Apakah Kamu Benar-Benar Siap Bekerja Freelance Full-Time?

Ingin kontrol penuh atas jadwal kerjamu? Bosan dengan bos yang terlalu mengatur? Jika demikian, mungkin kamu harus beralih menjadi freelancer — seorang pekerja lepas dan bekerja untuk klien yang berbeda, berdasarkan proyek.

Banyak lapangan pekerjaan yang tersedia untuk kamu suka memiliki kendali penuh atas:

· jam kerja

· proyek dan klien

· apa yang kamu pakai

· kapan dan bagaimana kamu dibayar

· apakah kamu ingin perjanjian paruh atau penuh waktu

Banyak bisnis yang membutuhkan pekerja lepas dengan keterampilan-keterampilan berikut: desain grafis, penulisan, pengembangan software, videografi, administrasi, customer service, dan lainnya.

Mulai tergoda untuk bekerja dari rumah secara full-time?

Sebelum mengundurkan diri dari pekerjaan harianmu, kamu perlu tahu hal-hal berikut. Dan jika kamu sependapat, menjadi freelancer full-time mungkin tidak cocok denganmu.

Pekerjaan tidak akan langsung berdatangan setelah kamu mengumumkan ketersediaan. Jangan kecewa jika kamu tidak dapat menemukan pekerjaan dalam beberapa minggu pertama (atau bahkan beberapa bulan). Kamu masih baru dan harus membangun kepercayaan dengan calon klien terlebih dulu.

Tapi, jangan khawatir, kamu akan mencapainya meskipun tidak langsung.

Sebagai bos atas dirimu sendiri, kamu bertanggung jawab untuk memenuhi deadline yang sudah ditentukan dan memenuhi tuntutan klien.

Bahkan jika kamu bebas memilih jam kerja, kamu tetap harus mengatur jadwalmu agar tetap produktif. Mengetahui hal-hal yang harus dilakukan seharian akan membuat alur kerjamu lebih lancar dan membantu dirimu memenuhi deadline. Jika tidak, kamu malah akan menunda-nunda.

Apa yang dilakukan freelancer berpengalaman?

Mengatur prioritas—tetapkan tenggat waktu internal dan tingkat kepentingan setiap proyek. Ini membantumu mengidentifikasi mana yang harus diprioritaskan dengan lebih mudah.

Bersikap transparan tentang jadwalmu—jaga komunikasi selalu terbuka. Beri tahu klien lebih dulu jika deadline tidak dapat dipenuhi dan berikan harapan yang realistis. Melakukan hal tersebut akan membangun kepercayaan di antara kalian.

Jangan takut untuk bilang “tidak”—kamu menjalankan bisnis sebagai freelancer, bukan karyawan. Jadi, jangan ragu untuk bilang “tidak” pada proyek dan ekspektasi yang tidak realistis. Jika kamu takut kehilangan proyek, coba ucapkan “mungkin” dengan syarat tertentu. Buat ruang untuk peluangmu menyelesaikan sesuatu lebih awal dan punya waktu lebih untuk mengerjakan proyeknya.

Bantuan atau kerjaan dari luar—jangan pernah ragu untuk meminta bantuan jika ada tugas yang tidak sanggup kamu tangani sendiri. Anggap itu sebagai kesempatan untuk belajar dari mereka yang sudah berpengalaman dan berpengetahuan lebih banyak. Bekerja sama juga memperluas koneksi dan kemitraanmu.

Kamu adalah bosmu sendiri sebagai freelance. Kamu tidak hanya harus melakukan pekerjaan klien, tetapi kamu juga harus aktif menemukan klien.

Apa yang dilakukan freelancer berpengalaman?

Butuh waktu bagi calon klien untuk bisa percaya kepada freelancer pemula—terutama ketika kamu belum punya apa-apa untuk ditunjukkan.

Jadi, buat situs portofolio online untuk memamerkan karya terbaikmu. Lalu, dapatkan rekomendasi dari orang-orang yang pernah bekerja denganmu lewat LinkedIn. Tampilkan rekomendasi itu di situsmu.

Tip: gunakan Sitebeat untuk membangun situs portofoliomu.

Setelah melakukan hal dasar itu, hadiri acara networking, kirimkan portofolio melalui email, aktif di LinkedIn dan Facebook Group, dan lain-lain.

Artinya, kamu harus melacak pendapatan dan pengeluaran, dan menangani semua masalah administrasimu sendiri. Menjaga semua aspek bisnis menjadi tanggung jawabmu sendiri. Jika ada yang gagal, itu salahmu.

