Sitebeat Loader

Bicara dengan konsultan website kami

Harap berikan informasi detailmu dan tim Sitebeat akan menghubungimu!

Terima kasih

anggota tim Sitebeat akan segera menghubungimu atau hubungi kami sekarang melalui:

oleh Anggun Prameswari

18 Mei 2021

Panduan Marketing 5 mnt

Social Commerce: Pilihan Jitu atau Jalan Buntu untuk Bisnismu?

Secara pribadi, mungkin kamu memiliki akun pada lebih dari satu platform media sosial untuk bersosialisasi di dunia maya.

Pada Januari 2019, Wearesocial Hootsuite menyatakan ada 150 juta pengguna media sosial di Indonesia yang setara 50,6% dari total populasi. Ini menandakan media sosial mulai berkembang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Kenyataannya, media sosial tak hanya digunakan untuk bersosialisasi. Bisnismu dapat tumbuh lebih besar berkat platform media sosial.

Di sini kamu bisa melakukan aktivitas promosi, membangun branding awareness, atau langsung berjualan di fitur jual beli yang telah terintegrasi di dalamnya.

Aktivitas jual-beli melalui fitur yang disediakan platform media sosial ini dikenal sebagai social commerce. Pelanggan bisa menelusuri produk dan jasa yang ditawarkan bisnismu di akun media sosial, lalu bertransaksi langsung di platform yang sama.

Penyedia layanan social commerce

Saat ini, Facebook dan Instagram menjadi dua platform media sosial terbesar yang menyediakan fitur social commerce, yakni melalui Facebook Shops dan Instagram Shopping.

Facebook merupakan platform media sosial pertama yang menyediakan fitur social commerce, yaitu Facebook Shops. Besarnya popularitas dan jumlah pengguna Facebook membuat fitur ini cocok untuk mengembangkan bisnismu di dunia maya.

Instagram shopping sendiri diluncurkan secara bertahap di Indonesia pada 6 Oktober 2020. Bila bisnismu memanfaatkan fitur di Instagram shopping ini, label dan harga produkmu bisa muncul setiap kamu mengupload konten di story, feed, dan IGTV.

Setelah itu, pengunjung bisa diarahkan ke laman deskripsi produk yang berisi seluruh informasi yang dibutuhkan pelanggan dan tautan ke landing page website bisnismu.

Kelebihan dan Kekurangan Social Commerce

Berbelanja secara online memiliki banyak kelebihan. Pembeli bisa menelusuri produk atau jasa bisnismu atau bertransaksi tanpa terikat waktu, lokasi geografis, dan keterbatasan sumber daya lainnya.

Kamu tak perlu biaya besar untuk membuat akun yang bisa digunakan berbelanja online. Kamu hanya butuh jaringan internet dan perangkat seluler.

Selain itu, kamu pun bisa bertransaksi secara cepat dan praktis melalui cara pembayaran yang telah diintegrasikan ke dalam platform tersebut.

Secara umum, pelanggan bisa bertransaksi online melalui website, marketplace, dan social commerce. Setiap platform memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Berikut adalah beberapa kelebihan yang dimiliki social commerce, dibandingkan platform belanja lainnya.

Pengalaman berbelanja interaktif

Banyak pelanggan senang berbelanja menggunakan fitur social commerce. Mereka merasakan pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan dan interaktif dibandingkan platform lain.

Biasanya pelanggan akan mencari informasi mengenai deskripsi produk, program promosi, dan detail lainnya pada laman media sosial resmi bisnismu.

Kamu cukup menyediakan infografis, gambar, serta konten-konten menarik lainnya pada dinding Facebook atau feed Instagram. Setelah melakukan scroll, biasanya mereka akan melakukan pembelian.

Bila kamu memanfaatkan fitur social commerce ini, pelanggan tak perlu keluar dari aplikasi untuk bertransaksi.

Selain itu, pelanggan bisa memberikan masukan lebih cepat dan personal. Mereka akan meninggalkan pesan pada kolom komentar atau direct message.

Mereka bisa berinteraksi dengan admin media sosial serta pelanggan lainnya, berdiskusi, mengajukan keluhan, memberikan pujian, merekomendasikan produk, menandai teman-temannya pada konten tertentu, dan lainnya; semuanya dalam satu platform media sosial.

Cocok untuk pasar milenial dan gen-Z

Cek kembali target audiens yang bisnismu tuju.

Pelanggan di rentang usia milenial (kelahiran 1981-1997) atau gen-Z (kelahiran 1998-2010) cenderung akrab dengan pola interaksi di media sosial, seperti berbagi cerita keseharian, opini, dan gagasan tertentu.

Ini dikarenakan mereka tumbuh bersama perkembangan teknologi komputer dan internet, sehingga gaya hidup seperti ini terasa lebih dekat, dibandingkan mereka yang lahir di era sebelumnya.

Bila mayoritas pelangganmu berada di rentang usia itu, maka penggunaan social commerce untuk pengembangan bisnis mungkin tak bisa ditawar lagi.

