Sitebeat Loader

Bicara dengan konsultan website kami

Harap berikan informasi detailmu dan tim Sitebeat akan menghubungimu!

Terima kasih

anggota tim Sitebeat akan segera menghubungimu atau hubungi kami sekarang melalui:

oleh Astri Suciati

17 Desember 2020

Panduan Marketing 6 mnt

8 Teknik Marketing FOMO yang Cerdas untuk Meningkatkan Penjualan

Jika kamu belum pernah mendengar istilah "FOMO", itu artinya "the fear of missing out” alias “takut ketinggalan". Kita semua cenderung memiliki rasa takut kehilangan peluang yang luar biasa.

Nah, kamu dapat menggunakan ketakutan ini pada target audiensmu untuk keuntunganmu memasarkan brand dan produkmu. Metode marketing ini disebut marketing FOMO.

Untuk memanfaatkan FOMO, kamu perlu mengubah caramu berkomunikasi dengan audiensmu dan menerapkan teknik yang berbeda untuk itu. Dengan begitu, kamu dapat membuat audiensmu memanfaatkan peluang yang kamu berikan kepada mereka.

Namun, untuk menerapkannya dengan baik, kamu harus terlebih dahulu memahami apa itu marketing FOMO.

Apa itu Marketing FOMO?

Marketing FOMO adalah bentuk pemasaran di mana kamu memanfaatkan keinginan konsumen untuk meraih setiap peluang yang bisa mereka dapatkan.

Pesan di dalamnya dibingkai sedemikian rupa sehingga kamu mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian impulsif daripada menyesal nanti karena terlambat bertindak.

Ini berhasil karena sebagai manusia, kita adalah makhluk yang menghindari risiko. Dalam hal pembelian, menghindari risiko berarti kita takut menghabiskan uang kita untuk produk yang mungkin tidak sesuai dengan standar kita.

Pada saat yang sama, sikap menghindari risiko ini juga membuka kemungkinan penyesalan di kemudian hari.

Itu berarti bahwa kita mungkin akhirnya menyesali bahwa kita tidak mengambil kesempatan yang ada. Misalnya, kamu ingin membeli rumah dan memiliki gambaran tentang tampilannya.

Jika kamu tiba-tiba melihat iklan di Facebook yang menampilkan rumah yang serupa imajinasimu dengan harga diskon, FOMO-mu akan naik.

Mungkin kamu tidak begitu tertarik untuk membelinya, tetapi hanya dengan melihat iklan ini, kamu akan terdorong untuk memikirkannya. Inilah rasa panik yang ingin diciptakan oleh marketing FOMO.

Teknik meningkatkan penjualan melalui marketing FOMO

Tetapkan batas waktu

Menetapkan tenggat waktu sangat penting untuk marketing FOMO. Kita dibiasakan untuk menghormati tenggat waktu sejak masa kanak-kanak, dan ini biasanya membuat kita tertekan.

Hal ini berlaku saat kita membuat keputusan pembelian seiring dengan berjalannya waktu. Karena alasan ini, kita akhirnya melakukan pembelian impulsif.

Namun perlu diingat bahwa tenggat waktu yang kamu tetapkan harus mutlak ada batasnya. Jika kamu terus memperpanjangnya, pelangganmu akan terbiasa dengan kenyataan bahwa toh promo spesial ini juga akan tetap berlaku setelah batas waktu berakhir.

Pada saat yang sama, ini dapat merusak reputasi brandmu karena kamu tidak mematuhi aturanmu sendiri.

Amazon menggunakan bentuk pemasaran ini dengan sangat baik. Mereka memasang penawaran "Deal of the Day", yang berlangsung selama 24 jam. Untuk mengklaim deal-nya, kamu harus membeli dalam durasi tersebut.

Gunakan social proof

Social proof adalah fenomena psikologis dan sosial di mana orang meniru tindakan orang lain dalam upaya melakukan perilaku dalam situasi tertentu. Ini dapat digunakan untuk memicu FOMO. Namun, kamu perlu memahami kapan menggunakannya untuk mendapatkan dampak maksimal.

