Tren konsumen 2019 di Asia Tenggara

Tren Konsumen 2019 di Asia Tenggara – Cara Membuat Penjualanmu Melejit

Negara-negara di penjuru the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan rumah bagi ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Kamboja memimpin kelompok ini dengan tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang cepat sebesar 6.9%. Filipina, Thailand, Malaysia,dan Indonesia pun mengekor dengan PDB yang menjanjikan.

Asia Tenggara harus berterima kasih pada demografi usia mudanya sebagai penggerak utama perubahan ini. Populasi yang lebih muda dan melek teknologi telah mengantarkan gelombang digital––mendorong kawasan tersebut untuk merengkuh tren seperti e-commerce, pemasaran media sosial, dan layanan keuangan digital.

Agar bisnismu sukses di 2019 ini, kenali tren terkini yang membentuk marketplace kompetitif Asia Tenggara di bawah ini.

Gaet Lebih Banyak Pelanggan 2019 ini: Tren yang Membentuk Asia Tenggara

Metode pembayaran di Asia Tenggara bervariasi, tergantung negaranya. Ada bayar di tempat atau cash on delivery (COD), transfer bank, kartu kredit, dan bahkan dompet digital. Namun, berbeda dari raksasa ekonomi seperti Singapura, mayoritas orang Asia Tenggara belum punya rekening bank. Akibatnya, kartu kredit lumayan rendah di wilayah ini.

Kurangnya infrastruktur perbankan yang layak mendorong sebagian besar orang Asia Tenggara bertransaksi dengan COD. Bahkan, COD mencakup lebih dari 70% seluruh transaksi terproses. Toh hal ini tak menyurutkan dompet digital memasuki pasar. Pemain seperti Grab dari Singapura terus melaju untuk mengubah Asia Tenggara menjadi masyarakat nontunai.

Konsumen di Asia Tenggara menghabiskan 10% waktu lebih banyak menggunakan internet dibandingkan pasar lainnya di dunia. Rata-rata konsumen menghabiskan 3,6 jam sehari mengakses internet. Thailand mengungguli tetangga Asia Tenggaranya dengan waktu penggunaan selama 4,2 jam dengan ponsel mereka.

Lalu, apa artinya ini untuk bisnis? Dua kata: Mobile marketing.

Tren mobile-centric di atas mendorong para pengiklan untuk memikirkan ulang strategi manajemen mereka. Pikirkan aplikasi, rich media, video, dan lebih banyak iklan tertarget.

Contoh kasusnya: Kampanye Seluler Pertama Coca-Cola di Vietnam

Setelah penjualannya melambat di Vietnam, pemimpin brand, Coca-cola, meluncurkan rencana untuk mendorong konsumsi di kalangan anak muda. “You Got a Call” adalah kampanye seluler pertama Coca-cola yang melibatkan iklan video dan pengalaman “menelepon” tersimulasi dengan selebritas lokal, Pho dan Quỳnh Anh Shyn.

Kampanyenya terbukti sukses—menjangkau 19 juta pengguna seluler Vietnam dan menyampaikan lebih dari 33 juta impression di penjuru negara itu. Yang paling penting, tujuannya pun tercapai untuk meningkatkan konsumsi pada target pasar tersebut.

Konsumen tak lagi tertarik dengan bisnis yang hanya memamerkan katalog produk sederhana. Mereka mencari pengalaman menyeluruh—website yang termuat cepat, proses checkout yang simpel, dan fitur tambahan seperti opsi e-payment atau bantuan untuk beragam mata uang. Platform e-commerce menjadi cara termudah untuk mengintegrasikan fitur-fitur ini ke dalam toko online. Sistem canggih ini memberimu alat yang dibutuhkan untuk SEO/optimasi seluler, pemenuhan pesanan, dan manajemen penjualan. Untuk menjangkau pelanggan dengan maksimal, platform e-commerce wajib dimiliki semua bisnis yang ada.

Transaksi seluler terus menunjukkan pertumbuhan menjanjikan—mengeklaim 72% dari total lalu lintas e-commerce. Namun, yang mengejutkan, pelanggan di sekitar Asia Tenggara masih menggunakan desktop saat membeli dalam jumlah besar.

