Wanita Hebat di Balik Industri Teknologi Indonesia

Inspirasi dari 5 Wanita Hebat di Balik Industri Teknologi Indonesia

Representasi perempuan di bidang IT dan teknologi saat ini masih sangat kurang. Statistik tentang jumlah wanita dalam karier teknologi mengungkapkan fakta yang sulit diterima: industri ini masih sangat didominasi oleh satu gender, yaitu pria.

Data terakhir (per Februari 2017) dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa khusus untuk pekerjaan di industri STEM (science, technology, engineering & mathematics), tercatat hanya sekitar 30% pekerja perempuan, dan jumlah peneliti perempuan yang berkarya di bidang tersebut hanya mencapai 31 persen.

Meski industri teknologi mungkin didominasi oleh pria dalam hal jumlah, tetapi ada banyak wanita brilian dalam posisi kepemimpinan yang mampu mengubah pakem.

Jadi untuk merayakan sekelumit pencapaian para wanita hebat yang memajukan bidang teknologi, di Hari Perempuan Internasional, Sitebeat menampilkan lima wanita top di industri teknologi Indonesia.

Mereka adalah inovator dan edukator yang menjalankan beberapa perusahaan teknologi yang diperhitungkan di Indonesia. Tetapi yang terpenting, mereka membuka jalan menuju masa depan yang kita harapkan.

Wanita di bidang teknologi yang menginspirasi

Pandu Sastrowardoyo Blocksphere

Di dunia Blockchain, Pandu Sastrowardoyo adalah jagonya. Dialah CIO Blocksphere.id, perusahaan penyedia jasa konsultasi dan pembuatan teknologi blockchain, dan co-founder Blockchain Zoo, serta duduk di Dewan Pengawas Asosiasi Blockchain Indonesia.

Tak hanya itu, ia juga merupakan founder Decentralized Bio Network (debio.network), platform anonim pertama untuk data medis dan bioinformatika.

Menurut Pandu, “Wanita tidak usah mendengarkan stereotip bahwa kita itu “gaptek”. Teknologi itu tidak mengenal gender sama sekali, dan jumlah wanita lulusan IT di Indonesia itu persentasenya jauh lebih tinggi daripada US.

Mengutip sebuah artikel di CNBC bahwa “In both Malaysia and Indonesia, women earn roughly half of the computer science and engineering degrees, while only one-fifth of those same degrees are earned by women in the U.S.

Lebih lagi, sekarang ini untuk membuat aplikasi kita butuh kerjasama antar back end developer, front end developer, desainer, systems architect, dan banyak lagi pihak lainnya. Justru wanita yang lebih mumpuni dalam menjaga kerjasama dan harmonisasi kerja.

Terakhir, kalau melihat teknologi yang baru muncul yang bernama Blockchain, ini adalah teknologi yang lahir di komunitas-komunitas online. Yang lebih luwes dalam menghadapi manajemen komunitas, ya wanita.

Jadi dunia IT jaman sekarang lebih banyak butuh wanita.”

Dhyta Caturani Purplecode

Dhyta Caturani dikenal sebagai aktivis sosial yang gemar mengedepankan isu demokratisasi. Ia memanfaatkan berbagai media termasuk internet dan media sosial, serta menginisiasi berbagai gerakan.

Diantaranya adalah Purplecode, sebuah komunitas yang peduli dengan isu-isu gender dan teknologi. Dhyta kerap menjadi pembicara terkait internet, khususnya membahas seputar keamanan digital dan kekerasan di dunia maya.

Bahkan, ia aktif di forum internasional dengan diundang ke Internet Governance Forum, sebuah forum yang diprakarsai oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas isu-isu Internet.

Ia pun aktif di Feminist Principle of Internet, di mana 50 perempuan dari 30 negara berkumpul untuk membahas masalah feminisme.

Di Hari Perempuan Internasional ini, Dhyta mengajak kita untuk berimajinasi dan mendefinisikan ulang tentang makna ruang online yang aman dan membebaskan.

“Kita tahu betul setiap orang, khususnya perempuan dan kelompok marjinal, punya pengalaman dan pengetahuan yang berbeda dan sama validnya. Bayangan akan ruang aman dan membebaskan tentu saja berbeda-beda.

Maka itu, mari kita terus membayangkan situasi yang membebaskan kita dan mendukung solidaritas persaudarian.

Saat ini, perempuan masih menghadapi beragam tantangan yang akarnya tak jauh berbeda. Oleh karena itu, perempuan perlu berjalan bersama untuk mengatasi masalah perempuan.

Perempuan punya kekuatan bila bersatu. Dengan jumlah setengah dari populasi dunia dan kemampuan yang beragam di semua sektor, di ranah domestik hingga publik, perempuan turut menentukan roda kehidupan manusia.

Yakinlah bahwa bila perempuan mogok, maka dunia akan lumpuh!”

