pink agar pelanggannya tenang saat menunggu.  
  • Mencoba memberi kesan tegas. Pink memberi kesan websitemu mencolok dan sentimental.
  • Ingin mengesankan maskulin. Toko-toko  aksesoris anak perempuan didominasi warna merah jambu.

Hitam dan putih untuk kesan minimalis

Hitam dan putih boleh, kalau… Hitam dan putih jangan, bila…
  • Ingin memberikan kesan minimalis yang cantik. Hitam dan putih memberi nuansa rapi dan modern. 
  • Ingin menonjolkan aura mewah. Dua brand, Chanel dan Dior memancarkan prestise dan aura ekslusif dengan dua warna ini. 
  • Mengacu kesan murni. Warna putih selaras dengan kecantikan, brand kesehatan, dan butik pernikahan. 
  • Kepribadian brandnya ringan dan ramah. Bila hitam mendominasi, akan terasa seperti ancaman dan membuat tidak nyaman. 
  • Menjalankan toko online. Situs ecommerce yang monokrom membuat pelanggannya tak fokus karena tak cukup terstimulasi. 

Pemakaian warna brand di website

Kamu sekarang lebih paham tentang psikologi warna — saatnya untuk dipakai pada desain brandmu.

Gunakan logomu dan integrasikan warna logo sebagai palet warna website dengan Wizard Warna Sitebeat.

Sesudah mendaftar di Sitebeat, ikuti langkah-langkah mudah ini: 

  1. Di Sitebeat Editor, klik Tema.
  2. Pilih Warna.
  3. Pilih Wizard Warna.

  1. Upload atau geser-dan-lepas logo, foto, atau gambar inspirasi apa pun ke Sitebeat. Tekan Ambil Warna.

  1. Jelajahi dan geser poin warna yang ada untuk digunakan sebagai skema warna.
  2. Jangan lupa tekan Simpan, lalu Publikasikan website barumu.

Temukan warna sejatimu

Tak diragukan lagi, brandmu membutuhkan psikologi warna yang tepat. Namun, tak semuanya harus selalu diikuti. Karena sekarang kamu sudah tahu garis besarnya, semua kamu yang tentukan. Mau mengikutinya atau mencari yang lain. Cari tahu warna terbaik untuk usahamu. Ubah dan jangan takut bermain warna, sampai kamu menemukan warna sempurna untuk brandmu.

Skip to section

downloadable-content_close

Join Us

Dapatkan wawasan terbaru dan terkini seputar teknologi digital untuk membantu mengembangkan bisnismu

Skip to section

BONUS CONTENT