Tren E-commerce 2020

5 Tren E-commerce untuk Mendongkrak Penjualan Bisnis Kecilmu di 2020

Sejarah mencatat buku adalah benda pertama yang dipesan online melalui Amazon pada 1995. E-commerce telah berevolusi untuk memenuhi kebutuhan manusia yang terus berubah.

Pelanggan masa kini cenderung lebih nyaman berbelanja online, salah satunya berkat perkembangan teknologi yang pesat. Suka tidak suka, kamu perlu menyinergikan e-commerce ke dalam bisnismu.

Asosiasi E-commerce Indonesia memprediksi ada 12 miliar transaksi e-commerce pada 2020. Agar bisnismu tetap terdepan, kamu wajib tahu tren terkini untuk bisnis kecilmu.

Berikut ada lima tren e-commerce untuk mendongkrak penjualan bisnis kecilmu di tahun 2020 ini.

Pengalaman belanja yang personal

E-commerce tak punya faktor tatap muka sebagaimana interaksi pada toko fisik. Tak ada pramuniaga untuk menjelaskan produk yang sesuai dengan minat, selera, dan kebutuhan pelanggan. Padahal, setiap pelanggan itu unik.

Oleh karena itu, kamu perlu menjadikan setiap pengalaman pengguna itu unik pula. Salah satunya adalah dengan menggunakan marketing konten.

Konten merupakan salah satu pilar utama website e-commerce yang baik. Kamu bisa menghibur atau mengedukasi audiens.

Oleh karena itu, kamu sebaiknya meningkatkan pengalaman berbelanja pelanggan menggunakan data-data, seperti pertanyaan pencarian, kunjungan laman, serta riwayat pembelian. Selain itu, kamu bisa mengeliminasi keraguan bertransaksi dengan memajang ulasan pelanggan yang sifatnya personal.

BAGAIMANA KALAU di 2020 ini kamu memaksimalkan konten-konten yang menyasar audiensmu dengan tepat? Misalnya, kamu menyajikan rekomendasi produk saat pelangganmu mengunjungi situs atau toko onlinemu, berdasarkan riwayat peramban atau pencarian sebelumnya.

Atau kamu bisa menyesuaikan navigasi utama toko onlinemu sesuai dengan jenis kelamin (misalnya pakaian laki-laki atau perempuan), keadaan cuaca (kebutuhan saat musim hujan atau kemarau), dan lainnya.

Berbelanja dalam genggaman

Pelaku belanja dari kalangan milenial dan Gen-Z tumbuh bersama internet. Perangkat seluler menjadi gawai yang biasa ditemui sehari-hari.

Pada 2021, 73% transaksi e-commerce dilakukan melalui perangkat seluler. Jadi, kamu sebaiknya mengoptimasi website dan toko onlinemu untuk layar ponsel pintar dan tablet.

Seiring perkembangannya yang tak terpisahkan dalam hidup kita, media sosial ikut membentuk tren e-commerce. Facebook dan Instagram adalah dua dari sekian banyak platform media sosial yang menyinergikan kebutuhan e-commerce dalam kehidupan sosial di dunia maya. Facebook memperkenalkan tombol beli dan Instagram dengan tombol checkoutnya.

BAGAIMANA KALAU kamu mulai membuat konsep selaras untuk website, toko online, dan media sosial bisnismu? Rutinlah menjalin hubungan dengan pengunjung dan pengikutmu di dunia maya. Kalau perlu, minta bantuan administrator berpengalaman untuk menjalankan platform-platform tersebut, sesuai dengan petunjuk praktis darimu.

Pembayaran di mana saja kapan saja

Survei PricewaterhouseCoopers (PwC) menyebutkan mobile payment atau pembayaran bergerak dengan perangkat seluler telah digunakan 47% responden di Indonesia pada 2019. Ini menunjukkan meningkatnya aktivitas nontunai (cashless) di masyarakat.

Pembayaran nontunai akan menjadi bagian tak terpisahkan dalam masa depan e-commerce. Ada baiknya kamu mulai menerapkan sistem ini pada bisnismu.

Aktivitas berbelanja nontunai mendorong penggunanya berbelanja lebih banyak. Semakin mudah metode pembayaran nontunai pada bisnismu, pengunjung website atau toko onlinemu cenderung akan lebih banyak.