Idealnya, ini harus digunakan di akhir purchase funnel, yaitu saat konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang, hanya social proof yang dibutuhkan orang untuk melakukan pembelian.

Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan memposting dan membagikan testimonial dari pelanggan tetapmu di media sosialmu. Saat orang membaca pengalaman positif yang dimiliki konsumen lain dengan brandmu, mereka akan cenderung membeli darimu.

Demikian pula, kamu dapat menggunakan alat notifikasi social proof seperti TrustPulse untuk menunjukkan siapa yang membeli darimu saat ini. Jika pengunjung websitemu tahu bahwa orang lain membeli darimu, mereka juga akan ingin membeli darimu.

Mengutip selebriti atau influencer

Influencer atau selebriti bisa menjadi cara yang bagus untuk mempromosikan brand dan produkmu. Ketika mereka berbicara tentang produkmu, kamu dapat mengutipnya di websitemu untuk mendukung kampanye marketing FOMO-mu.

Menggabungkan kedua metode marketing ini dapat memberikan dorongan yang signifikan pada penjualanmu.

Influencer akan meningkatkan kepercayaan terhadap brand, memberimu lebih banyak trafik dan prospek, dan kamu dapat menggunakan pesan mereka untuk mendapatkan lebih banyak penjualan.

Instagram adalah saluran terbaik untuk marketing dengan memanfaatkan influencer, dan banyak marketer merasa bahwa itu adalah saluran terpenting mereka.

Selain itu, biaya influencer untuk itu cukup rendah. Ini dapat membantumu memasarkan produkmu ke banyak orang dan juga membuat strategi FOMO dengan anggaran kecil.

Pastikan kamu memposisikan pesan mereka di tempat yang dapat dilihat oleh calon pelangganmu dengan jelas.

Ini dapat membantu menarik perhatian mereka dan menanamkan perasaan FOMO. Kamu dapat menambahkannya ke landing page, halaman produk, dll.

Pasarkan paket produk

Paket produk digunakan di banyak industri untuk upselling. Ketika seseorang membeli produk darimu, mereka juga akan ditawari produk pelengkap lainnya. Membelinya sebagai satu paket berarti memberi mereka diskon.

Suatu brand biasanya memberi reward kepada pelanggan dengan diskon saat mereka membeli paket dari brand tersebut.

Kamu dapat menggabungkan ini ke marketing FOMO dengan menambahkan countdown clock. Dengan memberi tenggat waktu pada deal ini, kamu dapat mendorong pelanggan untuk membelinya.

Design Cuts menggunakan teknik ini. Mereka memberikan diskon besar-besaran untuk paket produk mereka, tetapi semua penawaran ini tersedia dalam durasi terbatas.

Jika kamu membeli paket dalam waktu tersebut, kamu berhak mendapatkan diskon. Jika tidak, kamu harus membayar harga asli dari produk tersebut.

Memanfaatkan FOMO di beberapa channel

Setiap brand perlu mengambil pendekatan marketing omnichannel untuk menjangkau semua target pelanggan mereka. Orang-orang lebih suka saluran media sosial yang berbeda-beda untuk berkomunikasi dengan brand, dan kamu dapat menggunakan ini untuk keuntunganmu.

Kamu dapat memberi tahu audiens di salah satu channelmu bahwa kamu merilis konten eksklusif namun hanya di channel lainnya. Ini menciptakan FOMO di benak mereka dan dapat mendorong mereka untuk mengikutimu atau mendaftar di channel lainnya juga.

Melalui metode ini, kamu dapat meningkatkan pengikut dan basis pelanggan di beberapa channel hanya dengan melalui FOMO.

Ada banyak brand di luar sana, seperti Laboratorium Klinik Prodia, yang memberikan penawaran khusus hanya di aplikasi sehingga pelanggan mereka akan mengunduh aplikasi mereka.

Tingkatkan pesan yang ingin kamu sampaikan

Caramu menyampaikan pesanmu kepada konsumen membuat banyak perbedaan dalam hal marketing FOMO. Kata-katamu harus menciptakan rasa urgensi pada target audiensmu dan mendorong mereka untuk membeli darimu.