Lihat bagan berikut:

 

Pembeliannya? Tukang belanja biasanya meramban di ponsel, lalu membelinya melalui desktop. Pesanan dalam jumlah besar memuncak antara pukul 9 pagi hingga 5 sore di Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Sebaliknya, orang Singapura suka berbelanja malam dengan puncak pembelian pada pukul 10 malam.

Seperti yang disebutkan, ledakan ekonomi Asia Tenggara sebagian besar berkat generasi mudanya. Konsumen generasi baru ini lebih suka berbelanja dengan channel dan perangkat beragam.

Contohnya, seorang pelanggan menemukan sesuatu yang disukainya di toko, mendapati toko itu hanya menyediakan ukuran terbatas, lalu beralih ke online untuk memeriksa inventori dan melakukan pembelian.

Singapura punya pasar berkembang untuk retail multi-channel ini. Konsumen Singapura—pasar terbesar “pembeli multi-channel” di Asia Tenggara—terhubung dengan brand melalui setiap channel yang ada: website, toko fisik, aplikasi, dll.

Pada 2020, mereka yang menghabiskan waktu 10% lebih banyak menggunakan internet seluler akan dimanjakan dengan teknologi—terlebih lagi oleh aplikasi pesan.

Seharusnya tidak mengejutkan bila data menunjukkan lebih dari 2,5 miliar orang di dunia setidaknya memiliki satu aplikasi pesan di ponsel pintarnya. Dengan mendongkrak aplikasi pesan sosial seperti Facebook atau WeChat di Cina, banyak bisnis tak hanya menyediakan layanan pelanggan cepat, tetapi juga meningkatkan penjualannya.

Pusat tren pesan sosial adalah chatbot. Chatbot dianggap wajib dimiliki industri perdagangan sosial yang berkembang di Asia Tenggara. Dengan adanya chatbot terpasang di Facebook Messenger, Viber, dan SMS—teknologi ini diharapkan berkembang di tahun-tahun selanjutnya.

Tips Agar E-Commerce Meraih Lebih Banyak Pelanggan di 2019

Bayar di tempat (COD) adalah bentuk pembayaran paling disukai pelanggan di Asia Tenggara. Namun, layaknya sistem pembayaran mana pun, bayar di tempat punya pro dan kontra.

Pro Kontra
  • Lebih disukai pembeli online—terlebih yang tinggal di pedesaan.
  • Bisnis dibangun dengan rasa kepercayaan melalui media yang aman.
  • Bisnis terancam rugi bila pelanggan menolak membayar.
  • Aktivitas penipuan: tidak adanya otentifikasi bisa berakibat kerugian bagi website e-commerce.

Website seluler

Website yang teroptimasi untuk perangkat seluler penting bagi pemasaran bisnis di Asia Tenggara. Tak pelak lagi, website yang siap diakses seluler harus menjadi bagian rencana pemasaranmu. Mulai pastikan laman webmu teroptimasi untuk tablet dan perangkat berlayar kecil lainnya.

Visual yang tertata baik dan waktu muat cepat juga menjadi faktor kritis sebuah website seluler. Lebih lama satu detik saja bisa berakibat kehilangan konversi yang drastis.

Buat video seluler

Negara-negara di penjuru Asia Tenggara perlahan mengganti televisinya dengan ponsel. Bahkan, Google mencatat mereka yang menghabiskan waktu 10% lebih banyak menggunakan internet seluler Tenggara tumbuh 125% dibandingkan pertumbuhan 78% di Amerika.

Puaskan selera Asia Tenggara akan segala yang berbau seluler ini dengan memanfaatkan marketing video. Konten visual, seperti video, lebih menggugah dibanding yang tertulis.

Contohnya, mulai mengubah beberapa hal melalui memperkenalkan produk baru dengan video bergaya how-to. Gunakan itu untuk memamerkan cara kerja produk dan kelebihan apa yang diberikan.

Berikut ide video pemasaran menarik lainnya untuk bisnismu:

  • Video budaya perusahaan
  • Video FAQ
  • Video pendidikan
  • Video cerita mengenai brand
  • Video pengalaman 360° (terbaik untuk Facebook dan YouTube)
  • Video testimoni

Sistem Pembayaran Seluler dan Kode QR

Bisnis tidak begitu saja mengabaikan pertumbuhan media pembayaran seluler. Dompet digital seperti Apple Pay, Paypal, dan Google Wallet perlahan masuk Asia Tenggara. Begitu pula dengan pembayaran kode QR. Maybank salah satu dari sekian bank Malaysia yang meluncurkan sistem pembayaran nontunai dengan kode QR. Negara itu memiliki tujuan memasang 800.000 terminal titik penjualan yang memungkinkan kode QR pada 2020.

