Tips memulai bisnis dari rumah

Siap Memulai Bisnis dari Rumah? Cari Tahu di Sini!

Coba bayangkan, bangun pagi, menyeduh kopi, lalu berjalan ke ruang kerja atau kamar khusus untuk bekerja. Kamu tak usah bergegas melakukan ini dan itu sebelum meninggalkan rumah, juga tak perlu menempuh perjalanan panjang ke kantor.

Nah, seperti inilah kesan bekerja dari rumah itu.

Walau gambaran di atas tampak terlalu sederhana, ada alasannya kenapa popularitas bisnis rumahan itu naik. Ada banyak orang Indonesia yang menjalankan bisnis rumahan terutama semenjak pandemi corona ini.

Karena menjalankan bisnis rumahan diasosiasikan dengan kenyamanan dan biaya rendah, banyak startup dunia maupun di Indonesia adalah bisnis rumahan. Kita semua tahu cerita tentang Amazon dan Apple yang bermula dari garasi — dan lihat mereka sekarang.

Kalau kamu berniat memulai bisnis rumahan, tetapi bingung harus memulai dari mana, ini dia jawabannya. Artikel kali ini akan memberitahumu dengan detail, apa yang kamu butuhkan untuk memulai bisnis rumahan.

Kami membagi artikel ini menjadi tiga bagian agar lebih simpel, yakni:

  • Menentukan apa kamu cocok berbisnis rumahan;
  • Memutuskan barang atau layananmu, dan;
  • Memahami urusan teknis yang berkaitan dengan kantor di rumah.

Apakah Bisnis Rumahan Cocok Untukmu?

Meskipun berkantor di rumah dan bekerja dari rumah kedengarannya asyik, coba pertimbangkan dulu beberapa faktor berikut sebelum terjun langsung.

1. Lokasi

Lokasi kantor rumahmu sangat penting. Tahukah kamu, ada kemungkinannya kamu tidak diizinkan berbisnis dari rumah? Banyak perumahan yang tidak diperuntukkan sebagai zona bisnis rumahan.

Beberapa wilayah administratif tidak mengizinkan bisnis rumahan sama sekali, sedang beberapa yang lain punya beragam pembatasan, tergantung jenis bisnisnya. Pastikan kamu memeriksa aturan zonasi sebelum mendirikan kantor di rumahmu.

Lokasi pun amat penting bagi kesuksesan bisnismu. Bila klienmu perlu datang ke kantor, sedangkan rumahmu jaraknya 32 km di luar kota, kemungkinan besar bisnismu takkan terlalu sukses.

2. Kesesuaian Lingkungan Sekitar

Penting bagimu untuk mempertimbangkan apakah bisnis ini cocok dengan lingkungan sekitar rumahmu atau tidak.

Kalau bisnismu berurusan dengan banyak pelanggan, yang akhirnya menimbulkan masalah parkir, harus berurusan dengan peralatan bising, dan sering kedatangan pengiriman dalam jumlah besar, tetanggamu bisa jadi takkan senang.

Tetangga yang kesal bisa mengganjal bisnismu dengan berbagai cara.

3. Rumahmu

Kalau satu-satunya ruang untuk berbisnis rumahan hanyalah meja di dekat jendela, coba pikirkan kembali keputusanmu membangun bisnis rumahan.

Kecuali kalau pekerjaanmu sepenuhnya virtual, kamu perlu menyediakan ruang khusus di rumah untuk menerima klien, menata toko atau studio, serta menyimpan barang-barangmu.

4. Keluargamu

Nah, bila memilih bekerja dari rumah, kamu harus memikirkan dampaknya bagi keluargamu. Mungkin kamu pikir akan ada lebih banyak waktu untuk orang-orang terkasihmu. Namun, batasan antara kantor dan rumah akan kabur dan masalah keluarga pun mulai timbul.

Sebelum memulai bisnis, berdiskusilah dengan keluargamu apa adanya. Jelaskan rencana bisnismu, bayanganmu tentang bagaimana caramu bekerja nanti, dan apa yang kamu harapkan dari mereka. Bila sedikit atau tak ada dukungan atas rencana ini, mungkin kamu harus berpikir dua kali.

5. Kepribadianmu

Walau kedengarannya keren, bekerja dari rumah belum tentu cocok untuk semua orang. Kalau kamu tipe orang yang suka menjalin komunikasi personal dan menikmati bekerja di kantor yang sibuk, bisa jadi kamu takkan suka bekerja di rumah. Kamu akan mudah merasa kesepian.

Kamu pun harus disiplin dan bisa mengatur waktu dengan baik. Karena kamulah bosnya, kamu harus tetap fokus dan mampu menyelesaikan pekerjaan.

Apa bisnismu?

Kalau persiapan awalmu beres – kepribadian, rumah, keluarga, dan tetangga, semuanya mendukung bisnis rumahanmu, sekarang mari kita rumuskan dulu rincian bisnismu.

Menentukan barang / layanan untuk bisnis rumahan

Agar bisnismu sukses, kamu harus tahu produk atau layanan yang kamu tawarkan. Tuliskan detailnya sebanyak mungkin. Gagasan yang mengawang-awang takkan ada gunanya.