BAGAIMANA KALAU bisnismu mulai menggunakan metode pembayaran nontunai, seperti penggunaan mobile banking atau bekerja sama dengan penyedia layanan e-wallet? Dengan demikian, baik bisnismu maupun pelanggan, akan sama-sama dimudahkan dan diuntungkan saat bertransaksi.

Teknologi masa depan

Sekitar 30 tahun lalu, orang belum bisa membayangkan, membeli barang bisa semudah menekan tombol. Saat ini, perkembangan teknologi membuka banyak peluang.

Sebut saja Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence / AI) atau Realitas Tertambah (Augmented Reality / AR). Pemanfaatan AI pada bisnis UMKM bisa diterapkan pada platform marketing terotomasi untuk mengatur penawaran-penawaran pada waktu tertentu, chatbot untuk menjawab dan berinteraksi dengan pelanggan, sistem otomasi harga, dan sistem proyeksi permintaan pasar.

Sementara itu, kamu juga bisa bereksperimen dengan AR untuk lebih memahami kebutuhan pelanggan. Dengan begini, pelanggan bisa menguji atau mengeksplorasi produk atau layanan yang kamu tawarkan, sebagaimana mereka berbelanja langsung ke toko fisik.

Tentu saja, kamu perlu dukungan ahlinya serta merogoh kantong untuk berinvestasi pada teknologi. Namun, pengorbanan ini akan sepadan. Kamu bisa tampil menonjol di antara para kompetitormu.

BAGAIMANA KALAU kamu memulainya dengan memasang sistem chatbots di website atau toko onlinemu? Kamu bisa membangun interaksi dengan para pelangganmu, mulai dari melakukan tanya jawab perihal produk atau layanan, penyelesaian komplain, hingga bertukar testimoni antar pelanggan.

E-commerce peduli lingkungan

Semakin banyak orang sadar isu pelestarian lingkungan. Mereka merasa ikut bertanggung jawab menjaga keberlangsungan planet ini.

Oleh karena itu, mereka cenderung menggunakan produk eco-friendly. Bahkan, 61% pelaku belanja milenial bersedia membayar lebih untuk produk ramah lingkungan.

Produk-produk ini di antaranya menggunakan kemasan daur ulang, meminimalisir penggunaan bahan plastik yang susah diurai, mengandung bahan baku yang mendukung kehidupan berkelanjutan, dan lainnya. Bila bisnismu mampu melayani kebutuhan tersebut, maka lebih banyak calon pembeli potensial bisa berubah menjadi pelanggan setia.

BAGAIMANA KALAU alih-alih menggunakan plastik yang sulit didaur ulang, kamu mengemas produkmu dengan bahan ramah lingkungan? Kertas daur ulang, kantong belanja dari pati kentang, daun pisang, anyaman bambu, bisa menjadi inspirasi. Kamu pun bisa memberi nilai lebih atau pengalaman belanja unik bagi pelanggan yang mampir ke tokomu dengan membawa kotak kemasan mereka sendiri.

Kesimpulan

Tren e-commerce terus berkembang. Kamu wajib memonitornya agar bisnismu tak ketinggalan zaman.

Namun, tren ini tetap perlu disesuaikan dengan citra dan pesan yang disandang brandmu. Kamu tak perlu memaksakan diri untuk mengikuti semua tren yang ada.

Mengikuti dan mengolah satu atau dua tren secara maksimal, jauh lebih baik dibandingkan mengekor ala kadarnya semua tren yang ada. Bersama Sitebeat, kamu bisa menerapkan tren-tren e-commerce 2020 yang sesuai dengan bisnis kecilmu.

Sudah menerapkan tombol Call-to-Action di website e-commerce milikmu? Tips Call-to-Action yang efektif berikut akan berguna untuk meningkatkan penjualanmu:

Atau kalau kamu baru memulai bisnis e-commerce, dapatkan panduan Checklist Situs E-commerce bagi Pemula di sini.

Skip to section

downloadable-content_close

Join Us

Dapatkan wawasan terbaru dan terkini seputar teknologi digital untuk membantu mengembangkan bisnismu

Skip to section

BONUS CONTENT