Sitebeat Loader

Bicara dengan konsultan website kami

Harap berikan informasi detailmu dan tim Sitebeat akan menghubungimu!

Terima kasih

anggota tim Sitebeat akan segera menghubungimu atau hubungi kami sekarang melalui:

oleh Anggun Prameswari

24 Maret 2021

Panduan Website 6 mnt

7 Checklist untuk Website Bisnis yang Berkualitas

Tahun 2020 yang penuh tantangan karena pandemi baru berlalu. Kini di tahun 2021, setiap detik berharga. Kamu pasti ingin mengembangkan bisnismu lebih baik lagi.

Berdasarkan riset, pengguna internet pada 2016 saja sudah lebih dari 130 juta jiwa. Terlebih lagi, saat anjuran untuk #TetapdiRumah di masa pandemi digaungkan, aktivitas belanja online pun melejit pesat.

Nah, salah satu media berbelanja online adalah melalui website bisnis. Website ibarat pintu depan bisnismu. Calon pelanggan akan masuk dari sana, menjelajahi dan mempelajarinya, sebelum memutuskan menjadi pelanggan setia.

Sebagai perwakilan brand, websitemu dituntut memberi jawaban atas kebutuhan pelanggan. Websitemu sebaiknya praktis dan fungsional. Kontennya pun perlu dibuat relevan dengan tujuan pembuatannya serta kebutuhan pengguna.

Terlepas sedang membuat website baru atau mengurus website yang sudah ada, sebaiknya kamu memperhatikan poin-poin berikut.

7 checklist agar website bisnismu tetap berkualitas

Keamanan

Keamanan website memegang peranan penting. Pengguna sering meninggalkan data pribadi, seperti nama, tanggal lahir, alamat, nomor kontak, dan nomor rekening saat bertransaksi di websitemu.

Selain itu, website juga merupakan aset bisnis yang penting. Banyak informasi rahasia bisnismu tersimpan di sana dan rentan terhadap gangguan para peretas.

Bila websitemu tidak aman, para pengunjung akan enggan berbagi informasi dan takkan memercayai websitemu. Ini akan berujung pada ketidakpercayaan terhadap brandmu.

Salah satu langkah utama yang bisa kamu lakukan adalah memilih layanan web hosting yang tepat. Pastikan penyedia layanan web hosting itu memiliki standar keamanan prima, dengan memasukkan sertifikat SSL dalam paket layanan hosting website.

Selain itu, kamu perlu menerapkan beberapa langkah keamanan, berupa enkripsi, pertanyaan keamanan, dan lainnya, saat pengguna membagikan informasi pribadi.

Dengan begini, kamu bisa terhindar dari ancaman peretas. Kamu bisa mempelajari cara menghalau peretas lebih lanjut di sini.

Tampilan

Website merefleksikan bisnis, produk atau layanan, serta brandmu. Tampilan dan desain menarik akan membuat websitemu menonjol.

Terapkan juga perkembangan teknologi terkini di websitemu, misalnya fitur foto dan video yang mudah digunakan.

Ditambah lagi, perangkat seluler mendominasi trafik website di seluruh dunia pada 2018. Desain webmu dituntut responsif dan teroptimasi dengan berbagai perangkat, mulai dari ponsel, tablet, atau PC.

Selain itu, kamu perlu mempertimbangkan aneka browser yang pelangganmu gunakan, variasi kecepatan internet mereka, dan beragam karakter pengunjung websitemu.

Misalnya, bila target audiens-mu mayoritas perempuan remaja hingga dewasa, maka pilihlah warna-warna yang terkesan feminin dan dinamis.

Sediakan waktu secara berkala untuk memeriksa faktor tampilan tersebut. Ini demi memastikan websitemu bisa tampil maksimal di berbagai perangkat penggunamu.

Konten

Konten yang baik membuat pengunjung websitemu betah. Kamu bisa menjalin interaksi dengan pengunjung website melalui konten menarik dan gaya bercerita memikat.

Untuk mencapai itu, kamu perlu mengasah kemampuan bercerita, atau pekerjakan penulis yang mampu melakukannya. Hindari jargon-jargon klise.

Selain itu, perhatikan pula tata bahasa dan ejaan yang digunakan. Terlalu banyak typo akan memberi kesan websitemu diurus sembarangan.

Kenali demografi pengunjung websitemu agar kamu dapat menggunakan gaya bahasa yang tepat. Bila mayoritas pengunjung websitemu remaja atau anak muda, tentu bahasa formal ala generasi boomers takkan cocok.

Selain itu, perhatikan daya tahan baca pengunjung website untuk menyimak kontenmu. Secara umum, mereka akan meluangkan tiga sampai tujuh menit untuk membaca satu artikel. Itu berarti idealnya artikelmu sebaiknya terdiri dari 500-1500 kata.

Sitebeat eCommerce

Navigasi

Bila websitemu diibaratkan sebuah toko, navigasi adalah petunjuk arah. Pengunjung toko yang tidak tahu dan tidak terbantu oleh navigasi yang baik, akan kebingungan dan buru-buru meninggalkan toko tersebut.

Salah satu tanda website yang berkualitas adalah sistem navigasinya yang mudah. Ini bisa dibuktikan dengan seberapa mudahnya pengunjung menemukan informasi yang mereka butuhkan begitu tiba di websitemu.

