Sitebeat Loader

Bicara dengan konsultan website kami

Harap berikan informasi detailmu dan tim Sitebeat akan menghubungimu!

Terima kasih

anggota tim Sitebeat akan segera menghubungimu atau hubungi kami sekarang melalui:

oleh Anggun Prameswari

2 Maret 2020

Panduan Marketing 5 mnt

6 Strategi Diskon untuk Menjaring Profit

Kebanyakan pembeli suka dengan diskon. Bagaimana tidak? Dengan harga lebih murah, pembeli bisa mendapat barang yang diinginkan, bahkan lebih banyak.

Namun, dari kacamata pebisnis, diskon itu menguntungkan atau tidak ya?

Manfaat diskon

Tentu saja diskon menguntungkan, kalau kamu pandai mengaturnya. Dengan diskon, kamu bisa memperluas jangkauan pembeli.

Kamu bisa menarik pelanggan baru, yang tadinya masih ragu-ragu dengan produkmu, sehingga akhirnya tertarik membeli. Selain itu, kamu bisa mempertahankan pelanggan setia. Diskon akan dianggap apresiasi atas loyalitas mereka selama ini.

Diskon mendorong perputaran stok. Kamu bisa segera menggusur stok lama dengan stok baru setelah produk-produk out of date itu laku.

Diskon juga membuat harga barang lebih murah. Secara psikologis, pembeli akan terdorong membeli lebih banyak. Ini akan membuat angka penjualan produkmu naik, sehingga profit yang kamu terima akan lebih banyak.

Cek dan cek lagi

Banyak yang harus kamu pahami sebelum menggelar pesta diskon besar-besaran untuk produkmu. Potongan harga, sekecil apa pun, akan mempengaruhi margin laba dan target penjualan.

Pelajari margin laba terkini, markup, dan titik impas (break even point) setiap produk. Buatlah bagan yang menunjukkan pergerakan diskon itu, berbanding dengan target penjualan, agar profitmu tidak terjun bebas. Batasi sebesar apa diskon yang paling memungkinkan, agar margin laba tetap tercapai.

Perhatikan juga biaya marketing dan promosi. Misalnya, kamu ingin mengadakan midnite sale di tokomu. Pikirkan biaya operasional, termasuk ongkos lembur pekerja saat midnite sale berlangsung.

Atau mengadakan rilis produk baru dengan pembelian hanya melalui online, pastikan sumber dayamu memadai untuk itu (server, admin, dan dukungan teknisnya). Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang.

Berikut ada 6 jenis strategi diskon yang bisa menjadi umpan, agar bisnismu bisa menjaring profit besar.

1. Potongan harga

Ini diskon yang paling umum dijumpai. Kamu bisa memberi diskon 10%, 15%, hingga 90% untuk barang-barang yang kamu tawarkan. Bahkan dalam beberapa situasi, kamu bisa menerapkan diskon ganda, seperti diskon 50%+20% atau diskon pada pembelian berikutnya.

Metode potongan harga bisa disajikan dalam format harga psikologis. Kamu bisa memasang harga awal pada materi promosi, lalu mencoretnya dan memberi harga baru. Secara visual, kamu mengesankan secara eksplisit, bahwa pelanggan membayar lebih murah.

Atur sedemikian rupa serta kalkulasikan dengan cermat agar trik harga psikologis ini ampuh. Misalnya, setelah dihitung, kamu akan menerapkan harga setelah diskon Rp 60.000.

Bila begitu, tulislah dengan harga psikologis Rp 59.900. Benak pembeli akan memprosesnya seakan-akan harga tersebut masih di kisaran 50 ribuan, sehingga secara psikologis pembeli tak merasa bersalah saat bertransaksi.

Tips: Untuk semakin menekan, bahkan menghilangkan guilty feeling saat bertransaksi, gabungkan diskon dengan metode pembayaran nontunai. Penelitian menunjukkan konsumen memiliki kelekatan emosional lebih besar dengan uangnya saat membayar tunai. Maka pembayaran nontunai akan cenderung membuat konsumen lebih mudah memutuskan untuk membeli dan tak terlalu merasa bersalah saat melakukan pembayaran.

2. Paket pembelian / bundling

Manfaat utama diskon bundling adalah peningkatan jumlah penjualan. Dengan begini, pendapatan bisa jadi lebih besar dan memangkas biaya dalam satu transaksi.

Kamu bisa mengombinasikan dua item yang dipakai berturut-turut, sehingga pembeli mendapat manfaat kepraktisan transaksi. Contoh produknya seperti varian skin care. Banyak paket bundling tersedia, seperti day cream + night cream atau cleanser + toner.

Selain itu, kamu juga bisa mengombinasikan barang yang laku keras dengan barang yang tidak terlalu laku. Ini akan mendongkrak penjualan dan menjaga keseimbangan stok antar produk. Bisa jadi, cara ini menjadi pemantik agar pelanggan membeli produk jenis lain yang mungkin sebelumnya tak mereka coba.