Pikirkan kebutuhan akan produkmu, keahlianmu, bagaimana naik-turunnya permintaan produk ini dalam setahun, risiko apa yang terkait produk ini, dan kecintaanmu terhadap produk ini. Memulai bisnis perlu komitmen. Kalau kamu tak bersemangat, mungkin bukan di sini panggilan hidupmu.

Riset pasar dan analisis kompetitor untuk bisnis rumahan

Meski produk luar biasa adalah awal yang bagus, kamu masih harus memahami target pasarmu dan caramu menjangkau mereka. Kamu pun harus meriset para kompetitor sebagai perbandingan diri.

Tentukan USP atau Unique Selling Proposition bisnismu dan manfaatkan informasi ini untuk merancang rencana marketing bisnismu.

Tips Bisa Melakukan Bisnis Rumahan

Sekitar 60% bisnis rumahan adalah bisnis “tanpa bos”. Bisa jadi, kamu satu-satunya orang yang menjalankannya, dalam waktu yang lama. Ini artinya kamu harus serba bisa.

Mulai dari menelepon orang, mengurus website, menangani klien, hingga membuat invoice—kamu yang melakukannya. Pastikan mentalmu siap melakukan ini semua sebelum mampu mempekerjakan orang lain.

Mendaftarkan nama domain untuk bisnis rumahan

Nama domain adalah alamat online bisnismu. Inilah cara para pelanggan menemukanmu secara online bila ingin berbisnis denganmu. Begitu punya gagasan bisnis, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mendaftarkan nama domain.

Di sinilah kamu bisa menunjukkan sisi inovatif dan kreatifmu. Berkat kemajuan internet, berbagai ekstensi nama domain baru seperti .ONLINE, .WEBSITE, .SITE, dan .SPACE telah diluncurkan.

Ada juga ekstensi domain khusus industri seperti .TECH, .STORE, dan .PRESS yang bisa memberi kesan unik akan kehadiran online bisnismu.

Sitebeat domain

Aspek Teknis

Nah, setelah bisa dipastikan bahwa bisnis rumahan ini cocok untukmu dan produknya siap, mari pahami beberapa aspek teknis dalam menjalankan bisnis dari rumah.

Menentukan struktur bisnis untuk bisnis rumahan

Struktur bisnis akan menentukan biaya dan pajak bisnis yang kamu rintis, sekaligus liabilitas pribadimu. Oleh karena itu, penting bagimu untuk meriset beragam bentuk legal organisasi bisnis dan memilih strukturmu dengan saksama.

Memilih kepemilikan pribadi menjadi opsi termudah, tetapi bila ingin melindungi bisnismu, pisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Selain itu, menjadikan bisnismu berbentuk limited liability company yang berbiaya terjangkau bisa jadi pilihan bagus.

Mencari tahu persyaratan hukum untuk bisnis rumahan

  • Hukum Zonasi: Beberapa wilayah tak mengizinkan adanya bisnis tertentu.
  • Perjanjian Sewa: Kalau kamu mengontrak rumah, cek apa ada aturan tentang bisnis rumahan.
  • Lisensi Bisnis: Beberapa wilayah mensyaratkan lisensi bisnis. Hubungi otoritas terkait untuk mengetahui apakah kamu membutuhkan lisensi.
  • Izin atau Lisensi Tambahan: Beberapa bisnis, terlebih yang terkait pengasuhan anak, makanan, keuangan, atau perawatan diatur khusus dan butuh izin tambahan. Konfirmasikan dengan badan pengaturan pekerjaan terkait di wilayahmu untuk rinciannya.
  • Lisensi Pajak Penjualan: Bila kamu menjual barang berwujud, kamu butuh lisensi Pajak Penjualan yang bisa diperoleh dari kantor pajak setempat.
  • Rekening Bank: Disarankan agar rekening pribadi dan bisnis tetap terpisah.
  • Nomor Induk Pegawai: Walau dalam kepemilikan tunggal hal ini tak diperlukan, nomor ini akan dibutuhkan kalau kamu mempekerjakan orang. Kamu bisa menggunakan nomor ini pada dokumen bisnis.

Mengevaluasi kebutuhan asuransi untuk bisnis rumahan

Menjalankan bisnis rumahan memungkinkan dirimu, rumah, dan keluargamu mengalami berbagai risiko. Coba cari tahu apakah kamu butuh asuransi bisnis kecil untuk menanggung risiko ini.

Lalu, evaluasi kembali kesehatan, rumah, dan mobilmu untuk mengetahui apa ada pertanggungan atau perlindungan tambahan atas potensi risiko yang diakibatkan menjalankan bisnis dari rumah.

Kestabilan keuangan untuk bisnis rumahan

Mungkin kamu bisa membuat kantor di rumah dengan cukup murah, tetapi akan ada pengeluaran agar bisnismu bisa berjalan, juga pengeluaran hariannya. Hitung biaya pendirian bisnis ini, sebagaimana biaya menjalankannya.

Kamu pun bisa mengatur uangmu lebih baik dan mengeksplorasi cara pembiayaan tanpa perlu terlibat utang. Kamu akhirnya bisa memahami bagaimana menjalankan bisnis secara efisien dengan meminimalisasi pengeluaran dan memaksimalkan pendapatan serta keuntungan.

Kesimpulan

Yang terpenting, nikmatilah perjalananmu! Memulai dan menjalankan bisnis rumahan bukanlah hal sepele. Banggalah terhadap dirimu sendiri, dan bersenang-senanglah.

Sitebeat website builder