Navigasi yang baik akan membantu pengunjung yang mencari informasi secara spesifik serta yang sekadar melihat-lihat saja. Selain itu, navigasi yang baik bisa mendorong pengunjung untuk menjelajahi websitemu lebih lanjut lagi.

Seunik apa pun websitemu, menu navigasi sebaiknya diletakkan di posisi umum yang sering digunakan. Ini berkaitan dengan user experience umum pengunjung websitemu. Memindahkan navigasi tanpa alasan kuat akan membuat mereka kebingungan.

Kamu juga bisa menggunakan teks jelas dan desain yang ramah dipandang. Tulisan bertele-tele dan tidak jelas akan menyulitkan pengunjung menelusuri websitemu. Pastikan pula navigasi yang tersedia selaras dengan konten dan tujuan pembuatan website.

Akses mudah

Seberapa andalnya websitemu sebagai ujung tombak bisnismu?

Website merupakan jembatan yang akan menghubungkan bisnismu dengan pelanggan. Ada kalanya pengunjung website ingin terus terhubung dengan konten-konten di websitemu.

Salah satu faktor lain yang mengundang pengunjung website adalah nama domain yang simpel, mudah diingat, dan meminimalisasi salah nama. Pengunjung bisa dengan mudah mengetikkannya di kolom pencarian atau mengingatnya tanpa susah payah.

Websitemu juga perlu menyediakan beragam cara agar bisa menghubungimu lebih lanjut. Kamu bisa mencantumkan detail seperti alamat (lengkap dengan panduan Google Maps), nomor telepon dan faks, email, serta akun media sosial.

Selain itu, message board dengan formulir yang mudah diisi bisa menjadi pilihan praktis. Pengunjung website bisa dengan mudah berkomentar, bertanya, atau berinteraksi di websitemu.

Namun, pastikan kamu memiliki sumber daya dan sistem untuk merespons kanal-kanal ini. Jangan terlalu lama menanggapi atau menjawab pesan yang dikirim lewat message board tersebut. Ini akan membuat pelangganmu kesal dan memberi kesan buruk bagi bisnismu.

Call-To-Action

Call-To-Action atau CTA merupakan gambar atau teks untuk menggiring pengunjung websitemu melakukan tindakan tertentu. Tindakan ini bisa berupa “beli”, “ikuti”, “daftar sekarang”, atau “bagikan”, dan lainnya.

Tujuan utama CTA adalah untuk mengubah pengunjung websitemu menjadi klien atau pelanggan. CTA juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan websitemu dengan meningkatkan trafik pengunjung.

Nah, agar CTA ini berfungsi efektif di websitemu, kamu perlu menyediakan konten untuk menggugah interaksi websitemu dengan para pengunjung.

Interaksi ini bisa berupa membagikan artikel, mengikuti akun media sosial bisnismu, mengunduh brosur, bergabung di mailing list/grup WhatsApp, bahkan membeli produk atau layanan yang kamu tawarkan.

Usahakan CTA ini mudah dilihat dan diklik di setiap laman websitemu.

Selain itu, sematkan perasaan terdesak dan takut ketinggalan, dengan frasa seperti “Penawaran Terbatas” atau “Flash Sale Berakhir 30 menit lagi”, sehingga para pengunjung terdorong untuk mengekliknya.

Untuk lebih memahami dampak positif CTA bagi penjualan bisnismu, kamu bisa mempelajarinya di sini.

Baca juga: 8 Teknik Marketing FOMO yang Cerdas untuk Meningkatkan Penjualan

Review dan testimoni

Promosi dari mulut ke mulut sejak dulu selalu ampuh. Seiring perkembangan dunia digital marketing, cara ini pun tetap jadi andalan. Ulasan pembeli atau pelanggan berdampak signifikan bagi pengunjung lain untuk ikut bertransaksi.

Sering kita temui, pelanggan-pelanggan baru akhirnya bertransaksi karena membaca ulasan atau review pelanggan lain. Tak jarang pula, seseorang membeli produk atau menggunakan jasa suatu bisnis setelah melihat testimoni atau endorsement orang lain.

Secara psikologis, testimoni klien atau pelanggan terasa jauh lebih tulus, dibandingkan presentasi salesperson atau pemilik bisnis.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk menyiapkan satu bagian singkat dari websitemu, bahkan satu laman khusus, yang memuat testimoni, review, dan endorsement sehingga bisnismu memiliki nilai lebih.

Nah, kamu perlu waspada juga dengan adanya review buruk dan testimoni tidak puas dari pelangganmu. Ini bisa menjadi senjata makan tuan.

Tak perlu cemas atau takut menerima feedback semacam ini. Anggap saja ini peluang untuk menunjukkan betapa baiknya crisis management yang kamu terapkan dalam bisnismu.

Mulai buat website berkualitas

Langkah-langkah di atas menjadi patokan kualitas yang perlu dimiliki sebuah website. Tentu tidak ada website yang sempurna. Sesekali kamu akan menemukan celah kekurangan dalam websitemu.

Bila itu terjadi, jangan tunda waktu untuk memperbaikinya. Performa website yang baik akan mendukung kemajuan bisnismu.

Dengan kata lain, bisa dibilang website adalah salah satu aset bisnismu. Kamu bisa langsung mendaftar ke Sitebeat untuk membuat website sekarang juga.

Sitebeat web design

Template Brief Kreatif untuk Website

DOWNLOAD

Bonus Content