Tips: Kamu sebaiknya jeli mengamati apa saja yang bisa masuk ke paket bundling ini. Pastikan produk-produknya relevan, sehingga pelangganmu tertarik memilikinya.

3. Diskon dengan jumlah pembelian tertentu

Diskon jenis ini juga biasa disebut Volume Discount. Pelangganmu bisa membayar barang per item lebih murah bila membeli dalam jumlah besar.

Ini bisa ditemui dalam pembelian grosir. Misalnya: harga rokok per kemasan bisa lebih murah bila dibeli dalam kemasan slop.

Perhatikan jenis barang yang bisa dikenai jenis diskon ini. Barang-barang yang dikonsumsi habis dalam jumlah besar dan rutin biasanya cocok dengan volume discount. Rokok, kopi, popok, skin care, produk pembersih, adalah beberapa contohnya.

Tips: Bila kamu menggunakan diskon ini, pastikan stok barangmu mencukupi. Kamu perlu juga menyiasati cara pengiriman. Biasanya pembelian secara bulk akan berimbas pada besarnya ongkos kirim saat diantarkan ke tempat pembeli.

4. Diskon musiman

Diskon ini biasanya diadakan mengikuti momen-momen tertentu. Biasanya terjadi pada waktu orang-orang berbelanja lebih banyak dari biasanya.

Kamu bisa menerapkan diskon ini saat Lebaran, Natal, Tahun Baru, Tahun Ajaran Baru, Hari Valentine, dan lainnya. Kamu juga bisa melakukannya saat Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional).

Diskon ini memanfaatkan buying mindset yang timbul karena hari besar tertentu. Pada Lebaran misalnya, orang cenderung berbelanja pakaian dan aksesoris baru, perlengkapan rumah tangga dan makanan tambahan untuk menjamu tamu, serta memberi hantaran untuk teman dan keluarga. Volume pembelian pun meningkat, sehingga memainkan diskon akan menjadi insentif psikologis bagi para pembeli.

Tips: Perhatikan jenis barang yang didiskon. Jangan sampai diskon tipe ini malah berdampak buruk untuk jangka panjang. Misalnya, pelanggan menahan pembelian produkmu karena mengincar diskon musiman ini, sehingga pembelian di luar masa diskon musiman berubah lesu.

5. Diskon untuk pembayaran di muka

Kamu pernah mendengar sistem pembelian prapesan atau pre-order? Nah, kamu bisa menerapkan diskon prapesan ini untuk produk yang akan dirilis, misalnya buku, album musik, atau parfum edisi terbatas.

Selain itu, bila bisnismu berupa layanan, kamu bisa membuat sistem berlangganan tahunan dengan harga diskon (yang lebih murah bila dibandingkan keanggotaan bulanan reguler), misalnya berlangganan majalah, keanggotaan klub fitness, atau biaya kursus nonformal.

Pembayaran di muka ini bisa memperlancar cash flow bisnismu. Pelanggan membayar beberapa hari, minggu, bahkan bulan di awal, sebelum barang atau layanan mereka terima. Dengan begini, kamu bisa lebih cepat menutup ongkos produksi, mempersiapkan produksi berikutnya, menambah stok, atau berinvestasi pada aspek bisnis lainnya.

Tips: Untuk gimmick rilis produk baru, kamu bisa mengombinasikan diskon prapesan ini dengan merchandise yang relevan. Bila ingin menggunakan metode ini, hitung diskon dan biaya merchandise dengan cermat, sehingga kamu tetap mendapat profit yang diharapkan.

6. Penawaran fasilitas tambahan

Tak selamanya diskon berupa potongan harga. Kamu bisa juga memberi penawaran fasilitas tambahan agar pelangganmu merasakan nilai lebih dari barang yang mereka beli.

Fasilitas tambahan ini antara lain berupa jasa pengantaran/ongkos kirim gratis, layanan pembungkusan kado, dan lainnya. Beberapa bisnis parsel atau hampers menerapkan fasilitas tambahan ini bagi pelanggannya.

Tips: Untuk menghindari kerugian dan tetap menjaga bisnismu mendapat profit, kamu perlu mengenakan minimal pembelian. Bila fasilitas tambahan berupa gratis jasa bungkus kado, kamu bisa menyesuaikannya dengan gaya terkini dan rentang anggaran, tanpa terlalu memangkas potensi profitmu.

Kesimpulan

Diskon merupakan salah satu cara jitu untuk memajukan bisnismu. Dengan diskon, diharapkan potensi penjualan lebih tinggi, profit merangkak naik, dan stok lama bisa segera habis sehingga kamu bisa menjual stok baru.

Namun, kalkulasi tepat jadi sangat krusial untuk menjaga bisnismu tetap mendapat laba dan dipercaya pelanggan. Nah, dari deskripsi di atas, kamu sudah tahu kan metode diskon mana yang paling cocok untuk bisnismu?

Join Us

Dapatkan wawasan terbaru dan terkini seputar teknologi digital untuk membantu mengembangkan bisnismu.



Bonus Content