Sitebeat eCommerce

Alamanda Shantika Binar Academy

Alamanda adalah Pendiri dan Presiden Direktur Binar Academy, sebuah sekolah coding dengan konsep akademi di mana anak-anak dapat belajar coding secara gratis.

Sebelum merintis Binar Academy, dia merupakan Vice President of Product dan Vice President of People’s Journey – People & Culture di Gojek.

Ia adalah tim pertama yang memulai Gojek dari awal dengan pendirinya, Nadiem Makarim. Perannya pun sangat penting yaitu sebagai inisiator dan otak di balik sistem aplikasi Gojek.

Alamanda menyadari adanya isu bias gender dalam pekerjaan, terutama di bidang teknologi.

Namun menurutnya, seiring perkembangan zaman, bias gender bisa menjadi hal yang dapat diatasi. Tentunya diiringi dengan pemberdayaan tidak hanya perempuan, namun juga semua pihak.

“Sebagai perempuan, dengan melibatkan diri dalam posisi kepemimpinan dalam suatu kelompok, kita bisa mempunyai kesempatan yang setara dalam industri teknologi.

Bagi mereka yang tertarik untuk memulai karier di bidang teknologi, sebaiknya meningkatkan kepercayaan diri kita dalam belajar.

Kita dapat belajar dari berbagai sumber, online maupun offline, baik dari buku, kelas-kelas maupun video online yang dapat membantu kita.

Jika kita cukup percaya diri dengan kemampuan dan niat kita, maka proses belajar dan membangun koneksi kita akan berjalan dengan baik.

Saya ingin mengubah sudut pandang orang tentang edukasi. Pengetahuan harus bisa diakses semua orang, tanpa terkecuali.”

Tessa Wijaya Xendit

Di bidang Fintech, ada nama Tessa Wijaya, Co-founder dan COO Xendit, sebuah perusahaan financial technology yang menyediakan solusi pembayaran yang mempermudah proses pembayaran untuk bisnis di Indonesia dan Filipina.

Tahun 2020 lalu, ia menginisiasi platform “Women in Tech Indonesia” untuk menyediakan wadah berbagi bagi perempuan untuk saling belajar, dengan mempertemukan para teknopreneur wanita, developer, dan bahkan calon teknisi untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman melalui serangkaian lokakarya dan forum sosial.

“Saya ingin wanita memiliki suara dan lebih banyak berkontribusi, terutama dalam apa yang bisa mereka capai, khususnya di Asia. Orang membutuhkan lebih banyak role model untuk mendukung ekosistem yang sedang tumbuh.

Visi saya adalah memberdayakan dan mendorong generasi perempuan Indonesia berikutnya dengan terus mengingatkan mereka untuk mewujudkan impian mereka, baik menjadi insinyur atau memulai startup baru.

Saran saya, lakukan saja. Kegagalan itu bagus, Anda belajar lebih banyak darinya daripada kesuksesan Anda. Anda akan selalu ingat pertama kali Anda gagal dan itu membuat Anda terus maju.”

Ken Ratri Iswari Geekhunter

Ken Ratri Iswari adalah Co-founder dan CEO Geekhunter, konsultan rekrutmen IT terkemuka di Indonesia. Geekhunter membantu perusahaan teknologi menemukan programmer yang tepat dalam hal keterampilan, sikap, dan kesesuaian budaya.

Ken juga menjabat sebagai direktur Startup Grind Bandung, sebuah komunitas startup global independen.

Dalam perjalanannya, ia meraih berbagai penghargaan, di antaranya The Wempy Dyocta Koto Award 2015 dan ‘30 Under 30 – Young, Passionate, and Successful Women‘ dari majalah Cleo.

Ken tertarik dengan dunia IT justru karena jumlah perempuan di IT sedikit. “Sehingga bagi saya “challenge accepted” banget buat terjun di dunia IT.

Plus, dunia IT ini isinya geek yang jarang ada perempuan, dan yang tidak disangka-sangka malah jadinya mereka (klien, kandidat) pada happy banget karena ada perempuan di IT, dimana buat mereka jarang-jarang ada perempuan.

Just because you are a woman, doesn’t mean that you can invade men’s workplace like tech/IT. Women can do anything that men do, and we can do it in high heels.”

Jadilah wanita hebat selanjutnya

Daftar di atas tidak akan berhenti sampai di sini. Kita harus optimis bahwa bakal masih banyak lagi wanita berpengaruh di bidang teknologi yang harus kita dukung dan jadikan motivasi.

Karena pekerjaan serta kontribusi mereka di bidang teknologi, maka para pemimpin yang sangat berbakat dan menginspirasi ini memberi kita harapan untuk memajukan dan mendorong wanita terlibat dalam bidang teknologi, dan untuk hari esok yang lebih baik.

Sitebeat website builder

Skip to section

downloadable-content_close

Template Simpel untuk Lembar Rencana Bisnismu

DOWNLOAD

Skip to section

BONUS CONTENT