Memang kedengarannya tidak enak, tetapi itu benar. Nantinya kamu akan terbiasa menangani hal tersebut karena kemandirianmu sebagai freelancer.

Apa yang dilakukan freelancer berpengalaman?

Banyak freelancer berpengalaman menggunakan jasa akuntan dan asisten virtual. Ada juga yang menggunakan aplikasi Akutansi untuk menghemat waktu.

Freelancer pemula biasanya kesulitan untuk beralih dari pola pikir majikan-karyawan ke klien. Mereka akhirnya menerima saja klien jahat dengan deadline dan beban kerja proyek yang tidak realistis.

Apa yang akan dilakukan freelancer berpengalaman?

Ingat! Kamu berhenti dari pekerjaanmu untuk memegang kendali. Tegaskan dirimu sebagai mitra yang setara dengan klien dan tentukan ekspektasi bersama-sama. Kamu seorang bos, bukan karyawan klienmu. Negosiasikan persyaratan yang saling menguntungkan.

Untuk penekanan, kamu perlu menghasilkan uang dari kerja freelancemu sesegera mungkin. Kamu harus membayar tagihan dan mencari sesuap nasi.

Apa yang akan dilakukan freelancer berpengalaman?

Berpikir seperti pemilik usaha yang membutuhkan laba dan harus banyak akal dalam mencapai target penghasilan.

Akan ada saat kamu akan rindu rekan kerja untuk diajak bicara. Merasa terisolasi dapat mengalihkanmu dari menyelesaikan tugas, memicu mood swings, dan menghambat kreativitas. Kamu akan menjumpai masalah ini dan belajar bagaimana mengatasinya.

“Aku seorang penulis freelance, dan aku bekerja sendiri di sebuah meja besar di ruang tamu apartemenku. Ada banyak hari ketika aku tidak mengucapkan sepatah kata pun kepada orang lain selain suamiku.”

– Robin Marantz Henig. Penulis sains lepas dan kontributor untuk New York Times Magazine

Apa yang akan dilakukan freelancer berpengalaman?

Keluar dan bertemu orang-orang. Berdialog dengan orang lain dapat memicu kreativitas.

Sesekali bekerja di co-working space untuk freelancer dan pengusaha. Hadiri acara Facebook di mana kamu dapat bertemu orang-orang sepemikiran.

Dengan cara ini, kamu akan termotivasi untuk menyelesaikan tugasmu dan bertemu orang-orang yang mungkin saja calon klienmu.

Ada stigma bahwa freelancing bukan pekerjaan yang benar-benar stabil, dan orang-orang terdekat mungkin berpikir kamu di jalur yang salah. Jika kamu membiarkan ini memengaruhimu, kamu tidak akan berhasil.

Dan, nyatanya, freelance takkan pernah hilang.

Apa yang diketahui freelancer berpengalaman?

“Terkadang ada pengusaha yang membangun semua yang mereka butuhkan dengan freelancer, dan mereka menjalankan bisnis mereka sendiri. Bahkan pebisnis besarpun menggunakan freelancer sebagai bagian dari tenaga kerja mereka.”

– Nikolas Badminton. Penulis, peneliti, dan pembicara utama untuk Futuris

Meskipun sebagian besar klien freelance adalah perusahaan baru atau bisnis kecil—perusahaan besar sekarang juga mengincar mereka. Tren ini telah mematahkan stigma bahwa jika kamu berada di dunia freelancing, kamu tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan yang ‘stabil’. Bahkan, beberapa proyek sekarang berlangsung dari enam bulan hingga satu tahun.

Intinya: freelance mungkin membuat stres, tetapi itu sebanding

“Pekerja yang benar-benar berkomitmen adalah dia yang tidak pernah menolak untuk ambil bagian dalam pertempuran, setidaknya menolak untuk bergabung dengan karyawan regular dan tetap menjadi freelance.”

– Albert Camus filsuf, penulis, dan jurnalis Perancis

Mengetahui bahwa kamu mampu menyelesaikan semuanya, dari mencari klien hingga menyelesaikan proyek dan mendapatkan bayaran, adalah perasaan yang sungguh memuaskan.

Plus, kebebasan memilih kapan dan bagaimana kamu bekerja tidak ada duanya. Melalui kerja keras dan disiplin, kamu akan benar-benar dapat berhasil dalam dunia freelance.

Jika kamu siap terjun sepenuhnya menjadi freelancer, baca ini untuk memulai.

Skip to section

downloadable-content_close

Checklist Utama Online Branding untuk Freelancer

DOWNLOAD

Skip to section

BONUS CONTENT