Sitebeat eCommerce

Meski begitu, social commerce memiliki kelemahan yang perlu kamu waspadai. Beberapa kelemahan itu di antaranya:

Tidak ada interaksi fisik

Ternyata berbelanja online tidak sefleksibel yang kita bayangkan. Meskipun tidak dibatasi tempat dan waktu, kita kehilangan sensasi berinteraksi fisik.

Interaksi ini mencakup bagaimana penjual dan pembeli bertatap muka dan berbicara langsung, pembeli menyentuh barang yang dia akan beli, serta mencoba langsung produk tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selaku pemilik bisnis, kamu perlu menyiasatinya agar pelangganmu tetap nyaman berbelanja melalui social commerce pada akun media sosial bisnismu.

Beberapa cara di antaranya dengan memberikan deskripsi produk secara jujur, baik berupa teks atau video.

Selain itu, kamu juga bisa membuat konten berisi simulasi penggunaan produk, testimoni pelanggan sebelumnya, dan endorsement dari figur-figur tepercaya.

Cara-cara ini akan membantu membangun kepercayaan pelanggan atas brandmu, sehingga mereka tak ragu untuk berbelanja di akun media sosial bisnismu.

Rentan penipuan

 

Kemudahan membuat akun di media sosial memberi celah bagi para pelaku tindak penipuan melancarkan aksinya. Akun-akun palsu bisa dibuat dengan mudah dan foto produk bisa diambil tanpa izin dari sumber lain.

Mereka seakan sedang menawarkan produk atau jasa tertentu, padahal niat sebenarnya untuk mengeruk uang sebanyak mungkin dari pelanggan yang lengah.

Ketiadaan sistem rekening bersama seperti yang ada di marketplace membuat calon pembeli barang atau jasa di media sosial rentan terhadap penipuan.

Begitu pelanggan mentransfer uang, tidak ada jaminan bahwa barang akan dikirim. Bisa saja penjual menghilang begitu saja dan pembeli pun gigit jari.

Selain itu, bentuk penipuan lainnya bisa berupa deskripsi barang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, barangnya palsu atau berkualitas buruk, serta dihargai jauh lebih mahal dari yang seharusnya dibayar.

Sebagai pemilik bisnis, pastikan akun media sosial bisnismu telah terverifikasi atau bercentang biru. Ini akan menambah kepercayaan pelanggan atas brandmu.

Selain itu, pastikan kamu menjunjung prinsip jual-beli yang adil sehingga pelanggan tidak kapok berbelanja di tempatmu.

Masih perlukah website dengan adanya social commerce?

Pertanyaan di atas mungkin terlintas di kepalamu setelah mengetahui sedikit lebih banyak mengenai social commerce.

Kemudahan yang ditawarkan fitur media sosial ini begitu menarik dan bermanfaat, sehingga kamu merasa tak lagi membutuhkan website untuk bisnismu.

Tunggu dulu. Bisnismu tetap memerlukan website. Alasan utamanya, website menjadi perwakilan brandmu di dunia maya.

Kamu bisa menghadirkan kesan bahwa bisnismu bereputasi, bisa dipercaya, dan memberikan solusi bagi pelanggan. Apalagi kamu memegang kendali penuh atas segala informasi yang disampaikan di website.

Sementara itu, akun media sosial bisnismu terikat pada sistem dan peraturan yang ditetapkan oleh platform tersebut. Aturan algoritma bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

Ditambah lagi, perkembangan teknologi yang pesat membuat platform-platform media sosial baru datang dan pergi. Yang hari ini beken, belum tentu bakal tetap keren esok hari.

Yang kamu perlu lakukan adalah memadukan kedua hal ini untuk memperkuat bisnismu. Membuat akun media sosial memang lebih mudah dan minim biaya.

Namun, seiring bisnismu makin besar, kamu membutuhkan website untuk membangun brand awareness dan customer loyalty atas brandmu.

Kamu bisa menjadikan social commerce sebagai titik untuk mengarahkan pembeli potensial ke laman websitemu.

Berikan mereka nilai plus saat mengunjungi websitemu, seperti jaminan keamanan bertransaksi, program rewards menarik, dan kenyamanan berbelanja.

Pastikan layanan pembuatan website yang kamu pilih mengakomodasi semua kebutuhan itu. Kamu cukup mendaftar ke Sitebeat sekarang juga.

Social commerce dan website

Kehadiran media sosial dan fitur social commerce di dalamnya telah memberi angin segar pada bisnis online. Sebagai pemilik bisnis, kamu diuntungkan.

Lebih banyak jalur untuk mengembangkan brandmu agar lebih besar lagi, menjangkau pasar lebih luas, serta meningkatkan profit bisnismu.

Meski begitu, bukan berarti kamu tak membutuhkan website. Padukan kelebihan yang dimiliki kedua platform ini agar kamu mendapat hasil terbaik untuk bisnismu.

Sitebeat eCommerce

Checklist Situs E-commerce bagi Pemula

DOWNLOAD

Bonus Content