Jadi, kamu perlu menyusun pesan yang membuat mereka merasa bahwa mereka mungkin akan kehilangan tawaran tersebut karena waktu hampir habis. Menggunakan kata kerja yang kuat dapat membantu pesanmu menciptakan rasa FOMO pada prospekmu.

Kamu dapat menggunakan frasa seperti:

  • Kamu akan melewatkan tawaran ini...
  • Ini kesempatan terakhirmu untuk membeli…
  • Waktu hampir habis!
  • Tinggal beberapa spot lagi yang tersisa...

Pesanmu perlu mendorong audiens untuk mengambil tindakan secara instan. Buat mereka merasa bahwa jika mereka tidak mengambil tindakan sekarang, mereka akan menyesali keputusan mereka tersebut.

Pada gambar di bawah, Eden Hotel menunjukkan bahwa hanya sepuluh kamar yang tersedia di periode booking yang mereka tawarkan.

Hal ini pasti akan mendorong orang-orang yang sedang mempertimbangkan untuk memesan kamar di hotel ini karena mereka takut akan kehilangan deal dan kamar tersebut jika mereka tidak memesan segera.

Gunakan semangat kompetitif

Kita tentu tidak suka melewatkan penawaran luar biasa, tetapi kita juga membenci kenyataan bahwa orang lain yang mungkin akan mendapatkan penawaran tersebut. Kamu dapat menggunakan semangat kompetitif ini untuk keuntunganmu dan menciptakan FOMO yang lebih kuat.

Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menunjukkan bahwa orang lain juga melihat produk yang diminati pelanggan. Di satu sisi, ini memberikan bukti sosial bahwa produk itu bagus dan banyak orang tertarik padanya.

Di sisi lain, si pelanggan merasa sedang bersaing dengan banyak orang untuk mendapatkan produk tersebut. Ini dapat mendorong mereka untuk melakukan pembelian secara impulsif.

Booking.com, misalnya, menggunakan ini untuk mempromosikan hotel mereka. Perhatikan bagaimana mereka menyebutkan bahwa hotel itu dipesan 3 kali dalam beberapa jam terakhir.

Pada saat yang sama, mereka juga menunjukkan bahwa satu orang lagi tertarik dengan hotel tersebut di tanggal yang sama. Ini pasti akan membangkitkan semangat kompetitif di antara pelanggan mereka.

Soroti peluang yang hilang

Untuk memberikan dorongan yang lebih besar pada marketing FOMO, kamu harus mempertimbangkan untuk menampilkan semua peluang yang dilewatkan oleh pelangganmu.

Ketika mereka menyadari bahwa mereka kehilangan banyak hanya karena terlambat atau tidak segera "memenuhi panggilan”, mereka akan mulai menjadi cemas.

Kecemasan ini tidak lain adalah FOMO, dan dapat mendorong mereka untuk membuat keputusan dengan cepat sehingga mereka tidak ketinggalan penawaran lain. Terkadang, hanya ini yang diperlukan untuk mendorong mereka melakukan tindakan segera.

Booking.com juga menggunakan strategi ini untuk keuntungan mereka. Perhatikan bagaimana mereka memanfaatkan FOMO dengan menggunakan frasa "You missed it!"

Jadi, buat pelangganmu tak ingin ketinggalan!

Marketing FOMO melibatkan penciptaan rasa urgensi di benak konsumen dalam rangka memasarkan brandmu. Kamu dapat menanamkan rasa kehilangan ini dengan mengubah caramu menyampaikan pesan ke pelangganmu.

Pastikan mereka memahami bahwa mereka perlu berpacu dengan waktu atau bersaing dengan orang lain untuk mendapatkan produk yang diinginkan, dan tunjukkan peluang yang telah mereka lewatkan.

Selain itu, dengan memanfaatkan kekuatan marketing melalui influencer, kamu dapat meningkatkan FOMO lebih jauh. Social proof juga dapat membantu tujuanmu. Dan terakhir, kamu juga dapat menggunakannya untuk mengarahkan orang ke channelmu yang lain.

Sitebeat eCommerce

Join Us

Dapatkan wawasan terbaru dan terkini seputar teknologi digital untuk membantu mengembangkan bisnismu.



Bonus Content