Sebagaimana ponsel telah menggantikan kamera, telepon umum, dan sistem GPS, pembayaran seluler juga menjadi alternatif aman untuk uang fisik. Oleh karena itu, bisnismu bakal melewatkan peluang penjualan bila belum menerapkannya.

Walau kamu bisa mempekerjakan seorang web developer untuk meluncurkan website e-commerce, biaya tinggi bisa membebani anggaranmu. Makanya, pilih platform e-commerce. Buat keputusan berdasarkan informasi dan pilih platform terbaik untuk bisnismu dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

Penetapan harga dan fitur. Apakah kamu mengambil layanan web hosting mandiri atau tidak—nantinya kamu akan tahu semua platform mensyaratkan biaya bulanan.

Ingat bahwa harga murah tidak serta merta berarti nyaman digunakan. Jadi pertimbangkan pilihanmu: Elemen apa yang benar-benar kamu butuhkan saat membuat toko? Apa kamu berencana meningkatkan bisnismu beberapa tahun lagi? Buat daftar fitur dan bandingkan dengan anggaranmu.

Pikirkan juga pelangganmu. Tidak semua platform mendukung sistem pembayaran online—satu ketidaknyamanan bisa berujung keranjang belanjaan yang ditinggalkan dan kehilangan penjualan.

Kompatibilitas seluler. Semakin banyak pelanggan menggunakan ponsel, penting memilih platform yang menawarkan website yang siap diakses melalui seluler. Bahkan, petimbangkan untuk membuat website dengan pendekatan mobile-first.

Ramah-SEO. Sekarang 2019 dan SEO masih berjaya. E-commerce tak lepas dari sistem rangking Google yang tak kenal ampun. Jadi, pertajam strategi SEO dengan platform yang membantumu tetap berada di puncak.

Layanan pelanggan. Server downtime, data yang eror, dan penonaktifan software bukanlah hal yang harus kamu tangani sendiri. Lindungi merekmu dengan berinvestasi pada platform yang menawarkan dukungan pelanggan (yang bisa diandalkan!) selama 24/7.

E-commerce di Asia Tenggara merupakan industri yang mudah jenuh dan sangat kompetitif. Dengan adanya beragam pilihan berbelanja, personalisasi pun jauh lebih penting. Mulailah menilai pengalaman berbelanjamu terhadap target pelanggan dengan beberapa strategi berikut:

  • Analitika Data. Alat analitika membuatmu bisa memonitor perilaku pelanggan di seluruh channel bisnis: website, media sosial, email, dll. Dengan pengetahuan pelanggan berbasis data ini, kamu bisa menyediakan penawaran, produk, dan bantuan tepat pada setiap tahap perjalanan pelanggan.
  • Waktunya memikirkan ulang kampanye emailmu. Tak ada yang lebih personal dari menerima pesan di kotak masuk. Buat pelanggan merasa kamu selangkah lebih dekat dengan membuat kampanye email itu terasa personal. Kirim email ulang tahun, hadiah kesetiaan pelanggan, dan penawaran hari jadi untuk meningkatkan click-through rates dan konversi.
  • Tambah pemasaran berdasarkan lokasi. Pemasaran berbasis lokasi (atau geo-targeting) adalah jargon yang sudah lama ada di industri ini. Bagian terbaiknya, teknologi ini bisa diakses bisnis kecil. Misalnya, kamu guru musik yang mencari klien di kotamu. Dengan mudah, kamu bisa membuat iklan Facebook dan membatasinya hanya untuk orang-orang dengan kode pos sama.

2019 ini, biarkan bisnismu merangkul tren teknologi

Bisnis—apa pun ukurannya—harus sudah merangkul revolusi teknologi. Terlepas kamu sudah lama di industri ini atau baru saja mulai, teruslah berada di puncak tren untuk terhubung dengan konsumen dan menjaga bisnismu tetap relevan.

Skip to section

downloadable-content_close

Join Us

Dapatkan wawasan terbaru dan terkini seputar teknologi digital untuk membantu mengembangkan bisnismu

Skip to section

BONUS CONTENT